Penyiksaan Batin Seorang Suami Selama 20 Tahun




Ilustrasi



        Setelah hampir 20 tahun menahan siksaan lahir dan batin dari istrinya, Phia, 46, akhirnya si Doni,47, berani menalak cerai. Pasalnya, istrinya terkena stroke sehingga tak bisa melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap dirinyanya.



Doni merasa sangat bahagia. Wak­tu yang ditunggutunggu untuk menceraikan istrinya akhirnya tiba.

Terlebih, kini istrinya sudah tak berdaya karena penyakit komplikasi yang berakibat stroke.

“Bebas bebas yess, bentar lagi ane bisa kawin lagi,” kata Doni tersenyun sumringah di sela sela sidang talak cerainya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Rabu (10/5).

Pria yang tinggal di Manukan Lor itu memang sudah menanti waktu untuk segera berpisah dengan Phia.

Selain ingin segera menikah dengan pacarnya, Doni mengaku sangat sakit hati kepada Phia.

Dia masih terngiang-giang waktu Phia seringkali melakban tubuhnya sampai menguncinya dalam lemari.

Maklum, tubuhnya lebih kecil daripada istrinya yang besar dan gagah. Bahkan, Doni pun dipanggil krucil sama keluarga dan tetangganya.

“Meski krucil gini, senjataku mempan. Anakku empat,” kata sopir truk itu.

Dijelaskannya, sejak awal menikah, istrinya memang suka melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Entah berdalih karena dirinya selingkuh, Phia bisa sesuka hati melakban badannya jika hatinya kurang enak.

“Sudah keseringan pokoknya sampe pegel aku. Tiap kali marah aku dilakban terus dikunci di lemari. Rasane atiku kesel seru,” kata Doni.

Sementara itu, Phia yang hadir menyatakan kalau dirinya memang sering melakukan tindakan kekerasan kepada suaminya.

“Wedokan, mendem, main. Kalau enggak dihukum gak kapok,” jelas Phia.

Dikatakannya, kekuatan suaminya emang kecil. Ia seringkali mengangkat suaminya dan kemudian melakban suaminya dengan gampang.

“Aku tak belani soro sisan dadi tukang sampah dan sapu, gitu kok suami enggak paham nek dibantu,” jelasnya dengan nada terbata bata.

Meski ditalak cerai, Phia mengaku pasrah. “Kate diapakno maneh, kondisiku wes koyok ngene. Nunggu ajal ae aku,” pungkasnya.




Sumber : JPNN
Powered by Blogger.