KUALA LUMPUR – Seorang pembantu rumah tangga (PRT) warga Indonesia, Rukimah Juandi (51), cidera parah di kepala akibat diserang dua ekor anjing jenis "American bulldog" saat mengepel lantai rumah majikannya.

Selain menyerang Rukimah, anjing tersebut juga menyerang pedagang nasi lemak dan seorang polisi yang mencoba menolong.


Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang mengepel lantai rumah majikannya di Kampung Masjid Lenggeng, Seremban, pada Rabu (23/4/2014) pagi.

Rukimah seperti dikutip media-media lokal di Kuala Lumpur, Kamis mengatakan, saat tiba di rumah setelah membeli nasi lemak, dia melihat ada kotoran anjing di atas lantai lalu mengepelnya.

Namun ia tidak melihat kehadiran dua ekor anjing itu di dekat rumah majikannya tersebut.



"Tiba-tiba dua anjing itu menyerang dan menggigit tangan kiri sehingga saya terjatuh. Saya coba melawan tapi anjing itu semakin ganas dan menggigit kepala saya sehingga kulit kepala tertanggal," katanya.

Rukimah yang cidera parah di kepala, badan dan patah tangan kiri mengatakan, kedua anjing tersebut bagian dari 10 ekor anjing yang dipelihara pemilik kebun cabai seluas dua hektar yang terletak bersebelahan rumah majikannya.

Korban sempat berteriak minta tolong. Pedagang nasi lemak, Hoosni Anuar Hamid, yang mendengar teriakannya datang dan membunyikan klakson mobil sehingga kedua anjing tersebut pergi.

Hoosni kemudian membuat laporan polisi dan memanggil ambulans di klinik terdekat. Namun tanpa disangka, saat tiba di warung miliknya Hoosni diserang oleh dua anjing tersebut.

Seorang anggota polisi, Mohd Nasser yang melihat kejadian itu berusaha menolong, namun ia pun diserang oleh anjing sehingga terluka di kaki.  https://www.facebook.com/HolidayCellular?ref=hl

Polisi tersebut kemudian mengambil senapan dan menembak mati kedua ekor anjing tersebut.

Sementara itu Kepala Polisi Daerah Nilai Superintendan Abdullah Roning mengatakan pemilik anjing tersebut akan ditahan karena kelalaian yang menyebabkan kecederaan.

Ia terancam penjara enam bulan atau denda 2 ribu ribu ringgit jika terbukti bersalah.

Pemilik anjing tersebut juga diduga memelihara 10 ekor anjing tanpa izin.

https://www.facebook.com/clara.lin.10236



Sumber :bisnis.com
Jakarta - Lima orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dibebaskan interpol dari sebuah panti pijat plus-plus di Kuala Lumpur, Malaysia. Saat ini, pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya masih memburu seorang pelaku yang diduga mendagangkan kelima korban.

"Pelakunya SY (Syifa) ini masih dicari," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/4/2014).

Pelaku menjanjikan korban untuk dipekerjakan di Malaysia sebagai TKI di restoran atau perkebunan. Namun pada kenyataannya, korban dipekerjakan di sebuah panti pijat plus-plus di Malaysia.

"Korban juga tidak dibayar selama bekerja di sana serta mengalami kekerasan," imbuh Rikwanto.

Kelima korban rata-rata berusia 14-16 tahun. Kelima korban diselamatkan, setelah sebelumnya pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya menerima laporan dari salah satu orangtua korban, pada Sabtu 22 Maret 2014.

Bermula ketika korban meninggalkan rumah orangtuanya di Sukmajaya, Depok pada Februari 2014 lalu. Saat itu, korban pamit ke orangtuanya untuk menginap di rumah temannya di Jl Jabon, Depok II Timur, Depok.

Namun kemudian pada tanggal 6 Maret 2014, korban pergi dari rumah tersebut tanpa berpamitan pada temannya. Selanjutnya, orangtua korban menerima pesan singkat dari nomor provider Malaysia pada tanggal 18 Maret 2014.

Dalam pesan singkat itu, korban mengabarkan kepada orangtuanya kalau ia berada di Malaysia untuk bekerja. Namun pasport dan ongkos dipegang oleh pelaku.

https://www.facebook.com/HolidayCellular?ref=hl
Dalam laporan bernomor LP/1034/III/2014/PMJ/Ditreskrimum, korban melaporkan seseorang bernama Syifa yang diduga menjadi pelaku. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti aparat Polda Metro Jaya yang kemudian berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri.

"Kemudian Hubinter bekerjasana dengan interpol di Malaysia, akhirnya bisa diamankan 5 orang korban ini," imbuh Rikwanto.

https://www.facebook.com/pages/Holiday-Fashion/628084940563336?ref=hl


Sumber :detikNews.com

Cong You Bing ( Pancake daun bawang ) adalah salah satu makanan yang sangat favorit di Taiwan. Karena pembuatannya yang mudah, sering kali makanan ini dibuat sebagai sarapan pagi dengan ditemani minum dou ciang (susu kedelai).


Berikut Resep dan video cara pembuatannya:

Bahan bahan :
2 cangkir tepung terigu
1/2 liter air mendidih
1 cangkir air biasa
1/2 sendok teh garam
2 tangkai daun bawang
minyak goreng

ilustrasi
BANYUWANGI - Penghuni lokalisasi Sumber Loh, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, mendapat tawaran sebagai pekerja migran di luar negeri apabila berhenti dari profesi mereka saat ini.
Kesempatan ini, diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi seiring rencana penutupan lokalisasi terbesar di Banyuwangi tersebut.


Kepala Dinas Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi Alam Sudrajat mengatakan, penghuni lokalisasi, baik itu pekerja seks maupun mucikari akan difasilitasi untuk bekerja di luar negeri dan juga transmigrasi.

Dinas Sosial juga akan bekerjasama dengan perusahaan pengerah tenaga kerja untuk proses pelatihan dan pemberangkatan ke luar negeri.

"Kami sudah beberapa kali sosialisasi kepada penghuni Sumber Loh, dan kami juga sudah bicara dengan perusahaan pengerah jasa tenaga kerja ," kata Alam.

Hanya, kata Alam, hingga saat ini belum ada pekerja seks ataupun mucikari yang menyambut tawaran untuk bekerja ke luar negeri ataupun bertransmigrasi.

Sejauh ini, penghuni lokalisasi lebih tertarik mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan, seperti merias wajah dan memotong rambut dan membuat kerajinan dan membuat makananan olahan.

"Pada dasarnya kami ingin memberdayakan para PSK atau penghuni lokalisasi lainnya seiring rencana penutupan lokasisasi Sumber Loh pada tahun ini," ucapnya.

Lokalisasi Sumber Loh yang dihuni 94 pekerja seks komersial menjadi satu-satunya lokalisasi belum berhasil ditutup.

Sebelumnya, 10 lokalisasi lain sudah ditutup secara bertahan sejak 2013 dan penghuninya menjalani proses rehabilitasi.

Pemkab Banyuwangi sendiri telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar untuk menutup lokalisasi Sumber Loh. Para PSK maupun mucikari akan mendapatkan dana sekitar Rp5juta sebagai bantuan dan permodalan untuk usaha.




Sumber :tribunnews.com
Pekerja TKI ilegal Indonesia ditangkap pihak berwenang polisi malaysia


Rabu 23 April 2014,Sembilan warga negara Indonesia menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking). Mereka ditipu dan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Pihak KBRI Kuala Lumpur akan memulangkan sembilan TKI yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut ke Indonesia.

Duta Besar RI untuk Malaysia, Herman Prayitno mengatakan, delapan dari sembilan korban tersebut diberangkatkan oleh agen perseorangan berkewarganegaraan Indonesia yang diketahui bernama FZ atau dikenal dengan nama panggilan Ina. Mereka lalu dipekerjakan sebagai PSK.

"Tujuh orang di antaranya berusia di bawah umur, namun data tanggal kelahiran mereka di paspor diubah menjadi lebih tua. Para korban dijanjikan bekerja di rumah makan atau salon dengan gaji besar di Malaysia, namun ternyata dipekerjakan sebagai PSK," ungkap Herman.

Herman melanjutkan, data KBRI Kuala Lumpur mencatat bahwa tiap tahun jumlah kasus TPPO yang ditangani oleh pihaknya terus meningkat. Pada 2012 terdapat 2 kasus, kemudian pad 2013 meningkat menjadi 7 kasus. Pada kuartal I 2014, sudah ada 3 kasus yang ditangani oleh KBRI Kuala Lumpur.

"Terungkapnya kasus TPPO dengan korban perempuan di bawah umur yang dijadikan PSK merupakan fenomena baru yang sangat mencemaskan. Berdasarkan informasi para korban, masih banyak korban lainnya yang masih dieksploitasi sebagai PSK dimana sebagian besar masih di bawah umur," kata Herman.

Saat ini, menurut Herman, pihak KBRI terus berkoordinasi dengan Divisi Anti-Trafficking Polisi Malaysia untuk menyelamatkan mereka. Dari informasi yang telah terkumpul, KBRI Kuala Lumpur menilai bahwa apa yang saat ini terungkap hanya sebagai fenomena puncak Gunung Es dan diduga jaringan Ina hanya salah satu jaringan perdagangan orang yang beroperasi di Malaysia.

Pada 22 April 2014, KBRI Kuala Lumpur juga menerima tiga korban TPPO yang dipekerjakan sebagai PSK, dimana salah seorang di antaranya masih berusia 15 tahun. Namun ketiga TKI tersebut belum dapat dipulangkan.

"Ketiga TKI tersebut direkrut oleh jaringan yang berbeda dengan jaringan Ina. Saat ini KBRI Kuala Lumpur terus bekerjasama secara intensif dengan instansi terkait di Indonesia terutama Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM RI yang telah secara cepat merespons dan mendukung penanganan kasus ini dengan memperkuat pengawasan pembuatan paspor di seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia," ujar dia.

Herman menegaskas, perlu penegakan hukum yang efektif kepada semua pihak yang terlibat mulai perekrutan hingga pengiriman untuk memberikan efek jera.

Sementara, otoritas Malaysia saat ini masih mengejar Ina yang telah diketahui identitas dan alamatnya di Malaysia. Selanjutnya, aparat penegak hukum di Indonesia dapat segera membongkar jaringan perekrutan kelompok Ina maupun yang lainnya.


"KBRI Kuala Lumpur mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperkuat aspek pencegahan dengan melakukan public awareness campaign guna meningkatkan kewaspadaan, termasuk orang tua, terutama dengan adanya iming-iming bekerja di Malaysia dengan dijanjikan bayaran yang menggiurkan," tutur Herman. (adi)

Sumber :vivanews.com
ilustrasi
BREBES - Dua warga Kabupaten Brebes yang bekerja menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di Taiwan dinyatakan hilang. Sejak 2010, kabar kedua ABK tersebut tidak diketahui lagi oleh keluarga.

Dua ABK itu adalah Junaedi, 29, warga Desa Cimunding, Kecamatan Banjarharjo, dan Muktar Saefuri, 28,  warga Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Keduanya merupakan ABK yang bekerja di kapal berbeda. Pihak keluarga sendiri tengah meminta Federasi ForMigran untuk mengadvokasi kasus tersebut.
 
Edi Susanto, kakak Junaedi menuturkan, adiknya berangkat ke Taiwan sejak Agustus 2008. Junaedi menjadi ABK di kapal cumi. Dua bulan kemudian, Junaedi menelepon dalam keadaan baik-baik saja. Namun, sejak 2010, tiba-tiba perusahaan pengerahnya memberikan cashbon sebesar Rp 5 juta kepada keluarga. Sejak saat itu, Junaedi tidak ada rimbanya lagi.

Selama di Taiwan, lanjut dia, Junaedi tidak pernah sekalipun kirim uang gaji kepada keluarga. "Kami sudah mencoba mencari keberadaan PJTKI-nya, tapi tidak ada lagi, PT-nya ternyata sudah ganti nama dua kali. Lah, sejak 2011, PT itu sudah tidak ada lagi entah kemana," kata Edi.

Sementara, kejadian serupa juga menimpa Muktar Saefuri yang berangkat pada 2008. Saefuri hingga kini tidak diketahui kabar pastinya. Mustofa, kakak Saefuri mengakui, adiknya sudah dinyatakan meninggal dan hilang saat berlayar bersama kapal bendera Taiwan di perairan Amerika Selatan. Hanya saja, kabar tersebut, bukan didapat dari lembaga yang memiliki otoritas, melainkan testimoni dari ABK lain asal Indonesia.

Melalui surat yang berkop kapal tulisan Taiwan tersebut, teman-teman Saefuri menuturkan bahwa Saefuri hilang dilaut setelah jatuh dari dek. Sempat dipegang, tapi Saefuri akhirnya tidak bisa diselamatkan. "Salah satu teman dia itu kebetulan satu desa dan sudah pulang. Yang membuat keluarga curiga, dia tidak pernah sekalipun main ke rumah, apalagi cerita. Barang milik Saefuri juga diantarkan orang lain," terangnya.

Pihak keluarga kini berharap agar ada kabar pasti terkait dengan hilang dua ABK tersebut. Mereka merindukan mereka bisa kembali ke rumah dengan selamat. Untuk Saefuri, kabar meninggalnya itu diketahui menjelang empat hari pulang ke Indonesia karena habis kontrak.

Sementaar Koordinator ForMigran Jamaludin mengaku sudah mengupayakan pihak terkait untuk melacak keberadaan mereka. Kasus Junaedi kini sudah disampaikan kepada Konsulat Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) untuk berurusan dengan pihak agensinya.

"Untuk keberadaan PT penyalur, kami juga sudah berkoordinasi dengan Kemenlu dan BP2TKI untuk mengusut masalah ini. Sepertinya ada aturan yang dilanggar," ujar Jamal.

Sementara, penanganan Muktar Saefuri, pihaknya menengarai ada upaya untuk menyembunyikan informasi yang sebenarnya tentang penyebab kecelakaan kerja korban.

 "Ada kejanggalan dalam laporan peryataan hilang tersebut, karena bukan dikeluarkan pihak berwenang. Hak keduanya untuk mendapatkan upah kerja juga belum terealisasi secara penuh. Kami mencoba semaksimal mungkin," katanya. (ism)



Sumber :jpnn.com