Modus Baru Masalah Lama Penyelundupan TKI

ilustrasi

Sindikat penyelundup tenaga kerja Indonesia (TKI) selalu menemukan cara atau modus baru untuk melancarkan aksinya. Penyelundupan menggunakan jalur ilegal atau tanpa surat izin mulai ditinggalkan, kini mereka menggunakan jalur “legal” melalui kegiatan umrah, hingga berwisata untuk tujuan Timur Tengah.

Modus-modus ini mulai tercium saat KBRI di Riyadh menginformasi sebanyak 286 WNI yang berangkat umrah tak kembali ke Indonesia pada 2016. Sedangkan sebanyak 69 WNI sudah dipulangkan dari Arab Saudi karena menyalahgunakan visa umrah untuk bekerja di negara tersebut.

"Modus yang dilakukan oleh pelaku penyelundupan dan perdagangan manusia itu, undercover-nya dengan berangkat umrah. Setelah umrah, mereka lari dari travel, tidak kembali lagi ke Indonesia. Di Arab Saudi, mereka ditampung oleh para sindikat lalu dijanjikan akan dicarikan pekerjaan di sana," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto.

Arab Saudi merupakan salah satu negara yang menjadi tujuan TKI ilegal. Semenjak 2015 hingga kini, pemerintah memang telah melakukan moratorium pengiriman TKI sektor informal terhadap 21 negara di Timur Tengah. Satuan Tugas Pencegahan TKI ilegal berhasil menggagalkan keberangkatan 1.584 TKI di 2015. Pada 2016 sebanyak 1.310 TKI ilegal dan nonprosedural juga digagalkan.

Cara lain modus penyelundupan adalah dengan menjadi pelancong. Banyak negara yang memberi kemudahan bagi para wisatawan seperti kebijakan bebas visa atau menggunakan visa on arrival menjadi peluang bagi para sindikat menyelundupkan para TKI. Modus seperti ini lebih condong ke negara tetangga di ASEAN khususnya Malaysia. Apalagi pemegang paspor Indonesia dapat dengan bebas memasuki negara ASEAN tanpa menggunakan visa.

Menjadi TKI ilegal dengan modus umrah dan melancong menjadi tren saat ini. Mereka masuk ke Malaysia misalnya dengan menggunakan paspor sebagai turis dengan izin tinggal selama 30 hari, tapi tanpa izin kerja. Ketika izin tinggal mereka habis, mereka tak langsung pulang ke Indonesia.

Sumber : Tirto
Powered by Blogger.