Info Terkini

400 Warga Pamekasan Memilih Jadi TKI

Ilustrasi
PAMEKASAN, (16/9) – Sulitnya mendapatkan lowongan pekerjaan di Pamekasan membuat ratusan warga Desa Palengaan Dajah, Kecamatan Palengaan, memilih jadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

Dari 14 ribu jiwa masyarakat Palengaan Dajah dengan 10.700 yang memiliki hak pilih, setidaknya ada 400 jiwa menjadi TKI ke luar negeri. Selebihnya menjadi buruh tani, buruh bangunan, dan pedagang di pasar tradisional. Ada juga yang memilih menjadi guru di lembaga pendidikan yang ada di desa tersebut.

400 jiwa yang menjadi TKI tersebut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dan tersebar di Negara Malasyia, Arab Saudi, Brunai Darus Salam, dan sejumlah Negara lainya. Paling banyak, warga Palengaan Dajah mengadukan nasibnya ke Arab Saudi.

Kepala Desa Palengaan Dajah, Kecamatan  Palengaan, Syamsul Arifin mengaku tidak melarang warganya untuk menjadi TKI ke luar negeri. Sebab, pemerintah belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang layak dan pendapatan yang sesuai serta mencukupi kehidupan sehari-harinya.

Hampir dari 11 dusun yang berada di itu, warganya menjadi TKI. Ada sebagian merantau ke sejumlah daerah di Indonesia, seperti Lampung, Kalimantan dan Jakarta.

Saat ditanya apakah warganya yang menjadi TKI, menggunakan jalur resmi atau legal, Syamsul lebih memilih tidak menjawab pertanyaan awak media. Ia hanya menyampaikan, warganya yang jadi TKI, atas kemauan sendiri dan memilih pelayanan sesuai dengan keinginannya.

Syamsul mengaku warganya tidak pernah mendapatkan pendidikan dan latihan dari pemerintah, yang bermuara terhadap keterampilan usaha mandiri. Khususnya para generasi muda. Apalagi bantuan modal, juga tidak pernah disentuh oleh pemerintah.

Sebetulnya kata Syamsul, seandainya dinas terkait yakni Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Dinsosnakkertrans) bisa memberikan pelatihan misalnya menjahit dan dilaksanakan di desanya, maka warganya akan berbondong-bondong untuk belajar menjahit. Ditambah lagi bantuan alat jahit. Sebab, di desanya banyak lembaga pendidikan, sehingga, seragam sekolah bisa dibuat oleh masyarakat yang ada di desanya tidak dikerjakan di luar Desa Palengaan Dajah.

Ia berharap kegiatan Bunga Bangsa yang diselenggarakan Pemkab Pamekasan tidak hanya kegiatan seremonial, melainkan dapatnya bisa ditindaklanjuti oleh intansi terkait.

“Makna membangun desa tersebut dapatnya bisa melakukan pembangunan desa secara berkelanjutan, terarah, dan bisa melaksanakan permintaan masyarakat,” katanya.

Sumber :koranmadura.com

Rayakan Jadi Nenek, Wanita Ini Keliling 42 Negara Naik Motor

Rasa senang dan haru, selalu menyelimuti saat kedatangan bayi. Dan setiap orang merayakannya dengan cara masing-masing, baik itu bersama dengan keluarga atau sendirian.

Seperti yang dilakukan oleh Steph Jeavons yang berasal dari daratan Inggris. Ia menjadi wanita pertama di dunia yang menjelajahi 42 negara dan beberapa benua dengan sepeda motor, dalam rangka merayakannya menjadi seorang nenek.

Saat itu, anaknya yang bernama Nathan memberikan kambar gembira, jika ia akan mendapatkan anak dari pasangannya.

Lalu, wanita asal Old Conwy, Wales berusia 38 tahun, membuat sebuah niat, jika ia akan menjelajah 42 negara dengan motornya. Dan ia akhirnya mencatatkan dirinya di dalam buku rekor, yang berhasil menjelajah dunia dengan sepeda motor. Dan ia pun menceritakan betapa senangnya saat berkeliling dunia dengan motornya.

Saatia menjelajahi negara-negara di dunia, ia hanya menghabiskan uang sekitar Rp100 ribu perharinya, di antaranya untuk membeli bensin. Dan banya pengalaman yang menyenangkan selama diperjalanan yang ia tempuh.

Di setiap antara negara yang ia kunjungi, banyak sekali perasaan emosiolan menyelimutinya. Ia jugapergi ke Iran, di mana wanita tidak diperbolehkan untuk mengendarai kendaraan. Dan ia juga menceritakan bagaimana berada di medan perang saudara di Turki Selatan, bahkan ia harus memakai jilbab saat berada di Dubai.

Bukan hanya negara-negara itu saja, ia juga sempat menyambangi Kamboja, Malaysia, Singapura, hingga Indonesia sebelum menyeberang ke Benua Australia.

Sumber: saung99.blogspot.com/dailymail.uk

Persoalan TKI di NTT, Sekda Akui Adanya Makelar

Ilustrasi
KUPANG, (16/9)-- Pemerintah bisa melakukan pencabutan ijin dari perusahan pengerah tenaga kerja atau yang merekrut tenaga kerja dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya ini merupakan langkah tindakan tegas yang dilakukan pemerintah.

Hal ini disampaikan Sekda NTT, Frans Salem ketika ditemui Pos Kupang, Senin (15/9/2014).
Salem dimintai tanggapan pemerintah Propinsi NTT terkait kasus TKI yang selaku terjadi di wilayah NTT dan melibatkan tenaga -tenaga kerja dari NTT.

"Pemerintah kabupaten/kota maupun propinsi harus bertindak tegas apabila masalah TKI terjadi secara terus-menerus dan upaya tindak tegas yang ditempuh yakni mencabut ijin perusahaan yang merekrut atau perusahaan pengerah tenaga kerja," kata Salem.

Salem juga mengakui, dalam persoalan TKI di NTT ada makelar, sehingga masuk sampai ke desa atau kampung- kampung merekrut tenaga kerja.

Dan persoalan yang dihadapi adalah merekrut orang-orang tanpa ketrampilan yang berimlikasi pada daya tawar dan juga upah yang akan diterima oleh calon TKI tersebut.

"Dan yang lebih fatal apabila dokumen tidak lengkap, palsukan identitas terutama usia serta dokumen lain seperti rekomendasi dan ijin orang tua, suami atau istri dan pemerintah setempat. Dan ini perlu ada perhatian dan kerjasama semua pihak demi penyadaran kepada masyarakat," kata Salem.


Sumber :tribunnews.com

Dokumen Belum Lengkap, 25 TKW Asal Sumba Ditunda Keberangkatannya

Ilustrasi
Kupang, (16/9)--Kepala Dinas (Kadis) Nakertrans Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Simon S. Tokan merasa, tindakan pengamanan 15 (Tenaga Kerja Wanita (TKW) dari total 25 TKW yang berasal dari Pulau Sumba NTT  oleh salah satu LSM, beberapa waktu lalu di tempat penampungan PT. Total Data Persada itu sudah menyelahi aturan. “PT. Total Data Persada ini memiliki dokumen – dokumen yang lengkap dan perusahaan tersebut sangat legal.

“Demikian disampaikan Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT Simson S. Tokan kepada wartawan, Senin 15 September 25 September 2014, 13.30 Wita, di ruang kerjanya. Ia menganggap, perlakuan pegamanan 15 TKW ini oleh salah satu LSM sudah seperti pencuri saja. “Saya merasa ini adalah pencurian TKW. Pasalnya, pengamanan ini secara sepihak, dan tanpa di ketahui Kepala cabang PT. Total Data Persada tersebut, “Katanya.

Ia menjelaskan, kenapa saya mengatakan ini adalah pencurian TKW karena, secara aturan saja PT. Total Data Persada  ini mempunyai dokumen yang sangat lengkap, dan para TKW yang berada di tempat penampungan semua mempunyai dokumen yang lengkap. KTP yang di miliki para TKW ini semua di atas 20 tahun, tidak ada anak yang di bawa umur.

“25 TKW ini belum di berangkatkan karena masih menunggu kekurangan dokumen, yaitu Kartu Keluarga (KK) saja yang sedang di urus oleh pengurus PT. Total Data Persada di Pulau Sumba untuk segera di lengkapi dokumen – dokumen milik para TKW tersebut, dan fungsi dari penampungan ini sendiri guna untuk memeriksa kelengkapan dokumen dari para TKW yang akan di berangkatkan, bukan untuk disiksa atau tidak di beri makan sama sekali, “Tegasnya.

Ia mengatakan, PT. Total Data Persada ini sendiri adalah mitra dari dinas Nakertrans dan, memiliki dokumen kerja yang jelas, jadi  apa bila ada kekurangan – kekurangan  dokumen dari pihak perusahaan tersebut maka dari dinas Nakertras akan segera memanggil dan memberi teguran oleh perusahaan tersebut.

“Saya sudah memanggil pihak PT. Total Data Persada untuk bersama – sama melakukan pengecekan kembali dokumen – dokumen para TKW, dan tidak terbukti PT. Persada melakukan penlaggaran apa pun, apa lagi ada yang mengatakan para TKW itu ada yang anak di bawa umur, ini sangat tidak benar. Yang terbukti semuanya memiliki KTP berusia di atas 20 tahun, “Ungkapnya.

Ia menambahkan, nasib 15 TKW saat ini yang di taruh di rumah penampungan  milik  Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak di samping Kuburan Pahlawan Darmaloka, Kelurahan Pasir Panjang Kota Kupang saat ini lebih sengsara lagi, karena tidurnya tidak benar, makan dan minum pun tidak benar. Para TKW  malahan mereka lebih sengsara lagi di taruh di rumah penampungan tersebut. “25 TKW asal Pulau Sumba ini akan tetap kami brangkatkan, tetapi apabila masih ada TKW yang KKnya belum jadi kami akan pulangkan kembali sampai pengurusan surat – suratnya sudah lengkap semua baru kita berangkatkan, “Katanya.  (*hayer)

Sumber :zonalinenews.com

Kisah Curahan Hati Zainabon, TKW yang Disiksa Majikannya

 TKW asal Bireuen ini, Zainabonditemani adik kandungnya,Marzuki.
foto doc:kompas.com
Bireuen, (16/9)--Hanya tersisa garis-garis keriput di tengah raut ketakutan di wajah Zainabon, (57), warga Desa Rancong, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, setelah dua tahun disiksa majikannya saat menjadi TKW di Malaysia. Sebagian memar di tubuhnya mulai pulih hanya bekas siraman air panas memutih di kedua bahu perempuan paruh baya itu.

Melihat usianya, tak pantas rasanya ia mendapat perlakuan kasar dan keras selama dua tahun menetap di negeri orang dengan harapan bisa membawa pulang penghasilan yang dapat memperbaiki ekonomi keluarga. Sebaliknya ia dapat dua tahun disiksa dan tidak diberi upah sepeserpun hingga kedua matanya buta akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala yang kerap ia terima.

Sebelumnya Zainabon mengaku penyakit katarak juga sudah menggerogotinya sejak lama namun tidak mengganggu penglihatan perempuan yang masih betah melajang ini. Tetapi, pasca-pukulan kayu yang kerap ia terima itu mempercepat kebutaan yang ia alami.

”Saya udah sering bilang ke majikan supaya jangan pukul di kepala karena sakit tapi tidak didengar,” jelas Zainabon terbata.

Tak puas di situ, Rames dan Priya, begitu nama kedua majikannya ia sebut juga melakukan kekerasan dengan cara menyiramkan air panas di tubuh korban. Kebiadaban itu mereka lakukan di depan ketiga anak korban yang masih kecil tanpa rasa bersalah.

Zainabon mengaku sesaat tiba di Malaysia dua tahun lalu ia sempat bekerja pada majikan warga Melayu selama satu minggu. Baru kemudian ia dipindahkan oleh agen ke majikan keturunan India beragama kristen tersebut hingga dua tahun lamanya.

”Awalnya tidur masih beralas kasur kendati di ruang terbuka bukan kamar. Tak lama kasurpun dipindahkan dan saya tidur di selembar tikar saja,” urainya lemah.

Makanpun bisa dihitung jari tergantung pemberian majikan. Pedihnya Zainabon mengaku tak diizinkan melaksanakan shalat lima waktu dan mukenanya dibuang sang majikan.

”Kalau mau shalat nanti di kampung saja di sini banyak kerja,” ucap Zainabon meniru perkataan majikannya setiap saat ia minta mukenanya dikembalikan.

Hingga karena kerapnya mendapat perlakuan kasar tubuh Zainabon yang sudah tua melemah dan kedua matanya buta persis dua bulan lalu. Kondisi itu yang membuatnya dibuang sang majikan pukul tiga pagi di dekat pelabuhan Klang, Kuala Lumpur.

Zainabon lalu ditemukan polisi kerajaan setempat, ia dititip ke KBRI satu bulan dan kemudian 3 September kemarin dipulangkan ke Aceh. Hingga saat ini kondisi korban mulai membaik karena mendapat perawatan intensif di RSUD dr. Fauziah Bireuen.

Sumber : kompas.com


Berita Terkait :
Nenek Zainab TKI Korban Penganiayaan Majikan Jadi Buta Total

Gadis ini kecanduan perbesar payudara


Sarah Marie Summer, gadis 23 tahun asal Kota Sydney, Australia, mengaku kecanduan memperbesar payudara miliknya. Dia berambisi menjadi terkenal dengan memiliki payudara palsu terbesar se-Australia.

Gadis berdada sentosa ini mengatakan dia pertama kali menjalani operasi perbesaran payudara saat berusia 17 tahun di Selandia Baru, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Senin (15/9). Hingga kini dia sudah membesarkan buah dadanya sebanyak tiga kali, dari ukuran 8A menjadi 8M.

Meski begitu dia mengaku tetap ingin membesarkan payudaranya. Dengan penampilannya saat ini saja dia sudah mendapat banyak tawaran modelling dan penggemar yang banyak di media sosial.

"Saya pikir orang tidak percaya saya ingin terlihat seperti yang saya mau," kata Sarah. "Saya ingin terlihat lucu dan besar."

Pada Juli tahun lalu Summer menjalani operasi perbesaran payudara kedua sehingga ukuran buah dadanya menjadi 10DD.

"Perasaan saya campur aduk setelah operasi karena tidak sesuai yang saya bayangkan. Ukurannya masih kurang besar jadi saya melakukan operasi lagi."

Setelah dioperasi ketiga kali dengan biaya Rp 154 juta, ukuran payudara Summer menjadi 10C tapi dia masih belum 100 persen puas dan sedang menabung buat operasi lagi.

Meski ukuran dadanya yang luar biasa besar membuat dia merasa sakit punggung dan aktivitasnya terganggu, Summer merasa dia tidak pernah sebahagia ini dalam hidupnya.

"Saat menyetir cukup merepotkan. Saya harus belajar menari lagi dan seringkali saya menjatuhkan barang karena tersenggol payudara atau gelas minum saya jatuh dan membasahi dada."

Sumber :merdeka.com

Susu Bubuk Juga Bisa Jadi Masker Wajah


Tidak dipungkiri, banyak wanita yang ingin terlihat cantik. Banyak cara yang dilakukan mulai dari perawatan di dokter kecantikan hingga perawatan alami dirumah. Jika anda adalah salah satu wanita yang cinta alami yuk coba masker alami dari susu bubuk..


Masker Susu Dengan Madu

Selain nikmat diminum, susu bubuk juga bisa Anda gunakan untuk masker. Campurkan 2 susu bubuk dengan 1 sdt madu, campur di dalam mangkok, lalu aduk hingga teksturnya lembut seperti pasta. Oleskan pada seluruh wajah dan leher, kemudian diamkan selama 15-20 menit. Bilas dengan air dingin hingga bersih.

Masker Susu Dengan Sari Jeruk Nipis
Anda juga bisa meracik sendiri masker pencerah wajah dengan bahan satu ini. Caranya mudah, campur susu bubuk dengan beberapa tetes sari jeruk nipis dan 1 sdt madu. Aduk hingga teksturnya seperti pasta, lalu balurkan pada wajah dan leher. Hindari area mata dan wajah. Tunggu hingga 20 menit, lalu bilas hingga bersih.

Masker Susu Dengan Minyak Almond
Hampir sama seperti langkah sebelumnya, campur susu bubuk dengan sedikit air lemon, lalu masukkan beberapa tetes minyak almond. Aduk hingga rata dan lembut. Gunakan pada seluruh wajah dan leher, lalu diamkan selama 20 menit. Bersihkan dengan handuk yang dibasahi air hangat, kemudian bilas dengan air dingin.


Sumber :freshdailyinfo.com

Polisi Sukabumi Ringkus Wanita Penipu Calon TKI

Ilustrasi
PALABUHANRATU, (16/9).- Euis Hasanah (39) yang mengaku sebagai penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI) diringkus Kepolisian Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kabupaten Sukabumi, Senin (15/9). Tersangka diduga telah menipu sepuluh calon TKI dari berbagai daerah di Indonesia yang menanggung kerugian hingga Rp 169,5 juta.

Kepala Satuan Resor Kriminal Polres Kabupaten Sukabumi Galih Wisnu Pradipta, Senin (15/9/2014), mengatakan, para korban terkena bujuk rayu tersangka dengan iming-iming jadi TKI ke Taiwan. "Mereka dijanjikan bekerja di perusahaan tekstil dengan gaji bruto Rp 39 juta, tetapi setelah terkena berbagai potongan menjadi hanya Rp 17 juta," katanya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kata Galih, Euis yang merupakan warga Yon Armed 13 RT 13 RW 11 Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mengaku sebagai penyalur dari PT Wira Karya Utama. Ketika diselidiki, ternyata pihak PT Wira tidak pernah memberikan surat tugas ataupun menerima berkas-berkas para korban.

Menurut Galih, ternyata tersangka pernah terjerat kasus yang sama pada 2012. Tersangka sempat ditahan sekitar 1 tahun, tetapi dibebaskan dengan uang jaminan dan dengan pertimbangan pelaku sedang mengandung.

Tersangka akan dijerat oleh Pasal 378 dan 372 KUH Pidana tentang Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman kurungan empat tahun penjara. Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka yang terlibat akan bertambah.

Irwanto, warga Lampung yang ditemui di Polres Kabupaten Sukabumi, menuturkan, dia dijanjikan bekerja di Taiwan dengan gaji tinggi. "Apalagi, mes dan biaya makan ditanggung. Kami tinggal di rumah Usman, temannya Euis," ujarnya.

Intan, warga Sragen, mengaku, kecurigaan mereka muncul setelah diajak ke berbagai instansi terkait di Bandung, seperti Imigrasi dan BP3TKI, tetapi hanya diajak makan-makan. "Kami tidak pernah diajak masuk gedung. Diajak ke BNP3TKI hanya sampai parkiran, tidak diajak masuk, yang antar adalah Dadang. Setelah makan, kami diajak pulang," tuturnya.

Koordinator Bantuan Hukum Migrant Care, Muslihah, yang ditemui di Polres Kabupaten Sukabumi, menyatakan, ini kasus serupa kedua yang dihadapinya pada 2012. Ketika itu melibatkan 24 TKI yang total kerugiannya sekitar Rp 400 juta.

"Polisi harus temukan skema penipuan. Jatuhkan hukuman yang seberatnya. Kalau tidak, dia bisa menipu lagi. Apalagi, ada dekengan yang diduga dekeng dari TNI. Euis mengaku suaminya TNI," tuturnya

Sumber :pikiran-rakyat.com

Gaji Tak Dibayar, Empat TKW Minta Dipulangkan

Ilustrasi TKI Deportasi
BATAM, (16/9) - Empat Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia dideportasi dari Malaysia, Sabtu (13/9). Mereka dipulangkan ke tempat asal melalui Batam adalah Ana, Naidah, Mariam, serta Daimah. Keempatnya berasal dari Jabar, Jember Jatim, serta NTB.

Kepada Batam Pos (JPNN Grup), keempatnya mengaku minta dipulangkan melalui KBRI karena selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tak sekalipun gajinya pernah diberikan oleh majikannya di Malaysia.

Tak itu saja. Beberapa dari TKW ini bahkan tak terhitung lagi diperlakukan kasar seperti dipukuli oleh majikannya gara-gara alasan yang tak jelas. Tiap diminta gaji, sang majikan berbalik mengancam akan mempolisikan para pencari ringgit ini.

Keempat TKW ini dipulangkan melalui Pelabuhan feri Internasional Batam Kota. Seperti yang dialami Ana, TKW asal Tulungagung Jawa Timur ini. Sudah sering kali ia diperlakukan majikannya secara tak manusiawi dengan hanya dikasih jatah makan sekali saja selama sehari ia bekerja.

"Saya baru satu bulan masuk ke Malaysia melalui PJTKI di kampung saya. Pas kerja disana, sama majikan hanya dijatah satu kali makan dalam sehari. Kalau ada pekerjaan yang salah sedikit saja, rambut saya dijambaknya sampai pusing rasanya di kepala ini," ujar Ana, wanita yang masih berumur 25 tahun ini.

Bahkan saat hendak berangkat dari kampungnya menuju penampungan, beberapa barang berharga milik Ana seperti perhiasan emas dan ponsel dirampas agen penyalur atau PJTKI.

Kejadian yang sama juga dialami oleh Naidah, perempuan asal Jember Jawa Timur ini. Selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah orang Malaysia, dirinya tak pernah digaji atau diberi upah sebagai haknya.

"Saya pertimbangkan kalau saya pertahankan terus seperti ini, saya tak dapat apa-apa, badan saya sakit semua. Makanya saya pilih pulang sajalah kerja di Jawa apa adanya," terang Naidah.

Naidah bisa dipulangkan setelah dirinya memberanikan diri mendatangi KBRI dan menceritakan apa yang sudah dialaminya selama sebelas bulan mencari penghidupan di Malaysia.

Keempat TKW ini akan di berangkatkan dari Shelter penampungan di Dinas Sosial menggunakan KM Kelud atau Pelni ke Jakarta pada hari Rabu (17/9). Keempat TKW ini berangkat tanpa dokumen yang lengkap dan resmi, sehingga dengan mudah dipermainkan oleh sang majikan di Malaysia. (gas)

Sumber :jpnn.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HoLiDay - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger