Intip Strategi Indofarma (INAF) Tahun Depan, Ada Bisnis dan Produk Baru


Produsen farmasi PT Indofarma Tbk. (INAF) membidik pertumbuhan dua digit pada tahun depan dengan mengembangkan produk dan bisnis baru.

 

 

 

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan perseroan merencanakan penambahan lini bisnis baru seperti alat kesehatan dan obat herbal. Selain itu, penyediaan alat kesehatan dan obat-obatan juga akan melibatkan kerja sama operasi (KSO) dengan rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta.

 

 

"Jadi tidak harus jual-beli, tapi kami bisa dalam bentuk KSO dan bisnis-bisnis baru yang akan kami kembangkan tentunya yang related dengan industri farmasi," kata Arief ditemui usai acara Bisnis Indonesia BUMN Award di Jakarta, Selasa .




Dia menuturkan penjualan obat sepanjang tahun ini diperkirakan tumbuh sekitar 15 persen. Tren penurunan kasus Covid-19 menurutnya berdampak pada kinerja penjualan meski tak signifikan.



Arief menuturkan selama pandemi Covid-19, industri farmasi justru mengalami penurunan pertumbuhan. Penjualan obat dan alat kesehatan terkait Covid-19 membantu menopang kinerja industri.

 

 

Sedangkan penjualan obat non Covid, meski terjadi peningkatan, tetapi nilainya juga tidak besar. "Secara industri, farmasi masih negatif growth. Kami di Indofarma beruntung tidak mengalami negative growth," ujarnya.

 

 

 Sebelumnya, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin Muhammad Taufiq mengatakan industri farmasi masih akan terus bertumbuh di tengah tren penurunan kasus Covid-19 di Tanah Air.

 

"Diperkirakan [industri kimia, farmasi, dan obat tradisional] masih akan terus tumbuh di masa depan. Proyeksi ini berdasarkan fakta kebutuhan obat di dalam negeri saat ini sudah dipenuhi oleh industri farmasi di dalam negeri," ujarnya.


Taufiq mengatakan sekitar 76 persen kebutuhan obat telah mampu disuplai oleh industri farmasi domestik. Sedangkan 24 persen sisanya yang masih diimpor merupakan obat-obat paten dan berteknologi tinggi.


 

Produsen farmasi PT Indofarma Tbk. (INAF) membidik pertumbuhan dua digit pada tahun depan dengan mengembangkan produk dan bisnis baru. Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan perseroan merencanakan penambahan lini bisnis baru seperti alat kesehatan dan obat herbal. Selain itu, penyediaan alat kesehatan dan obat-obatan juga akan melibatkan kerja sama operasi (KSO) dengan rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta. "Jadi tidak harus jual-beli, tapi kami bisa dalam bentuk KSO dan bisnis-bisnis baru yang akan kami kembangkan tentunya yang related dengan industri farmasi," kata Arief ditemui usai acara Bisnis Indonesia BUMN Award di Jakarta, Selasa

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Intip Strategi Indofarma (INAF) Tahun Depan, Ada Bisnis dan Produk Baru", Klik selengkapnya di sini: https://ekonomi.bisnis.com/read/20211130/257/1472256/intip-strategi-indofarma-inaf-tahun-depan-ada-bisnis-dan-produk-baru.
Author: Reni Lestari
Editor : Muhammad Khadafi

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Sumber :bisnis.com ekonomi

Peritel Masih Boncos, Kunjungan Akhir Tahun Bakal Tidak Sesuai Target


Rata-rata tingkat kunjungan di pusat perbelanjaan diperkirakan tidak mencapai target pelaku usaha, imbas dari pengetatan yang mulai diterapkan pemerintah jelang akhir tahun. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan tingkat kunjungan ke mal atau pusat perbelanjaan menunjukkan tren kenaikan sejak pemerintah menerapkan berbagai pelonggaran yang dimulai pada Agustus 2021. Rata-rata tingkat kunjungan sempat diramal mencapai 70 persen sampai akhir tahun, lebih tinggi daripada 2020 yang hanya sekitar 50 persen. “Namun dengan diberlakukannya kembali pembatasan mulai awal Desember 2021 ini dan menjelang Natal dan Tahun Baru, hampir dapat dipastikan target tingkat kunjungan tersebut tidak akan tercapai,” kata Alphonzus, Selasa

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Peritel Masih Boncos, Kunjungan Akhir Tahun Bakal Tidak Sesuai Target", Klik selengkapnya di sini: https://ekonomi.bisnis.com/read/20211130/12/1472250/peritel-masih-boncos-kunjungan-akhir-tahun-bakal-tidak-sesuai-target.
Author: Iim Fathimah Timorria
Editor : Muhammad Khadafi

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIO


Rata-rata tingkat kunjungan di pusat perbelanjaan diperkirakan tidak mencapai target pelaku usaha, imbas dari pengetatan yang mulai diterapkan pemerintah jelang akhir tahun.

 

 

 

 

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan tingkat kunjungan ke mal atau pusat perbelanjaan menunjukkan tren kenaikan sejak pemerintah menerapkan berbagai pelonggaran yang dimulai pada Agustus 2021. Rata-rata tingkat kunjungan sempat diramal mencapai 70 persen sampai akhir tahun, lebih tinggi daripada 2020 yang hanya sekitar 50 persen.

 

 

 

 “Namun dengan diberlakukannya kembali pembatasan mulai awal Desember 2021 ini dan menjelang Natal dan Tahun Baru, hampir dapat dipastikan target tingkat kunjungan tersebut tidak akan tercapai,” kata Alphonzus, Selasa


Alphonzus mengatakan bahwa pengelola hanya berharap rata-rata tingkat kunjungan tidak lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Sejumlah segmen tenant tercatat menjadi pendorong tingkat kunjungan.



Dia mengatakan tenant atau peritel produk makanan dan minuman menjadi prioritas kunjungan masyarakat, diikuti dengan toko-toko yang menjual produk kebutuhan sehari-hari dan peralatan rumah tangga.

 

 

“Beberapa waktu terakhir ini kategori hiburan juga sudah mulai menunjukkan peningkatan. Mungkin karena masyarakat mulai jenuh dengan aktivitas di rumah,” tambahnya.

 

 

Dia lantas memastikan protokol wajib vaksinasi bagi pengunjung terus diterapkan dengan menggunakan Peduli Lindungi. Menurutnya, tingkat kepatuhan makin karena masyarakat telah terbiasa.


 

“Masyarakat dapat melihat sendiri secara langsung bahwa pusat perbelanjaan adalah salah satu fasilitas publik yang masih konsisten dalam memberlakukan skrining melalui PeduliLindungi secara ketat dan disiplin,” katanya.

 

 

 

Sebagaimana diketahui, pemerintah mulai mengantisipasi risiko naiknya mobilitas dan aktivitas masyarakat pada akhir tahun dengan menerapkan kebijakan PPKM yang lebih ketat.

 

 

 

Mulai 30 November sampai 13 Desember 2021 misalnya, status PPKM di DKI Jakarta telah naik ke level 2, menyusul tren kenaikan kasus Covid-19. Selama periode ini, tingkat keterisian pusat perbelanjaan dibatasi di angka 50 persen.

 

 

 

 

 Kebijakan serupa juga akan diterapkan selama momen Natal dan Tahun Baru 2022 yang dimulai pada 24 Desember 2021. Pemerintah mengeluarkan instruksi kepada seluruh pemerintah daerah untuk membatasi aktivitas, termasuk menerapkan pembatasan tingkat kunjungan di pusat belanja menjadi 50 persen.

 

 

 

Meski demikian, jam operasional di pusat perbelanjaan bakal diperpanjang dari awalnya 10.00 sampai 21.00 menjadi pukul 09.00 sampai 22.00 demi menghindari kepadatan pengunjung pada waktu tertentu. Bioskop dan restoran juga diizinkan menerima pengunjung dengan kapasitas maksimal 50 persen.


 

Sumber :bisnis.comekonomi

Bisnis Menggiurkan Madu Klanceng Petani Milenial Jatinom Klaten


Muhammad Wiji Supriyono, 36, seorang petani milenial di Dukuh Karang Kendal RT 003/RW 004, Desa Bengking, Kecamatan Jatinom, Klaten, mengembangkan madu klanceng, sejak 2018. Selain memiliki banyak khasiat dan sangat menguntungkan secara ekonomi, budidaya lebah klanceng ditujukan menjaga ekosistem alami. 
 
 

Sebelum mengembangkan madu klanceng, Muhammad Wiji Supriyono telah mengembangkan madu biasa terlebih dahulu. Memasuki 2018, Muhammad Wiji Supriyono mulai serius mengembangkan madu klanceng. Selain dirinya, madu klanceng di Bengking juga dikembangkan salah seorang tetangganya, Marjono. 

 

Ketertarikan mengembangkan madu klanceng bermula dari banyaknya khasiat yang diperoleh dari madu jenis tersebut. Madu klanceng diyakini dapat mempercepat penyembuhan sakit demam, batuk, terapi kehamilan, hingga mendukung imun tubuh di tengah pandemi Covid-19.

 

Keberadaan lebah klanceng juga dinilai dapat melestarikan ekosistem secara alami. Di lihat dari segi bisnis, budidaya maju klanceng diyakini sangat menguntungkan.
Berbekal dari keunggulan tersebut, Muhammad Wiji Supriyono terus mengembangbiakkan lebah klanceng. Lebah klanceng itu hidup berkoloni di dalam kotak yang biasa disebut setup. Dalam 2-3 bulan, satu setup dapat menghasilkan madu klanceng 150 ml-200 ml.

 

“Madu klanceng dari sini dijual secara offline dan online [pemasaran sudah menjangkau berbagai daerah di Tanah Air],” kata Muhammad Wiji Supriyono, saat ditemui wartawan di Desa Bengking, Kecamatan Jatinom, Sabtu.
Muhammad Wiji Supriyono mengatakan penjualan madu klanceng mencapai puncaknya justru saat muncul pandemi Covid-19. Saat terjadi ledakan kasus Covid-19 di Klaten, pertengahan 2021, penjualan madu klanceng mencapai rekor.
“Saat terjadi puncak virus corona beberapa bulan lalu, penjualan madu klanceng bisa mencapai 50 liter dalam satu bulan. Sebelumnya, penjualan madu klanceng sekitar delapan liter per bulan [harga madu klanceng bervariasi, senilai Rp110.000 (140 ml), Rp235.000 (250 ml), 450 kg (Rp450.000)],” katanya.


Muhammad Wiji Supriyono mengatakan budidaya lebah klanceng tetap prospektif di masa mendatang. Selain dapat menjual madunya, pembudidaya lebah klanceng juga dapat menjual kotak atau setup sebagai rumah lebah klanceng.
“Satu setup itu biasanya dijual Rp150.000. Dalam tiga bulan sudah bisa panen sendiri,” katanya.
Hal senada dijelaskan Yuni, selaku istri Muhammad Wiji Supriyono. Sehari-harinya, Yuni juga membantu penjualan madu klanceng yang dikembangkan suaminya. “Yang beli itu ada konsumen, reseller, agen, hingga distributor,” katanya

 

 

 

Sumber :solopos.com

Bisnis Pulih, Kinerja Duo Indofood Kompak Melesat


Emiten barang konsumsi milik Grup Salim kompak membukukan kinerja positif selama sembilan bulan pertama tahun ini. Pendapatan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tumbuh 23,87% secara year on year (yoy) jadi Rp 72,8 triliun. 

 

Laba usaha INDF naik 42% menjadi Rp 12,23 triliun. Dengan demikian, margin laba usaha meningkat menjadi 16,8% dari 14,7%. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk INDF pun naik 44% menjadi Rp 5,41 triliun. Sementara margin laba bersih naik menjadi 7,4% dari 6,4%.  

 

Direktur Utama dan Chief Executive Officer INDF Anthony Salim mengakui, bisnis perusahaan induk dari Bogasari ini juga terpengaruh kenaikan harga komoditas, yang membuat biaya bahan baku meningkat. Meski begitu, INDF bisa menerapkan model bisnis yang menghasilkan kinerja positif selama tiga kuartal tahun ini. 

 

Anak usaha INDF, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), juga sukses mencatatkan pertumbuhan penjualan 25,75% secara tahunan  menjadi Rp 42,62 triliun. Laba usaha ICBP juga naik 37% menjadi Rp 8,82 triliun. Dengan demikian, margin laba usaha meningkat menjadi 20,7% dari sebelumnya 19%. 

 

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tumbuh 25% menjadi Rp 4,97 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp 3,96 triliun. Sementara, margin laba bersih stabil di level 11,7%.  

 

Anthony yang juga menjabat sebagai Direktur Utama dan CEO ICBP menuturkan, kerja keras dan kekuatan model bisnis yang terintegrasi mampu membuat ICBP tetap tumbuh positif. "Kami tetap positif menghadapi berbagai tantangan serta mempertahankan kinerja kami secara berkelanjutan," sebut dia dalam rilis, kemarin. 

 

Kinerja ICBP

 

Saat ini ICBP memiliki 60 pabrik yang tersebar di Indonesia. Langkah ICBP mengakuisisi produsen mi instan Pinehill Company Limited juga membuahkan hasil positif. Perusahaan ini memiliki lebih dari 20 pabrik yang berlokasi di Afrika, Timur Tengah dan Eropa Tenggara. Oleh karena itu, ICBP kini menjadi produsen mi instan terbesar di dunia, dengan pangsa pasar yang kuat secara global. 

 

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin menilai, sepanjang tahun ini perusahaan makanan dan minuman menghadapi masa-masa sulit untuk mempertahankan margin profitabilitas. Ini karena efek kenaikan harga komoditas serta lambatnya pemulihan daya beli akibat pandemi yang berkepanjangan dan bauran produk.

Meski begitu, Mimi optimistis kondisi bisnis secara bertahap akan menjadi lebih di tahun depan dibandingkan kondisi pada tahun ini. Pembukaan kembali ekonomi seharusnya menjadi pertanda bagi pemulihan daya beli dan penjualan akan menjadi lebih baik bagi perusahaan barang konsumsi.

Harga komoditas juga berpeluang turun. "Kami percaya bisa turun dari level tahun ini karena kesenjangan permintaan pasokan kemungkinan akan mereda," kata Mimi, Senin (29/11). Dia juga menilai risiko kenaikan harga komoditas bisa dimitigasi dengan menaikkan harga dan melakukan efisiensi biaya, terutama biaya operasional. 

Mimi memperkirakan INDF dan ICBP bisa mencatatkan pertumbuhan laba bersih masing-masing 8,8% dan 8,3%. Dia merekomendasikan beli INDF dan ICBP dengan target masing-masing Rp 8.300 dan Rp 10.925 per saham. Kemarin, INDF ditutup di Rp 6.300 dan ICBP di 8.450.    

 

 

 

Sumber :kontan.co.id

5 Faktor Penyebab Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya Indonesia

Tarian Sipitu Cawan di Desa Meat, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, salah satu bukti kekayaan budaya Indonesia. Apa penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya masyarakat Indonesia? Foto: Pradita Utama

Indonesia dikenal memiliki beragam suku bangsa dan budaya masyakarat yang bertahan di tengah perkembangan zaman. Hal ini menjadikan bangsa Indonesia memiliki beragam bahasa, kepercayaan, agama, ras, dan lain-lain. Apa saja faktor penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya masyarakat Indonesia?
Keberagaman seperti di Indonesia merupakan hal yang tidak selalu dimiliki oleh negara-negara lain. Karena itu, keberagaman suku bangsa dan budaya masyarakat Indonesia dapat menjadi aset bangsa, selama masih terjaga persatuan, kerukunan, persaudaraan, dan sikap saling menghormati.


Dr. H. Sutirna, S.Pd., M.Pd. dalam buku Pendidikan Lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi menjelaskan sejumlah faktor penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya masyarakat Indonesia.

Faktor Penyebab Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya

Letak Strategis Wilayah Indonesia
Indonesia terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra India, serta antara benua Asia dan Australia. Letak Indonesia membuat negara ini menjadi jalur perdagangan internasional. Lalu lintas perdagangan tidak hanya membawa komoditas dagang, tetapi juga pengaruh kebudayaan luar pada budaya Indonesia.

Kedatangan bangsa asing yang beda ras dan menetap di Indonesia juga menimbulkan keragaman ras, agama, dan kepercayaan.

Kondisi Negara Kepulauan
NKRI yang terdiri atas ribuan pulau terpisah menghambat hubungan antarmasyarakat dari pulau yang berbeda-beda. Di satu sisi, masyarakat tiap pulau pun jadi mengembangkan budaya masing-masing sesuai tingkat kemajuan dan lingkungannya.

Kondisi ini menimbulkan keragaman suku bangsa, bahasa, budaya, peran laki-laki dan perempuan, kepercayaan, dan agama di Indonesia.

Perbedaan Kondisi Alam
Kondisi alam yang berbeda seperti daerah pantai, pegunungan, daerah subur, padang rumput, pegunungan, dataran rendah, rawa, hingga laut mengakibatkan perbedaan masyakarakat. Kondisi kekayaan alam, tanaman yang dapat tumbuh, hewan yang hidup di sekitarnya, juga memengaruhi keberagaman di tengah masyarakat Indonesia.

Contoh, masyarakat pantai punya bentuk rumah, mata pencaharian, makanan pokok, pakaian, kesenian, hingga kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat pegunungan.

Keadaan Transportasi dan Komunikasi
Kemajuan transportasi dan komunikasi mendukung pertukaran budaya dari beragam wilayah di Indonesia. Sementara itu, transportasi dan komunikasi yang terbatas juga mendukung keberagaman masyarakat Indonesia.

Penerimaan Masyarakat atas Perubahan
Sikap masyakarat pada hal-hal baru, termasuk budaya baru dari luar, memengaruhi keberagaman masyakarakat Indonesia. Contoh, ada sebagian masyarakat yang mudah menerima orang atau budaya asing, seperti masyarakat perkotaan. Sementara itu, ada juga sebagian masyarakat yang tetap bertahan dengan budaya sendiri.

Nah, itu dia faktor penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya masyarakat Indonesia. Yuk, jaga persatuan, saling menghormati, dan saling mengasihi antarsuku bangsa dan budaya di Indonesia



Sumber : detik.com

Unik, Pisang di Gunungkidul Tumbuh 4 Tandan dalam 1 Pohon

Pisang tumbuh 4 tandan dalam satu pohon di Girisekar, Panggang, Gunungkidul - (Kontributor SuaraJogja.id/Julianto)


Buah pisang di Pedukuhan Blimbing RT 05 RW 05, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul ini memang menarik perhatian. Pasalnya dalam satu batang tumbuh dua cabang dan masing-masing cabang tumbuh di dua Tandan.

Pisang berjenis Ambong Pongo milik Parsinem (56) kini menjadi idola di wilayah Blimbing. Pasalnya pohon pisang miliknya tumbuh empat tandan dalam satu batang. Tentu harganyapun jauh lebih tinggi dari pisang-pisang sejenis.

"Alhamdulillah sekarang banyak yang meminta bibitnya," ungkapnya, Jumat (26/11/2021).

Parsiyem mengaku, pisang empat tandan ini memang spesial karena dalam satu tandan bisa muncul 10 sisir pisang. Namun di tandan yang lain hanya minimal ada empat sisir pisang dengan ukuran sedikit lebih kecil dibanding yang utama.

Menurut dia, tidak ada firasat ap apun sebelum pisang tersebut muncul empat tandan. Pisang tersebut awalnya pisang biasa dan bibitnya didapat kakakya ketika bekerja di Kapanewon Karangmojo.

"Saat itu kakak saya meminta benih dan dikatakan tumbuhnya bisa kembar," ungkapnya.

Kini banyak yang meminta bibit pisang tersebut karena dinilai memiliki angka ekonomi lebih besar dibanding yang biasa. Mereka tertarik sekali tanam bisa langsung mendapatkan empat tandan pisang.

Pisang tersebut merupakan generasi ketiga. Pisang pertama tumbuh hanya satu tandan saja kemudian setelah dipotong dan dijual barulah pohon baru muncul yang memiliki tandan kembar.

"Dan ini sudah berbuah ketiga kalinya kok pisangnya ada empat tandan," paparnya.

Hal ini membuatnya bangga, apalagi nilai jual pisang berjenis Ambon Pongo tersebut jauh lebih tinggi dibanding dengan pisang lain meskipun jenis yang sama. Pada buah kedua yang kembar tersebut dia dapat meraup untung Rp150 ribu pertandannya.

Baru di generasi ketiga tersebut Pisang Ambon Pongo miliknya sudah kembar empat. Ada ada dua cabang dan masing-masing cabang mulai muncul dua tandan, sehingga satu pohon pisang ada empat tandan yang tumbuh bebarengan.

"Ukurannya memang agak beda tetapi semuanya tumbuh besar. Rasanya juga enak," terangnya.


Sumber : suara.com

Varian Omicron Picu Jepang - Israel Tutup Pintu Bagi Orang Asing, Menkes Negara G7 Rapat Darurat


"Kami (mengambil tindakan) dengan rasa krisis yang kuat," katanya kepada wartawan sebelumnya, meskipun belum ada infeksi Omicron yang ditemukan di Jepang seperti dikutip dari situs France24, Senin (29/11/2021). 

Australia akan meninjau kembali rencana untuk membuka kembali mulai 1 Desember untuk migran dan pelajar yang terampil, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pada hari Senin, menambahkan itu "agak terlalu dini" untuk mengembalikan karantina hotel dua minggu untuk pelancong asing.

"Jadi kami hanya mengambil langkah ini pada satu waktu, mendapatkan informasi terbaik, membuat keputusan yang tenang dan masuk akal," kata Morrison kepada Nine News.

Panel keamanan nasional akan bertemu di kemudian hari untuk menilai pelonggaran perbatasan mulai Rabu, tambahnya, sementara para pemimpin negara bagian dan teritori akan bertemu.

Morrison menyerukan ketenangan karena tingkat keparahan, penularan, dan resistensi vaksin Omicron belum ditentukan, menggemakan pernyataan WHO.

Gejala Omicron sejauh ini ringan dan dapat dirawat di rumah, kata seorang dokter Afrika Selatan, salah satu yang pertama mencurigai varian yang berbeda.

Penetapan Batas Perjalanan Akibat COVID-19 Indonesia hingga Saudi

Sejauh ini negara-negara dari Indonesia hingga Arab Saudi telah memberlakukan pembatasan perjalanan bagi pengunjung dari Afrika selatan.

Singapura telah menunda dimulainya jalur perjalanan vaccinated travel lanes dengan negara-negara Timur Tengah, seperti Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, mengingat peran mereka sebagai "simpul transportasi" untuk negara-negara yang terkena dampak, kata kementerian kesehatannya.

Sedangkan negara di Asia Tenggara yang kaya dan tetangganya Malaysia membuka kembali perbatasan darat mereka, salah satu yang tersibuk di dunia, yang memungkinkan para pelancong yang divaksinasi untuk menyeberang setelah penutupan yang berlangsung hampir dua tahun.

Inggris mengatakan akan mengadakan pertemuan mendesak para menteri kesehatan G7 pada hari Senin.

Dalam upaya paling luas melawan varian baru COVID-19 tersebut, Israel akan melarang masuknya orang asing dan memperkenalkan kembali teknologi pelacakan telepon ala kontra-terorisme.

Afsel Kecam Larangan Masuk Terhadap Warganya

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Afrika Selatan mengecam tindakan pembatasan masuk bagi warga negaranya -- yang pertama kali terdeteksi varian Omicron -- itu sebagai tindakan yang tidak adil dan berpotensi membahayakan ekonomi, dengan mengatakan pihaknya dihukum karena kemampuan ilmiahnya untuk mengidentifikasi varian lebih awal.

"Larangan bepergian tidak diinformasikan oleh sains, juga tidak akan efektif dalam mencegah penyebaran varian ini," kata Presiden Cyril Ramaphosa, Minggu.

"Satu-satunya hal yang akan dilakukan adalah semakin merusak ekonomi negara-negara yang terkena dampak dan melemahkan kemampuan mereka untuk merespons."

Sementara itu, Presiden Joe Biden akan memberikan pembaruan tentang varian baru COVID-19 itu dan tanggapan AS pada hari Senin waktu setempat, Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dibutuhkan sekitar dua minggu untuk mendapatkan informasi pasti tentang penularan dan fitur lain dari Omicron, kata Dr. Anthony Fauci, pejabat tinggi penyakit menular AS, kepada Biden, tambahnya.

Fauci percaya vaksin yang ada "kemungkinan akan memberikan tingkat perlindungan terhadap kasus COVID yang parah", kata Gedung Putih.

Berpotensi lebih menular daripada varian sebelumnya, Omicron, pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan, telah ditemukan di Australia, Belgia, Botswana, Inggris, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, Belanda, dan Afrika Selatan.

Diperlukan "berhari-hari hingga beberapa minggu" untuk memahami tingkat keparahan varian, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang telah menjulukinya sebagai variant of concern atau varian yang menjadi perhatian.


Sumber : liputan6.com

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Asia Capai Level Mengkhawatirkan di Masa Pandemi Covid-19

ilustrasi kekerasan terhadap perempuan | pexels.com/@karolina-grabowska


Kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan merupakan momen tepat untuk merefleksikan apa yang dialami para perempuan di Asia. Sebuah laporan yang dirilis oleh Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional di minggu ini, kekerasan berbasis gender meningkat di masa pandemi Covid-19.

Penyebabnya banyak, termasuk meningkatkan tekanan sosial ekonomi di keluarga dan kuncitara yang memaksa para perempuan tinggal di rumah. Bentuk kekerasan yang dialami pun beragam dan tak sedikit yang mengerikan.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Senin (29/11/2021), berikut beberapa kasus kekerasan terhadap perempuan Asia yang menonjol di masa pandemi:

1. Disiksa, dipenggal, dan dilecehkan

Sejumlah ahli dan advokat di Pakistan menyebut kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di sana mencapai level mengkhawatirkan. Salah satu korbannya adalah Noor Muqaddam (27). Ia disiksa dan dipenggal di Islamabad pada Juli 2021.

Menurut laporan media setempat, tersangka utamanya adalah Zahir Jaffer. Ia menahan Muqaddam selama tiga hari. Ketika perempuan itu mencoba kabur, petugas keamanan dan tukang kebun menutup gerbangnya. Orangtua Jaffer juga dituduh terlibat dalam kejahatan itu karena mereka mengetahui Noor disekap di luar keinginannya, tetapi tidak melaporkannya ke polisi.

Kasus lainnya menimpa Ayesha Ikram, seorang kreator TikTok. Ia dilecehkan dan diraba-raba oleh sekitar 400 lelaki ketika sedang syuting video di Taman Iqbal di Lahore, pada Agustus 2021.

"Kerumunan orang sangat besar dan mereka memanjat pagar dan datang ke arah kami. Mereka lalu mendorong dan menarik saya sampai-sampai pakaian saya robek," katanya dalam sebuah pernyataan polisi, menurut outlet berita lokal Dawn.

Negara maju seperti Singapura juga tak lepas dari masalah itu. Negara itu melaporkan jumlah kekerasan seksual meningkat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi 70 persen korban tidak melaporkannya secara formal karena takut tak dipercaya dan mengkhawatirkan reaksi keluarga dan teman-teman mereka.

2. Terjebak dengan Pasangan yang Kasar hingga Pernikahan Paksa

Hampir sepertiga dari sekitar 736 juta perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia mengalami kekerasan seksual sekali dalam seumur hidup. Tetapi, angka tersebut belum memasukkan pelecehan seksual. Situasi pandemi Covid-19 telah mencuatkan isu ini, khususnya kekerasan dalam rumah tangga.

Juru bicara Harmony House, shelter pertama di Hong Kong yang menampung perempuan korban kekerasan, mengatakan ada 272 keluarga ditampung sejak Januari tahun lalu hingga Februari tahun ini. "Kekerasan dalam rumah tangga merupakan isu yang biasa.. Tetapi, Covid-19 telah meningkatkan kesempatan dan frekuensi terjadinya kekerasan itu, yang berujung pada meningkatnya jumlah kasus yang ditampung di shelter," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Linda S.Y. Wong, Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerhati Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang berbasis di Hong Kong. Ia menyebut sejak April 2020 hingga Maret 2021, 2.665 permintaan pendampingan diterima lewat jalur telepon dan layanan chating online. Ini menjadi angka tertinggi dalam empat tahun terakhir.

"Selama beberapa tahun terakhir, meningkatnya waktu tinggal di rumah telah memperburuk masalah emosional dan keluarga yang diperburuk yang dihadapi oleh beberapa korban-penyintas kekerasan seksual, yang meningkatkan kebutuhan mereka akan dukungan emosional," kata dia.

Rendahnya akses pendidikan terhadap perempuan juga meningkatkan risiko pernikahan paksa di masa pandemi yang dihadapi etnis minoritas di Hong Kong dan Inggris Raya. Masalah itu bahkan sudah mengendap lama di India dan Pakistan. Pandemi memperburuk tekanan keuangan, bahkan anak usia 8 tahun dipaksa menikah.

3. Ditampar, Diancam, dan Ditekan




Banyak kaum migran menghadapi dinding tak terlihat saat hendak memenuhi kebutuhan dasarnya. Banyak dari mereka juga menunjukkan gejala Depresi dan kelelahan, bahkan beberapa mengalami kekerasan fisik. Di Hong Kong, misalnya, seorang pekerja migran mengalami kekerasan lebih dari setahun hingga memicu kemarahan dari 370 ribu pekerja migran lainnya yang kebanyakan berasal dari Filipina dan Indonesia.

Eden Gumba Pales menuduh majikannya telah menganiayanya, termasuk ditampar di wajah, dipukul dengan spatula, dipaksa memakan bubur yang mengandung deterjen, hingga kepalanya dibenturkan ke tempok karena lupa membersihkan mainan anak-anak majikannya.

Pekerja asal Filipina itu juga diancam dibunuh. Ia pun harus bekerja berlebihan dan tidak boleh keluar saat hari liburnya. Majikannya kini ditahan dan sidang pertama direncanakan digelar pada Januari 2022.

4. Tekanan Politik dan Opresi

Ketidakstabilan politik di berbagai kawasan di Asia juga memicu kekerasan terhadap perempuan. Kasus itu dihadapi perempuan dan anak perempuan Afghanistan yang tidak bisa mengakses pendidikan ataupun bekerja sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021. 

Mereka bahkan tidak memiliki kebebasan, termasuk juga mendapat ancaman kekerasan. Salah satu korbannya adalah Frozan Safi, aktivis dan dosen ekonomi berusia 29 tahun yang ditembak mati di utara Afghanistan. 

Di Myanmar, hak para pekerja perempuan untuk mendapatkan gaji yang layak dihilangkan sejak militer berkuasa. Mereka dipaksa membayar uang saat melintasi titik perlintasan militer, beberapa bahkan dilecehkan secara verbal dan seksual.

5. Kamera Pengintai dan Pemerasan

Ancaman pemerasan kepada perempuan juga meningkat selama pandemi Covid-19. Hong Kong, Kamboja, hingga Singapura menyoroti isu ini dengan tajam.

Para korban umumnya diancam akan disebarkan gambar pribadinya saat berhubungan intim yang terekam di kamera pengintai. Itu pula yang terjadi di Korea Selaran.

Pada Oktober 2021, sekelompok pria ditahan di Koresl setelah menyuap pekerja motel untuk memasang kamera pengintai di seluruh kamar tamu. Dengan itu, mereka bisa merekam kegiatan para tamu tanpa persetujuan dan lalu memeras mereka. Pejabat Korsel juga menahan kepala SD bulan lalu yang memasang kamera pengintai di kamar mandi karyawan wanita.

Sumber : liputan6.com