5 Jenis Warna Eyeshadow dan Fungsinya yang Harus Dimiliki

ilustrasi
Eyeshadow kerap diandalkan para wanita untuk memperindah mata. Namun, agar tidak terkesan berlebihan atau norak, diperlukan keselarasan warna dalam mengaplikasikan eyeshadow. Salah satunya dengan menyelaraskan eyeshadow dengan warna mata.



Selain keselarasan warna, Anda juga perlu memiliki warna tertentu. Pasalnya, eyeshadow bisa menunjukkan beauty statementnya tersendiri dari warna yang dipilih sampai bentuk eyeshadow yang dibuat. Berikut beberapa warna eyeshadow yang perlu digunakan dan perbedannya seperti dikutip dari Sociolla.

1. Warna kelopak mata
Jenis warna ini merupakan warna yang memiliki porsi paling besar di antara yang lain. Warna yang diaplikasikan di kelopak mata pun biasanya tidak perlu rapi lantaran akan dibaurkan dengan warna lain atau dengan kuas blending.

Anda pun bisa menggunakan warna apa saja untuk kelopak mata karena tergantung dengan preferensi eye make up yang diinginkan. Seperti mengaplikasikan satu warna untuk seluruh kelopak mata, ada juga yang membuat gradasi dengan memakai dua sampai tiga warna sekaligus.

2. Warna crease
Crease merupakan area lipatan kelopak mata. Bagi yang memiliki monolid, coba raba tulang di atas bola mata Anda, ikuti lekukannya untuk mengapliasikan eyeshadow. Dengan mengaplikasikan eyeshadow di bagian ini, mata akan terlihat lebih dalam.

Tidak hanya tulang pipi dan hidung yang bisa dicontour, mata pun juga. Warna crease umumnya lebih gelap dari warna eyeshadow yang digunakan di kelopak mata. Anda bisa mengaplikasikannya hanya pada ujung atau sepanjang area lipatan kelopak mata.

3. Warna highlight
Warna highlight adalah warna paling muda atau paling terang seperti putih, champagne, light gold, atau warna serupa lainnya. Biasanya warna ini digunakan di sudut dalam atau inner corner mata untuk menciptakan efek mata yang lebih segar dan terbuka. Untuk bagian ini, Anda bisa menggunakan eyeshadow dengan hasil matte atau shimmer.

Namun efek yang diberikan shimmery eyeshadow akan jauh lebih terlihat lantaran bisa memantulkan cahaya dan membuat mata lebih besar, hidup dan lebar. Warna highlight juga bisa digunakan di bawah alis membentuk dimensi pada rias mata keseluruhan.

4. Warna transisi
Warna transisi merupakan warna yang digunakan sebagai dasar untuk warna eyeshadow lainnya. Contohnya saat memulas warna eyeshadow lain, warna transisi ini akan membantu warna berikutnya lebih mudah dibaurkan dan menciptakan gradasi warna yang lebih lembut.

Sementara warna yang termasuk dalam warna transisi adalah warna eyeshadow yang sama atau tidak berbeda jauh dengan warna dasar kulit. Biasanya warna ini diletakkan tepat di atas garis lipatan mata, namun jika tidak memiliki garis lipatan mata, coba rasakan tulang di bawah alis, di situlah letak warna transisi.

5. Warna gelap
Warna gelap bisa digunakan untuk riasan smokey eye. Anda bisa berinvestasi pada eyeshadow palette yang setidaknya memiliki satu warna gelap atau mencari single eyeshadow yang berwarna gelap. Warna gelap bisa digunakan di outer V atau di sudut luar mata atau bisa juga digunakan di seluruh kelopak mata untuk tampilan smokey eye.

Anda juga bisa mengganti eyeliner dengan eyeshadow berwarna gelap untuk garis yang lebih soft. Warna gelap yang bisa dipilih pun beragam, mulai dari coklat tua, abu-abu gelap, ungu tua, biru tua, hijau tua serta hitam. Untuk tampilan ini Anda harus menyesuaikannya dengan warna eyeshadow lainnya. 

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.