Kesal Susu Anak Banyak Semut, Franky Pukul Istri Pakai Penanak Nasi

ilustrasi

Franky (27), harus berurusan dengan polisi setelah melakukan penganiayaan terhadap istrinya, Ranianti (22). Hanya gara-gara susu anaknya kemasukan semut, Franky memukul istrinya tersebut.



Kejadiannya bermula saat pelaku menjemput korban untuk pulang ke rumah kontrakannya di Jalan Ariodilah III, Kelurahan 20 Ilir DIV, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Kamis (18/5) malam. Pelaku diketahui baru saja mabuk-mabukan bersama teman-temannya.

Setibanya di rumah, korban membuat susu untuk anaknya yang berusia dua tahun. Setelah diseduh, ternyata di dalam gelasnya banyak semut.

Tersangka pun menyuruh korban untuk menyaring susu agar bisa diminum. Namun, korban membalasnya dengan omelan dan bernada marah.

Mendapat omelan dari istrinya membuat emosi tersangka membuncah. Tanpa pikir panjang, tersangka memukul istrinya dengan tangan kosong beberapa kali.

Belum puas, tersangka mengambil penanak nasi elektronik (magic jar) dan menghantamkannya ke kepala korban sebanyak dua kali. Tersangka juga sempat memukul korban dengan kayu.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami banyak luka memar. Dia pun melaporkan kasus itu ke polisi hingga akhirnya tersangka diringkus.

Franky mengaku pemukulan terjadi setelah kehabisan akal untuk meladeni korban. Setiap terlibat cekcok mulut, dia selalu diam atau memilih pergi untuk meredamnya.

"Dia (korban) keras kepala, setiap marah susah berhenti. Selama ini saya diam saja, tapi tadi malam emosi, mungkin bawaan mabuk juga," ungkap tersangka Franky di Mapolsek Ilir Timur I Palembang, Jumat (19/5).

Menurut dia, magic jar yang dipukul ke korban adalah kado pernikahannya empat tahun silam. Alat itu spontan diambilnya karena berada di samping korban.

"Cuma masalah semut masuk susu saja ngomel-ngomel, makanya saya tempeleng sama pukul pakai magic jar itu," ujar pedagang ayam itu.

Kanit Reskrim Polsek Ilir Timur I Palembang Ipda Alkap mengatakan, tersangka ditangkap beberapa jam setelah laporan korban diterima. Dia dikenakan Pasal 44 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang perlindungan perempuan dengan ancaman lima tahun penjara.

"Tersangka menganiaya dengan tangan kosong, magic jar, dan kayu. Korban mengalami banyak luka memar," pungkasnya. 




Sumber : Merdeka

No comments

Powered by Blogger.