Ditipu Penyalur Kerja, Begini Nasib TKW Cianjur

Yeyen memperlihatkan visa wisata yang digunakan dirinya jadi TKW.sumber photo:pojoksatu
Berkat kerjakeras keluarga, LBH Tunas Bangnsa, dan BNP2TKI, akhirnya Yeyen Solihat (27), Tenaga Kerja Wanita (TKW), asal Kampung Longkewang RT 4/5 Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, dapat kembali ketanah air dengan keadaan selamat.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Saat pergi ke Arab Suadi Yeyen diberangkatkan melalui PT Duta Putra Banten. Pihak penyalur tenaga kerja berjaji Yeyen akan bekerja sebagai penjahit sesuai dengan keterampinya. Namun, setibanya di Timur Tengah visa yang digunakan Yeyen bukan visa kerja melinkan visa wisata selama 90 hari, dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Menurut pengakuan Yeyen, selama 4 bulan bekerja di Arab Saudi, dirinya sering mendapat perlakukan kasar dari majikanya, karena dirinya tak sanggup melaksanakan pekerjaan yang memang bukan bidangnya.

“Jadi waktu saya berangkat ke Arab Saudi, pihak penyalur tenaga kerja memberangkatkan saya melalui jalur tak resmi. Saat mau berangkat penyalur tenaga kerja menjajikan saya bekerja sebagai penjahit, nyatanya saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, itu pun majikannya gak menetap dalam 1 bulan bisa 3 atau 4 majikan seolah-olah saya disana diperjual belikan,” ujar Yeyen, (14/05/2017).

Lanjut Yeyen, sebelum dipulangkan ke tanah air dirinya beserta TKW lainya yang merasa tertipu sempat di sekap di Camp Alkhobar Riyad Arab Saudi dan diperlakukan tidak manusiawi.

“Selama berada di Camp Alkhobar, saya putus asa dan kecil harapan untuk pulang ke Indobesia, karena perlakuan orang agenci yang tidak manusiawi, kami diperlakukan seperti binatang. Meski kami sakit kami dipaksa untuk bekerja, dan jika tidak menurutinya, tak segan segan mereka memukul kami dan disekap di kamar kecil serta tidak dikasih makan,” tutur Yeyen.

Nasrudin (30) suami Yeyen, melalui bantuan LBH Tunas Bangsa akan melaporkan pihak penyalur tenaga kerja yang telah memberangkatkan istrinya melalui jalur Ilegal.

“Saya akan tuntut pihak sponsor dan PT Duta Putra Banten, karena ulah mereka istri saya jadi korban dan saya sudah menguasakan sepenuhnya ke LBH untuk melaporkan ke pihak kepolisaian,” katanya.
Sementara itu, Kuasa Hukum Yeyen Aditya Puttra menambahkan, menurutnya selama ini Yeyen telah menjadi korban trafficking, akibat ulah penyalur tenaga kerja.

“Ini sudah jelas klien kami jadi korban trafficking, selama ini pihak sponsor dan PT tidak ada tanggung jawab sama sekali, bahkan sampai saat ini mereka susah untuk ditemui, mungkin jika sudah di tangani pihak berwajib mereka akan jera, dan tidak terjadi lagi kerban seperti Yeyen berikutnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bina Lembaga Usaha Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans (Disnaker) Kabupaten Cianjur, Ahmad Ubaidillah mengatakan, kasus penipuan yang memberangkatkan TKI dengan visa wisata memang sering terjadi. Untuk itu perlunya kewaspadaan agar tidak mudah tertipu.

”Memang banyak makanya kami selalu menghimbau kepada masyarakat supaya tidak tergoda dan lebih teliti lagi sebelum berangkat,” singkatnya.



Sumber:pojoksatu
Powered by Blogger.