Bisnis Bunga Potong Sukabumi Melonjak Drastis

ilustrasi

" Lonjakan permintaan bunga potong ini sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu ..."
Permintaan bunga potong dari sentra perkebunan bunga hias di Kampung Palasari, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melonjak drastis yang disebabkan beberapa faktor, termasuk pasca-kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.

 https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


"Lonjakan permintaan bunga potong ini sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu, apalagi saat Basuki Tjahja Purnama atau Ahok kalah pada Pilgub DKI Jakarta," kata salah seorang petani bunga potong, Cecep, di Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, Rabu.

Menurut dia, biasanya setiap minggu dirinya panen bunga potong yang ditanam di lahan seluas sekira satu hektare sebanyak 1.000 hingga 2.000 tangkai.

Namun, ia menimpali bahwa jumlah permintaan bunga potong melonjak mencapai dua hingga tiga kali lipat.

Bahkan, banyak petani bunga harus panen lebih awal untuk memenuhi pesanan bunga dari berbagai kalangan

Ia menyatakan setiap ikat bunga hias berisi lima sampai 10 tangkai seharga Rp8.000 hingga Rp9.000.

Selain untuk memenuhi permintaan dari kawasan Sukabumi, ia menyatakan pesanan bunga juga untuk memenuhi kebutuhan di beberapa kota besar lainnya, seperti Jakarta, Bandung, Bogor dan Bekasi.

Jenis bunga potong yang laris, dikemukakannya, mawar, anyelir (carnation), herbras (gerbera) dan matahari.

Bunga tersebut tidak hanya untuk karangan saja, tetapi juga untuk kebutuhan hiasan dekorasi pernikahan dan pesta lain, katanya.

"Permintaan saat ini masih tinggi, apalagi sekarang banyak warga yang menikah, membuat karangan bunga dan lain-lain sehingga kebutuhannya melonjak," ujarnya.

Ia dan petani lain di Desa Sudajaya Girang hingga saat ini masih sibuk memanen bunga, bahkan hampir setiap hari ada agen yang datang meminta pasokannya.

Apalagi, ia menambahkan mendekati Ramadhan dan Idul Fitri dipastikan permintaan akan lebih bertambah dan berharap bunga yang ditanam tumbuh cepat dan tidak ada gangguan hama.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan dan Distribusi Barang Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi Ela Nurlela mengatakan bunga hias potong merupakan salah satu produk unggulan bagi kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali tersebut.

Selain untuk memenuhi permintaan daerah dan nasional, ia menyatakan, bunga hias di daerahnya juga sudah banyak yang diekspor ke luar negeri, walaupun hanya meningkat saat momen-momen tertentu.

"Cukup banyak petani dan kelompok tani bunga potong, bahkan bunga dari sini selalu menjadi terbaik," katanya.


Sumber:antaranews
Powered by Blogger.