Orangtua TKI yang Disiksa di Malaysia: Saya Mau Anak Saya Pulang


Ilustrasi


      Orangtua Santi Dorthia Kikhau (17), TKI asal Desa Oe Usapi, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penyiksaan berat oleh majikannya di Malaysia, hingga kini masih menanti kedatangan putri mereka.



"Walaupun anak kami sudah diselamatkan oleh polisi Malaysia, tapi kami masih khawatir sehingga kami minta supaya anak kami bisa segera pulang kembali ke Timor," kata ayah Santi, Thomas Kikhau kepada Kompas.com, Sabtu (26/5/2017) malam.

Dia mengaku, sampai saat ini dirinya belum berkomunikasi dengan putri pertamanya itu. Ia juga belum tahu kapan anaknya itu bisa pulang. Selain itu, Thomas juga bingung mau menghubungi siapa untuk bisa segera memulangkan anaknya.

"Saya sudah lapor polisi dan polisi bilang tunggu saja. Saya mau supaya anak saya pulang segera ke rumah, karena ibunya dan saudara-saudaranya sudah rindu dia (Santi). Nanti sampai rumah biar dia istirahat saja dan saya tidak mau dia pergi ke Malaysia untuk kerja lagi," ucapnya.

Thomas berharap, agar pihak pemerintah daerah hingga pusat bisa segera pulangkan Santi dari Malaysia.

Sebelumnya diberitakan, Santi Dorthia Kikhau (17), TKI asal Desa Oe Usapi, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penyiksaan berat oleh majikannya di Malaysia.

Karena tidak tahan dengan penyiksaan itu, Santi yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Petaling Jaya, Jalan BU/6/1 masuk 6/4/ nomor 70, Selangor Malaysia, menulis surat agar bisa diselamatkan.

Surat itu dilemparkan melalui jendela rumah majikannya. Thomas Kikhau, ayah dari Santi kemudian mendatangi Markas Kepolisian Resor TTS dan meminta polisi menyelidiki dan menangkap orang yang pertama merekrut anaknya bekerja di Malaysia, termasuk perusahaan jasa tenaga kerja yang tidak diketahui namanya. 

"Anak saya berangkat dari Kupang bersama temannya pada tanggal 5 Juli 2012. Katanya menginap di rumah salah satu perekrut yang beralamat di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang," ujar Thomas.

Thomas mengaku, ia keberatan saat anaknya hendak pergi. Namun keinginannya yang besar membuat dirinya akhirnya mengizinkan Santi pergi.

Sumber : Kompas

No comments

Powered by Blogger.