NIA Menangkap Penukaran Uang dan Agency Ilegal



Tim penanganan khusus imigrasi New Taipei City mengatakan, telah membongkar kasus perdagangan manusia yang dijalankan oleh toko Indo milik Wang bersaudara, mereka bekerjasama dengan penukaran uang gelap serta agency ilegal, total menangkap 20 orang untuk diinterogasi. Toko Indo milik Wang bersaudara membantu TKW yang bekerja prostitusi untuk mengirimkan uang ke Indonesia.


Hasil pemeriksaan awal imigrasi, tersangka Wang membuka toko Indo, setiap hari rata rata menerima pengiriman uang 10 pelanggan, rata rata 10.000 NT / orang, dalam waktu 1 tahun omsetnya sekitar 36.500.000 NT, kali ini memeriksa 4 buah toko, omsetnya lebih dari 100 juta NT / tahun.


Imigrasi New Taipei City hari Senin malam mengatakan, tahun lalu menyelidiki kasus "sindikat perdagangan manusia yang mempergunakan narkoba untuk mengendalikan TKW asal Indonesia yang dieksploitasi seksual", saat ditelusuri tersangka wanita membawa uang hasil kejahatan ke toko Indo untuk dikirimkan. Tersangka Wang juga diduga menjadi agency ilegal.


Imigrasi setelah menyelidiki dan mengumpulkan bukti, kemudian melapor kepada kejaksaan New Taipei City. Imigrasi New Taipei City bekerjasama dengan biro investigasi, kepolisian, departemen tenaga kerja, melakukan penggerebekan toko Indo dan 7 tempat lainnya.


Tim tersebut akhirnya berhasil menangkap dan menghubungi tersangka utama Wang dan 8 orang lainnya untuk datang, selain itu juga berhasil menangkap 11 orang TKA kaburan, 1 orang yang habis masa tinggalnya, menyita uang 540.000 NT, 12.850.000 uang rupiah, 4 buah mesin penghitung uang, catatan kerja agenci ilegal, catatan aliran kas, buku tabungan, handphone dan lainnya.

Tersangka kakak beradik bermarga Wang adalah warga Indonesia, mereka berdua membayar uang jaminan masing masing 100.000 NT dan 150.000 NT, sedangkan lainnya membayar jaminan 30.000 - 80.000 NT.

Imigrasi New Taipei City mengatakan, dalam kasus eksploitasi seksual yang dikendalikan mempergunakan narkoba tersebut semuanya adalah TKW asal Indonesia, biasanya yang mengatur adalah Wang. Saat membutuhkan uang, bekerja memotong sayur dan pekerjaan dapur lainnya di toko Indo milik Wang, sorenya bekerja di tersangka Qiu untuk bekerja sebagai pelacur.

Imigrasi mengatakan, toko tersebut buka setelah para TKA pulang kerja, menyediakan kebutuhan sehari hari, makanan minuman, tempat ngobrol. Ada orang yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menampung dan menjadi agency ilegal, mendapatkan keuntungan, membuka pengiriman dan penukaran uang ilegal. Tempat tersebut menjadi saluran penting bagi sindikat kriminal untuk mengirimkan uang, polisi akan terus menyelidiki kejahatan terkait.

Sumber : CNA
Powered by Blogger.