TKI Loncat dari Lantai 2, Pemprov Tidak Ingin Kasus Rabitah Terulang

sumber photo:jawapos.
Pemprov NTB menyatakan siap membantu proses pemulangan dan kebutuhan perawatan Muliati, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Barat yang nyaris diperkosa di Arab Saudi. Semua pihak diminta mengutamakan keselamatan korban. 

 https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi menegaskan bahwa  pemprov siap untuk membantu apa saja yang diperlukan untuk mempermudah pemulangan. Namun,  BNP2TKI sudah menyediakan seluruh  proses pemulangan TKI malang itu.

Pemerintah Provinsi  akan lebih fokus memberikan penanganan ketika sampai di NTB. Pihaknya siap menangani sampai tuntas, terutama pengobatannya.

TGB mengingatkan bahwa dirinya tidak ingin penanganan kasus TKI terulang lagi seperti dalam kasus Sri Rabitah. Saat itu,  pemerintah sudah menyiapkan penanganan, dibebaskan biayanya sepenuhnya, tetapi tiba-tiba keluar dari rumah sakit. Kemudian dilakukan tindakan di luar yang fasilitasnya tidak selengkap RSUP NTB. Akhirnya korban mengalami komplikasi dan harus dirujuk ke RSU Sanglah Bali. Menurutnya dalam kasus ini yang kasihan adalah TKI.

”Maka saya minta semua pihak, tolong ini utamakan kemanusiaan dulu, tidak usah cari nama atau apa, jangan mau gagah-gagahan dulu, yang penting kalau sakit sembuh dulu,” kata TGB seperti ditulis Lombok Pos (Jawa Pos Group), Rabu (26/4).

Terhadap perusahaan pengerah tengah kerja, sudah ada yang tidak diperpanjang izinnya oleh Pemprov NTB, karena mereka melakukan perekrutan tidak sesuai aturan. Pemangkasan izin akan terus dilakukan.

Meskipun secara bukti tertulis tidak mudah didapatkan buktinya. Tetapi dari komplain-komplain yang diterimanya, saat keliling pengajian masyarakat sering mengadukan, bahwa perusahaan-perusahaan pengerah menggunakan tenaga tidak resmi yang menggunakan sistem komisi tanpa kontrak. Sehingga ketika ada masalah perusahaan angkat tangan. ”Banyak lagi modus-modus lain, ini menjadi momentum bagi kita untuk mempercepat pembenahan,” katanya.

Dalam kasus Muliati yang dikirim atas nama Cleaning Service tetapi dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Maka kasus itu harus ditelusuri, apakah hanya satu atau ada yang lain juga. Dalam hal ini BNP2TKI dan BP3TKI mungkin sudah melakukan.

”Tanpa saya sebutkan secara terperinci, kita terus memperbaiki tata kelola pengiriman dan penempatan TKI,” katanya.


Sumber:jawapos
Powered by Blogger.