Penjual VCD Bajakan di Tasikmalaya yang Tergerus Kemajuan Zaman


Tasikmalaya - Jalan Cihideung Balong merupakan jalan arteri di Kota Tasikmalaya. Jalan satu arah ini menjadi salah satu akses menuju pusat kota dari arah barat Tasikmalaya.
Bagi sebagian besar masyarakat Tasikmalaya, kawasan ini memiliki satu ikon yang khas. Sepanjang Jalan Cihideung Balong ini adalah sentra penjualan VCD atau DVD bajakan.

Ratusan pedagang VCD berderet memadati trotoar. Dentuman musik terdengar riuh, seperti sedang adu kencang suara satu sama lain. Terkadang para pembeli yang berjubel sampai harus berteriak-teriak saat berkomunikasi dengan pedagang.

Kawasan Cihideung Balong sendiri menjadi salah satu simpul ekonomi sektor informal beromzet puluhan bahkan ratusan juta rupiah per hari. Namun itu dulu, kini suasana jalan Cihideung Balong berubah drastis. Sepi dari transaksi penjualan VCD, sunyi dari suara dentuman musik pemikat calon pembeli.

"Sudah tinggal kenangan, sekarang mah sepi," kata Sandi Acong (38), satu dari empat pedagang VCD/DVD yang masih tersisa di Jalan Cihideung Balong.

Sandi mengaku berjualan VCD/DVD di zaman sekarang sudah tak bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan utama. Dalam sehari bisa menjual 10 keping saja sudah luar biasa. Menjual 10 keping berarti tak sampai Rp 100 ribu, karena harga jual VCD Rp 6 ribu dan DVD Rp 8 ribu.

"Sudah tak bisa diandalkan, saya bertahan karena terbantu oleh berdagang kopi dan makanan kecil. Kebetulan posisi jualan saya di depan klinik kesehatan jadi sedikit terbantu," kata Sandi.

Kondisi saat ini sangat kontras jika dibanding dengan situasi pada masa keemasannya, tepatnya saat awal tahun 2000-an. Dulu di Jalan Cihideung Balong ini terdapat lebih dari 100 pedagang VCD/DVD.

Trotoar di kiri dan kanan jalan penuh oleh pedagang. Rumah atau toko yang berada di pinggir jalan pun ikut berubah jadi penjual VCD. Pembeli datang silih berganti, bahkan parkirannya kerap menimbulkan kemacetan.

"Dulu dalam sehari bisa dapat Rp 3 juta, kalau momen tertentu bisa sampai Rp 5 juta, bahkan lebih. Misalnya kalau libur sekolah, Lebaran, ada lagu atau film hits," kata Sandi.

Kala itu banyak pedagang yang sampai mampu mempekerjakan karyawan. "Banyak yang punya anak buah, kerjanya dibagi dua shift, pagi dan sore, Masing-masing shift dua orang. Sementara yang punya lapak fokus belanja barang ke Bandung atau Jakarta, selebihnya ongkang-ongkang, jadi bos kecil," kenang Sandi.

Sandi mengatakan penurunan penjualan VCD dan DVD mulai terasa sekitar tahun 2015, sebelum akhirnya dihempaskan pandemi COVID-19.

"Penyebabnya kemajuan teknologi. Mau lagu mau film sekarang tinggal download di ponsel. Terasa mulai 2015 penjualan terus turun sampai akhirnya ada pandemi, bangkrut," kata Sandi. Dia menambahkan masyarakat saat ini pun sudah jarang yang masih memiliki pemutar VCD/DVD.

Mayoritas para pedagang VCD di Jalan Cihideung Balong akhirnya alih profesi. Barang dagangan mereka yang masih tersisa kemudian dijual ke loak. "Barangnya dikilo ke tukang loak. Saya juga kemarin baru menjual, barang yang macet dan barang yang sudah usang. Satu kilo laku Rp 8 ribu," kata Sandi.

Sandi mengaku pasrah karena kemajuan zaman sulit untuk dilawan. "Pasrah saja, susah melawan kemajuan zaman. Setiap zaman ada orangnya setiap orang ada zamannya," kata Sandi.

Lusi Nurasiah (40) warga Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya mengaku beberapa tahun lalu sempat menjadi pelanggan beberapa pedagang VCD/DVD di Jalan Cihideung Balong.

"Saya kan suka Drakor (drama Korea), dulu sampai punya nomor ponsel pedagang DVD di Cihiba (Cihideung Balong). Kalau ada serial yang baru dia mengabari. Sekarang mah sudah enggak, karena tinggal download, di grup Telegram banyak," kata Lusi.

Selain itu Lusi juga mengaku dirinya sudah tak punya pemutar DVD, sehingga tak pernah lagi shopping ke Jalan Cihideung Balong.

Sumber : detik.com

15 Tempat Wisata Rekomendasi di Semarang Tahun 2023


Jakarta - Semarang merupakan daerah yang menyimpan banyak sekali objek wisata di dalamnya. Baik wisata alam, hiburan, hingga perkotaan, lengkap di kota ini.

Tetapi mungkin ada dari kamu yang belum mengetahui wisata-wisata menarik yang terdapat di kota ini. Jangan-jangan, jika berkunjung ke Semarang, kamu selalu ke tempat yang itu-itu saja.

Nah, detikcom merangkum beberapa tempat wisata yang menarik dikunjungi di tahun 2023 jika kamu berada di Semarang. Supaya kamu nggak kebingungan saat berwisata di kota ini.

1. Taman Bunga Celosia
Ingin memanjakan mata dengan melihat berbagai tumbuhan khususnya bunga yang indah dan segar? Berwisata ke Taman Bunga Celosia rasanya jadi pilihan terbaik jika kamu sedang di Semarang.

Selain menampilkan keindahan dari berbagai bunga dan taman, di sini pun terdapat berbagai bangunan estetik yang cocok untuk dijadikan sebagai latar foto yang indah.

Wisata ini telah dibangun sejak 2017 tetapi masih layak menjadi objek yang perlu dikunjungi. Hal tersebut karena taman ini memiliki luas sebesar 8,6 hektar dan memiliki lebih dari 20 spot foto seperti Vertical Garden, Little Korea, Little Italia, Tropical Garden, dan hingga berfoto dengan kawanan kelinci.

Biaya: Rp 25 ribu (hari biasa) dan Rp 30 ribu (akhir pekan)

Lokasi: Jalan Wisata Candi Gedong Songo KM 0,5, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang

Jam operasional: 08.00 - 17.00 WIB

2. Dusun Semilir Eco Park
Dusun Semilir Eco Park merupakan taman bermain yang menggabungkan berbagai objek wisata seperti wahana permainan, spot foto instagenic, wisata kuliner, tempat perbelanjaan, hingga tempat untuk menginap.

Konsep yang diusung adalah 'one stop destination'. Tak ayal tempat ini memiliki berbagai objek dalam satu tempat. Hal tersebutlah yang mungkin membuat banyak wisatawan datang dan ingin berlama-lama di tempat ini.

Untuk wahana permainan di sini terdapat permainan ikonik yaitu perosotan pelangi yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter. Pengunjung dapat meluncur di atas pelangi ini dengan menggunakan papan seluncur.

Sedangkan untuk spot lainnya yang sering dikunjungi adalah seperti spot foto instagramable. Terdapat beberapa spot indah seperti Alun Eropa, yang menyuguhkan nuansa unik seperti mini Eropa.

Biaya: Rp 30 ribu - Rp 90 ribu

Lokasi: Jln. Soekarno - Hatta No.49, Ngemple, Bawen, Ngemplak, Kabupaten Semarang

Jam operasional: 09.00 - 18.00 WIB

3. Danau Rawa Pening
Walaupun bukan merupakan objek wisata yang baru, Wisata Danau Rawa Pening tetap menjadi tempat yang indah di Semarang yang patut dikunjungi pada tahun ini. Hal tersebut karena keindahan dari objek wisata satu ini jarang kamu dapati dari tempat lain.

Objek wisata ini menyuguhkan sebuah danau alami yang luasnya hingga mencakup empat wilayah kecamatan di Kabupaten Semarang yakni Kecamatan Ambarawa, Tuntang, Bawen, dan Banyubiru.

Hal menarik dari tempat ini adalah pemandangan alam yang tersaji dari perpaduan air danau, hamparan persawahan, dengan latar Gunung Merbabu dan Gunung Ungaran membuat lokasi ini tampak sangat indah.

Selain itu di sini pun kamu pun dapat menikmati fasilitas lainnya seperti rumah makan apung, sewa perahu, hingga memancing ikan.

Biaya: Rp 3.000 (hari biasa) & Rp 3.500 ribu (akhir pekan)

Lokasi: Jln. Lingkar Selatan KM 3, Ambarawa, Kabupaten Semarang

Jam operasional: 08.00 WIB - 21.00 WIB

4. Bukit Cinta Rawa Pening
Setelah mengetahui keindahan alam dari Rawa Pening, rasanya begitu sulit dilewatkan tempat ini tanpa mengabadikannya dengan berfoto maupun berselfie. Untuk itu kamu rasanya perlu mampir ke Bukit Cinta Rawa Pening yang menyuguhkan banyak spot selfie yang menarik dan menampilkan tempat ini jadi makin indah.

Bagi traveler yang berkunjung ke sini akan dapat menikmati berbagai atraksi wisata yang tersaji, seperti foto di spot selfie, bersantai di taman atau pendopo yang estetik, hingga menaiki perahu untuk berkeliling sekitar danau.

Perpaduan antara indahnya pemandangan yang ditampilkan oleh Pegunungan, hijau dari area sekitar, air danau yang berlimpah, dipadukan dengan beberapa spot selfie yang menarik, membuat banyak orang enggan untuk tidak mengabadikan momen saat di sini.

Biaya: Rp 15 ribu

Lokasi: Kebondowo, Bukit Cinta, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang

Jam operasional: 07.00 WIB - 16.00 WIB

5. Ayanaz Gedong Songo
Wisata ini merupakan salah satu wisata hits di Semarang, tempat ini punya banyak spot instagramable untuk berbagai kebutuhan swafoto loh traveler. Bahkan saat ini mereka pun menyuguhkan 35 spot foto kekinian yang gratis maupun berbayar.

Spot foto favorit di antaranya seperti balon udara, bubble tent, tempat duduk estetik, hingga yang favorit adalah ruang santai di tengah kolam.

Selain menyuguhkan beragam spot selfie yang indah, daya tarik objek wisata ini adalah karena menyajikan pemandangan alam yang indah dan juga sejuk.

Bagi kamu yang ingin wisata sambil kulineran, di sini pun kamu dapat memesan makanan dan minuman yang mereka sediakan.

Untuk berkunjung ke tempat wisata ini, kamu perlu masuk terlebih dulu ke kawasan Candi Gedong Songo dengan membayar tiket sebesar Rp 10 ribu (hari biasa) dan Rp 15 ribu (akhir pekan). Kemudian pengunjung akan dikenakan biaya tambahan jika ingin memasuki objek wisata Ayanaz Gedong Songo.

Biaya: Rp 15 ribu (Anak-anak) dan Rp 25 - 30 ribu (Dewasa)

Lokasi: Candi Gedong Songo, Krajan, Banyukuning, Bandungan, Kab. Semarang

Jam operasional: 08.00 - 17.00 WIB

6. Vanaprastha Gedong Songo Park
Vanaprastha Gedong Songo Park merupakan salah satu tempat wisata yang menarik di area Gedong Songo. Tempat ini berfokus menyuguhkan tempat wisata alam yang cocok untuk refreshing ataupun hilang sejenak dari hiruk pikuk perkotaan.

Di sini kamu dapat menemukan area Hutan Pinus yang sejuk untuk dibuat piknik maupun bagus untuk jadi latar foto.

Bagi kamu yang ingin menginap di area ini pun kamu dapat menggelar tenda karena di sini terdapat area spot camping. Namun bagi kamu yang tidak ingin ribet, kamu pun dapat menginap di Villa yang tersedia banyak di area ini.

Ketika berkunjung ke sini, wisatawan perlu membayar tiket masuk kawasan Candi Gedong Songo terlebih dahulu, yaitu sebesar Rp 15 ribu. Kemudian baru membayar biaya tambahan untuk memasuki wisata ini.

Biaya: tiket Rp 8.000

Lokasi: Jln. Ke Candi Gedong Songo No.16, Krajan, Banyukuning, Bandungan, Kabupaten Semarang

Jam operasional: 08.00 - 18.00 WIB

7. Umbul Sidomukti
Menikmati pemandian dan kolam renang di atas ketinggian? Mengunjungi Umbul Sidomukti merupakan pilihan tepat jika kamu sedang di Semarang.

Objek wisata ini terletak di kaki Gunung Ungaran, membuat udara yang segar sekaligus indahnya panorama alam Semarang dapat kamu nikmati di sini.

Selain berendam di kolam renang yang sejuk, di sini pun kamu dapat nongkrong di kafe sambil menikmati makanan dan minuman yang tersedia.

Serta bagi kamu yang berkunjung dari daerah yang jauh, kamu pun dapat menginap di villa maupun resort yang mereka sediakan.

Yang favorit jika berkunjung ke sini adalah dengan datang ke Pondok Kopi Umbul Sidomukti yang memiliki keindahan yang menakjubkan karena memiliki ketinggian 1.200 mdpl.

Biaya: tiket masuk Rp 5.000 dan tiket berenang Rp 20 ribu.

Lokasi: Jln. Umbul Sidomukti, Blanten Lor, Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang

Jam operasional: 09.00 - 17.00 WIB

8. Museum Kereta Api Ambarawa
Bagi kamu yang ingin berwisata sejarah di Semarang punya banyak. Tak hanya Lawang Sewu, mereka pun memiliki wisata Museum Kereta Api Ambarawa loh.

Wisata ini menyuguhkan sejarah terkait kereta api, khususnya di daerah Semarang. Selain mencari tau sejarah yang terjadi, di sini pun kamu dapat ikut naik kereta uap yang klasik dan bersejarah.

Menaiki kereta uap tentunya jadi pengalaman berharga bagi siapapun, terlebih saat ini sudah tidak ada fasilitas kereta uap yang dapat digunakan oleh masyarakat umum.

Biaya: Rp 10 ribu (Anak-anak), Rp 20 ribu (Dewasa), Rp 30 ribu (WNA)

Lokasi: Jln. Panjang Kidul No.1, Panjang Kidul, Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang

Jam operasional: 08.00 - 16.00 WIB

9. Klenteng Sam Poo Kong
Tak hanya sebagai tempat Ibadah saja, tetapi Klenteng Sam Poo Kong juga menjadi tempat wisata ikonik bagi Semarang. Banyak orang yang enggan melewati kesempatan untuk berkunjung ke tempat ini jika sedang berada di Semarang.

Klenteng ini memiliki arsitektur dan ornamen khas klenteng pada umumnya, yaitu aksen warna merah yang menyelimuti banyak bangunan. Namun yang jadi menarik adalah di sini terdapat berbagai patung yang menarik dan indah.

Klenteng Sam Poo Kong dibangun untuk mengenang kedatangan Laksamana Cheng Ho yang datang ke pulau Jawa.

Selain itu tempat ini pun kerap mengadakan festival maupun acara yang digelar secara reguler di area klenteng.

Biaya: Rp 5 ribu - Rp 10 ribu (Anak-anak) dan Rp 10 ribu - Rp 15 ribu (Dewasa)

Lokasi: Jln. Simongan Raya No. 129, Semarang

Jam operasional: 09.00 - 20.00 WIB (haria biasa) & 08.00 - 20.00 WIB (akhir pekan)

10. Vihara Buddhagaya Watugong
Seperti Klenteng Sam Poo Kong, rumah ibadah ini pun menarik dikunjungi ketika kamu berwisata di Semarang. Vihara Buddhagaya Watugong. Tempat ini pun memiliki daya tarik tersendiri, salah satunya terdapat pagoda tertinggi di Indonesia.

Pagoda Avalokitesvara ini menjadi objek wisata menarik dikunjungi ketika traveler berkunjung ke Semarang. Tinggi pagoda ini mencapai 45 meter yang didesain semakin ke atas semakin menyempit.

Desain arsitektur pagoda ini begitu indah, membuat tempat ini dikagumi oleh berbagai kalangan. Pada pelataran pagoda, kamu dapat melihat patung Siddharta Gautama yang duduk di bawah pohon Bodhi yang rindang.

Selain memiliki tempat yang indah, di sini pun terdapat pula ritual Tjiam Shi yang kerap dilakukan oleh Umat Buddha untuk mengetahui nasib bagi dirinya. Biasanya di klenteng umumnya, masyarakat umum pun diperbolehkan untuk mencoba ritual ini.

Biaya: gratis

Lokasi: Jln. Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang

Jam operasional: 07.00 - 21.00 WIB.

11. Cimory On The Valley

Pasti kamu sudah tidak asing dengan nama tempat ini, yaitu berasal dari merk minuman susu yang memiliki beberapa tempat wisata di Indonesia, yang salah satunya terdapat di Semarang.

Cimory On The Valley cocok bagi kamu pecinta susu sapi, karena di sini kamu dapat menemukan berbagai olahan susu seperti susu segar, yoghurt, maupun makanan beku.

Selain menyuguhkan makanan dan minuman, tempat ini pun memiliki wahana lain berupa mini zoo. Tak ketinggalan terdapat pula beberapa replika landmark dunia yang cocok dijadikan latar belakang untuk hunting foto.

Biaya: Rp 15 ribu - Rp 60 ribu

Lokasi: Jln. Soekarno Hatta No.KM. 30, Begojuh, Jatijajar, Kecamatan Bergas, Semarang

Jam operasional: 09.00 - 19.00 WIB

12. Saloka Theme Park

Saloka Theme Park atau yang biasa disebut Saloka Park merupakan taman bermain yang sangat luas, bahkan digadang sebagai taman bermain terbesar di Jawa Tengah.

Wahana yang mereka sediakan pun cukup bervariasi, terdapat wisata ramah anak maupun yang menantang adrenalin seperti Bengak Bengok, yang merupakan wahana berbentuk lingkaran yang akan bergerak berputar serta maju-mundur dengan cepat.

Wahana lain yang juga tak kalah menantang adalah Paku Bumi, yang akan memberikan kamu sensasi dijatuhkan dari ketinggian 38 meter kemudian diangkat lagi dengan kecepatan yang tinggi, mirip seperti Histeria yang dimiliki oleh Dufan.

Selain menikmati berbagai permainan yang tersedia, di sini pun kamu dapat menikmati pemandangan indah dari Rawa Pening dari beberapa spot.

Biaya: Rp 120 ribu (hari biasa) dan Rp 150 ribu (akhir pekan dan hari libur)

Lokasi: Jln. Fatmawati No.154, Gumuksari, Lopait, Kecamatan Tuntang, Semarang

Jam operasional: 10.00 - 18.00 WIB

13. Lawang Sewu

Menjadi ikon wisata Semarang sejak lama, Lawang Sewu tentunya sulit untuk kamu lewatkan ketika berkunjung ke kota ini. Walaupun memiliki mitos seram yang menyelimuti tempat ini, tetapi banyak wisatawan yang tetap hilir mudik berwisata ke sini.

Hal tersebut karena Lawang Sewu memiliki keindahan berbagai arsitektur di dalamnya, baik arsitektur bangunan klasik yang khas, banyaknya pintu yang menjadi ikon tempat ini, serta kaca mozaik yang jadi tempat favorit pengunjung untuk berfoto.

Bangunan ini awalnya merupakan Kantor Pusat Administrasi Kereta Api, yang dibangun sejak tahun 1907.

Biaya: Rp 10 ribu (anak dan pelajar), Rp 20 ribu (dewasa), Rp 30 ribu (WNA)

Lokasi: Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Semarang

Jam operasional: 08.00 - 17.00 WIB.

14. Kota Lama Semarang
Walaupun telah berdiri lama, namun tempat ini pun masih cocok dikunjungi pada era ini. Kota Lama Semarang dijuluki "Little Netherland" karena memiliki berbagai bangunan dengan arsitektur bergaya klasik. Diperkirakan hingga saat ini masih terdapat 50 bangunan bergaya Eropa klasik tersebut.

Terdapat beberapa bangunan ikonik yang menarik dijadikan latar belakang foto, seperti Gereja Blenduk dan Susteran Ordo Fransiskan. Disinyalir kedua bangunan ini telah berdiri sejak lebih dari 100 tahun.

Biaya: Gratis

Lokasi: Jln. Letjen Suprapto No.31, Tj. Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang

Jam operasional: 24 jam

15. River Walk Boja
Tak jauh dari Semarang, tepatnya di Kendal, terdapat wisata yang juga sangat menarik untuk kamu kunjungi, yaitu River Walk Boja.

Destinasi wisata ini cocok sekali untuk tujuan rekreasi para keluarga. Hal tersebut karena tempat ini memiliki konsep taman rekreasi. Adanya Playground, Pet House, Bird House Paradise, serta kolam renang sangat cocok untuk membuat anak-anak menikmati tempat ini.

Banyak aktivitas yang dapat kamu lakukan di sini mulai dari berfoto, outbound, bermain, hingga menikmati kuliner.

Selain itu yang menarik di sini adalah terdapat berbagai bangunan dengan bertemakan Eropa, China dan lain sebagainya.

Bagi kamu yang ingin berlama-lama di tempat ini pun kamu dapat menginap di penginapan dengan konsep camping yang mereka sediakan.

Biaya: Rp 25 ribu - Rp 30 ribu

Lokasi: Jln. Veteran, Nagadibolo, Boja, Desa Ngadibolo, Kendal

Jam Operasional: 09.00 - 18.00 WIB

Sumber : detik.com

Mengungkap Kisah Mistis di Gedung Tua Engsun Tasikmalaya


Tasikmalaya - Keberadaan bangunan tua dan terlantar di kalangan masyarakat Indonesia kerap dikaitkan dengan kisah mistis atau hantu. Hal itu juga yang terjadi pada gedung tua Engsun di Tasikmalaya.

Komplek bekas pabrik sitrun atau asam sitrat milik Engsun, seorang pengusaha keturunan Tionghoa itu, disebut-sebut angker. Dikabarkan di tempat itu banyak dihuni makhluk astral

Salah satu buktinya, bangunan tua yang berlokasi di Jalan Taman Harapan, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya itu sering dijadikan lokasi syuting pembuatan konten video bertema mistis.

Di kanal YouTube misalnya, banyak pembuat konten misteri yang mengulas lokasi dengan luas sekitar 4 hektare ini. Bermacam jenis dan rupa hantu, diklaim menghuni kawasan itu.

Kusmara (68), warga sekitar sekaligus mantan pegawai pabrik sitrun Engsun mengaku tak memungkiri jika bangunan itu relatif angker.

"Lumayan angker lah karena puluhan tahun dibiarkan terlantar. Namanya bangunan kosong, pasti selalu saja ada cerita-cerita mistis, apalagi seluas ini," kata Kusmara.

Kusmara sendiri mengaku pernah dua kali melihat penampakan hantu di lokasi itu. Yang pertama penampakan kuntilanak dan yang kedua penampakan sosok pria tua.

"Kalau yang kuntilanak saya lihat di gedung dua lantai. Itu yang sering digunakan foto-foto atau bikin Youtube misteri," kata Kusmara.

Bangunan dua lantai itu menurut Kusmara asalnya bangunan tempat penyaringan hasil fermentasi bahan pembuatan asam sitrat. Sementara penampakan kedua yang dialami Kusmara, muncul di bekas kolam limbah.

Dia melihat sosok pria tua misterius. Kemunculan sosok itu muncul tiba-tiba dan menghilang tanpa jejak. "Yang kedua kakek-kakek di dekat kolam limbah. Itu juga aneh, tiba-tiba nembongan (menampakan diri) tapi tak lama menghilang," ujar Kusmara.

Namun berbeda dengan cerita Ajid (55), seorang pemulung yang kerap bermalam di kawasan itu. Meski tidak tiap hari, namun dia mengaku sering tidur di sebuah gubuk yang dia dirikan di komplek itu.

"Alhamdulillah belum pernah melihat. Tapi kalau dibilang angker ya angker, kan kalau malam hari tidak ada lampu," ungkap Ajid.

Dia juga sering melihat para pembuat konten video bercerita tentang keangkeran kawasan itu. "Banyak YouTuber yang datang, yang paling sering disebut oleh mereka adalah jurig dempak (hantu berwajah rata). Tapi saya belum pernah melihat, lagi pula tidak mau juga saya melihat yang begitu," katanya.

Tapi dari sekian banyak malam-malam yang dia lewati gedung tua Engsun, Ajid mengaku sempat merasakan takut hingga memilih kabur dan tidur di komplek olahraga Dadaha.

"Itu waktu beberapa hari setelah kejadian ada yang meninggal di saung sebelah sana. Malam berikutnya saya keu'eung kacida (takut sekali), sampai kabur ke Dadaha," kata Ajid.

Catatan detikJabar, kejadian warga meninggal dunia yang dimaksud Ajid adalah peristiwa temu mayat seorang tunawisma yang terjadi pada 12 Desember 2022. Tunawisma itu meninggal dunia di gubuk yang dia dirikan di komplek pabrik Engsun.


Sumber : detik.com

Adu Nyali di Hotel-hotel Berhantu di Dunia, Berani Nggak?


Jakarta - Mungkin kamu sudah biasa menginap di hotel yang punya pemandangan indah dan aneka daya tariknya. Namun, berani nggak menginap di hotel-hotel berhantu ini?
detikcom merangkum hotel-hotel dunia yang punya cerita menyeramkan bagi pelanggan. Kisahnya bahkan melegenda.

Katanya, ada penampakan hantu di hotel-hotel seram itu. Berani nggak nih untuk datang?

Berikut deretan hotel berhantu di dunia:
1. Karosta Prison, Latvia
Penjara yang sekarang menjadi hotel ini dulunya digunakan oleh Nazi dan militer Soviet sebagai penjara militer. Bisa kamu bayangkan bagaimana banyaknya peristiwa kelam di penjara ini dahulunya, bukan?

Jangan harap kamu mendapatkan penginapan mewah di sini. Karena kadang dari ribuan narapidana yang dihukum mati di sini, mereka muncul 'menyapa' para tamu hotel. Hotel ini sakarang menawarkan wisata di bangunan menyeramkan dan ada tur untuk pecinta petualangan ekstrem.

2. Toftaholm Herrgard, Swedia
Berada di pinggir Danau Vidostern, tentu hotel ini begitu nyaman untuk traveler yang butuh ketenangan. Terbayang suasana hotel pinggir danau yang terlihat indah di Swedia.

Namun, hotel bersejarah yang dulunya rumah bekas bangsawan di abad ke-14 ini punya desas-desus menyeramkan. Sering kali tamu yang menginap mendengar suara-suara halus dan jendela yang terbuka dengan sendirinya. Rumor juga mengatakan bahwa hotel ini dihantui oleh hantu seorang pemuda yang gantung diri di sini setelah cintanya, putri baron pemilik rumah yang dipaksa menikah dengan orang lain.

Saat ini, hotel memikat pengunjung dengan pesona rumah pedesaan dan spa tepi danau yang menawan. Juga mereka memanfaatkan masa lalunya yang menyeramkan dengan menyelenggarakan malam misteri pembunuhan secara rutin.


3. 1886 Crescent Hotel & Spa, USA
Katanya, 1886 Crescent Hotel & Spa adalah hotel paling berhantu di Amerika yang berada di Pegunungan Ozark. Sejarahnya, bangunan awalnya dibuka sebagai hotel di kota spa Eureka Springs namun diubah menjadi Rumah Sakit Penyembuhan Kanker Baker pada tahun 1937.

Norman Baker, mantan pesulap tanpa pelatihan medis, mengaku dapat merawat pasien kanker di sini. Sayangnya, banyak pasien yang tewas di bawah perawatan semu Baker dan sekarang arwah mereka berkeliaran di sekitar hotel.

Hotel ini punya ruang bawah tanah yang dulunya digunakan sebagai ruang otopsi dan kamar mayat. Biasanya pihak hotel menawarkan tur ruang bawah tanah kepada para tamunya. Berani?

4. Hotel Lord Milner, Afrika Selatan
Dulunya bangunan hotel ini adalah sakit militer selama Perang Anglo-Boer dengan menaranya yang berfungsi sebagai pengintai musuh. Bangunan ini awalnya dibangun oleh seorang Skotlandia bernama James Logan pada tahun 1884 dan dinamai menurut nama gubernur Cape pada saat itu.

Hotel tersebut ternyata memiliki perawat hantu yang tinggal lama dari era ini bernama Katie yang suka bermain kartu di malam hari di kamarnya. Juga ada hantu Lucy yang meninggal di sini selama perang Anglo-Boer - suka berkeliaran. Dia suka membuka kenop pintu tamu di malam hari. Ada juga hantu Lady Milner, yang sering terlihat berkeliaran di tempat itu dengan gaun putih panjangnya.

Dibalik kisah-kisah yang hantu dan sejarahnya, hotel ini juga hidden gem tempat menginap untuk merasakan suasana dunia lama kota Matjiesfontein era Victoria. Kawasan hotel yang terdaftar sebagai warisan ini terletak di tepi wilayah Karoo yang luas dan sepi di Afrika Selatan.

5. Hotel Ettington Park, Inggris

Dibalik kemegahannya, hotel Inggris ini punya kisah yang bikin bulu kuduk merinding. Bangunan mension gotik abad ke 19 ini dulunya adalah rumah bangsawan dengan pemandangan Lembah Stour nan cantik. Dimiliki oleh salah satu keluarga tertua Warwickshire selama bertahun-tahun, Shirleys, Ettington Park menjadi panti jompo pada tahun 1935 dan kemudian menjadi tahanan kamp perang.

Setelah kebakaran besar pada tahun 1979, bangunan tersebut terbengkalai selama beberapa tahun sebelum dipugar dan dibuka kembali sebagai hotel pada tahun 1980-an.

Seringkali tamu ditemani oleh orang-orang tidak terduga saat mereka bersantai di beranda di hotel Warwickshire yang megah ini. Sosok yang paling tereknal adalah Lady Emma, hantu mantan pengasuh di rumah bangsawan yang juga diketahui sering meluncur di sepanjang koridor Hotel Ettington Park pada malam hari dengan gaun putih panjangnya sebelum menghilang ke dinding.

6. Hotel Burchianti, Italia
Kota kuno Florence penuh dengan atmosfer dan kisah-kisah menarik dengan lebih dari sekadar tempat paranormal adu kebolehan. Hotel ini berbasis di daerah lama San Lorenzo dan hanya beberapa langkah dari Duomo dan Santa Maria Novella.

Hotel butik ini dulunya merupakan bagian dari istana Florentine milik keluarga bangsawan tua Castiglioni. Banyak lukisan dinding indah abad ke-15 yang telah dipugar masih menghiasi dindingnya.

Dibalik kehangatan dan sejarahnya, hotel ini punya banyak kisah penampakan hantu. Tamu-tamu banyak melaporkan melihat anak-anak melompat-lompat di aula, seorang wanita tua yang merajut di kursi dan sosok hantu pelayan pada dini hari. Juga dikabarkan bahwa pemimpin fasis Italia Benito Mussolini pernah tinggal di sini.

7. Q Station Retreat, Australia

Bangunan bekas karantina di North Head pelabuhan Sydney memiliki lokasi yang indah namun dulunya menjadi saksi beberapa peristiwa mengerikan. Tempat ini dibangun pada tahun 1832 untuk mengkarantina imigran awal yang menderita penyakit dan terkenal itu adalah tempat yang menakutkan bagi banyak orang dan dikatakan sebagai salah satu bangunan paling berhantu di Australia. Hampir 600 penduduk meninggal di sini karena demam berdarah, cacar, tipus, kolera atau flu Spanyol.

Sekarang, Q Station Retreat menyelenggarakan sejumlah tur hantu untuk orang-orang yang ingin menyaksikan aktivitas paranormal di sekitar jaringan gedung-gedungnya yang menakutkan. Saat mereka mendengarkan kisah-kisah mengerikan tentang para pasiennya, para tamu dituntun dalam tur melewati bekas rumah sakit, blok kamar mandi, kamar mayat, dan bangunan pondok penggali kubur.

8. Ch√Ęteau de Marcay - Marcay, Prancis
Terletak di Lembah Loire Prancis yang sangat indah, Chateau de Marcay adalah kastil abad ke-15 yang diubah menjadi hotel pada tahun 1973. Bangunannya seperti kastil dongeng dan ada juga mitos urban yang kental dengan hotel ini.

Ada sosok wanita dari Chateau de Marcay sebenarnya adalah manusia serigala, dan seorang petani menembaknya secara tidak sengaja setelah dia berubah suatu malam. Wanita itu sepertinya menghantui hotel karena para tamu dan staf telah melaporkan pertemuan dengan hantu wanita berpakaian putih.

Sumber : detik.com

Menyusuri Kecantikan Labuhan Merak, Destinasi Wisata Baru Andalan Situbondo

Liputan6.com, Situbondo - Kabupaten Situbondo kini mempunyai destinasi wisata pantai andalan yang baru, selain pantai Pasir Putih. Namanya wisata pantai Labuhan Merak.

Destinasi wisata Labuhan merak terletak di Dusun Labuhan Merak, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Dusun yang berada di kawasan konservasi Taman Nasional Baluran tersebut, saat ini mulai dikenal para wisatawan.

Di pantai Labuhan Merak atau yang lebih dikenal wisata Merak- Baluran ini tersimpan sejumlah destinasi wisata pantai yang masih sangat alami.

Objek wisata pantai Merak- Baluran ini masih dalam satu kawasan juga dengan Pantai Sijile, Pantai Bilik, Pantai Merak, Pantai Lempuyang, Pantai Kakapa, Pantai Balanan, Pantai Sirondo dan Pantai Batu Hitam

Bagi anda yang ingin berlibur ke Labuhan Merak yang letaknya berada di sisi utara Taman Nasional Baluran ini hanya membutuhkan waktu satu jam perjalanan mengendarai Mobil maupun kendaraan roda dua dari arah Kota Situbondo.

Sebelum masuk ke kawasan Pantai Labuhan Merak, para wisatawan terlebih dahulu akan memasuki gerbang masuk Taman Nasional Baluran wilayah Karang Tekok. Kemudian anda harus mengambil jalur kiri (lurus jalur pantura arah Banyuwangi).

Lima menit pertama perjalanan dari pintu masuk arah wisata Merak-Baluran, pengunjung akan tiba di Pos Jaga  Pengelolaan Taman Nasional Baluran Watunumpuk. Di pos ini, sekaligus anda akan diarahkan untuk membeli tiket masuk. Untuk harga tiket masuknya cukup murah yaitu Rp 6.000 per orang.

Kemudian, anda bisa melanjutkan perjalanan sejauh 7 kilometer menyusuri belantara hutan Taman Nasional Baluran. Selama perjalanan  akases masuk ke Labuhan Merak telah dibangun menjadi jalan makadam.

Panorama Pantai Bilik

Sebelumnya jalan dari Dusun Sidomulyo menuju Labuhan Merak hanya jalan setapak dan sulit dilalui. Telebih lagi pada saat musim hujan, jalur darat satu-satunya ini tidak bisa dilewati karena licin. Jika ingin ke dusun tetangga warga, harus memilih jalur laut menggunakan perahu.

Sekitar 15  menit perjalanan dari pos pembelian tiket masuk, pengunjung akan disuguhi  panorama Pantai Bilik. Di Pantai ini bisa menjadi tempat istirahat wisatawan sembari menikmati sejuknya suasana pantai. Di pantai bilik ini terbagi menjadi dua, yaitu teluk Bilik dan Semenanjung Blik.

Tak Jauh dari Pantai Bilik, ke arah barat daya sekitar 2 kilometer, pengunjung akan disuguhi pemandangan Pantai Sijile.

Pantai berpasir putih dan mempunyai dua murah yang terpecah daratan dan membentuk seperti lidah menjulur. Laut di Pantai Sijile juga dipenuhi trumbu karang hingga hutan bakau dan view Gunung Baluran.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah telah menyempatkan diri menikmati pemandangan alam pantai menaiki perahu karet disela-sela meresmikan pembangunan infrastuktur jalan le Labuhan Merak pada pertengan Januari 2023 lalu.

Bahkan Khofifah meyakini Pantai Sijile di kawasan Merak- Baluran ini bakal banyak dikunjungi wisatawan seiring telah rampungnya pembangunan infrastuktur jalan yang membelah Kawasan Taman Nasional Baluran.

“Saya optimis destinasi wisata Labuhan Merak ini terutama Pantai Sijile akan menjadi destinasi wisata paling banyak dikunjungi oleh wisatawan. Karena selain pantainya yang indah, sekarang akses jalanya juga sudah baik dan mudah dilalui wisatawan,”ujar Khofifah Indar Parawansa, beberapa waktu lalu.

Wisata Edukasi

Setelah menempuh perjalanan dari Pantai Bilik (Arah Timur) sejauh 3 kilometer, anda akan tiba di Pantai Merak. Pantai Merak merupakan Dusun Labuhan Merak yang dihuni sekitar 1.000 Jiwa.

Di Labuhan Merak ini juga mulai dirancang menjadi wisata edukasi, yakni Kandang Komunal ternak sapi. Karena di dusun ini terdapat sekitar 4.000 ternak sapi milik warga setempat.

“Kedepan daerah ini kita rancanag menjadi wisata edukasi yaitu kendang komunal sapi. Karena disini banyak sekali ternak sapi mencapai ribuan. Dan itu milik masyarakat sekitar,”ujar Bupati Situbondo Karna Suwandi

Kemudian bergeser ke arah timur, anda akan Kembali disuguhi Pantai Lempuyang, Pantai Kakap, Pantai Sirondo hingga Pantai Batu Hitam.

Sementara di Pantai Balanan, cocok untuk wisatawan yang hobi menyelam atau snorkeling. Karena pantai ini trumbukarangnya sangat bagus dan dipenuhi dengan ikan hias. Anda tertarik, ayo berkunjung ke Kabupaten Situbondo

Sumber : liputan6