Petugas Imigrasi Tolak Terima Suap, Calon TKW Ini Gagal ke Arab

Paspor dan uang suao yang disita dari calon TKW.sumber photo:poskotanews.
Ketahuan akan bekerja secara ilegal di Arab Saudi, calon tenaga kerja wanita (TKW) buru-buru menyelipkan uang, tapi petugas Imigrasi tetap menolak dan menunda keberangkatannya ke Jedah, Arab Saudi.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Impian meraup Riyal (mata uang Kerajaan Arab Saudi) gagal. Perempuan Berinisial RSA, asal Bangkalan, Jatim harus berurusan dengan petugas.

“Kejadiannya, Rabu (17/5), pukul 05.15. Dia berencana akan bekerja di rumah makan, di Jeddah, dari Bandara Juanda, Jawa Timur dengan pesawat GA 984 rute Surabaya – Jeddah, ” kata Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno, Rabu (17/5/2017).

Menurut Agung, petugas Imigrasi Juanda sudah mencurigai calon TKW ini sejak pemeriksaan paspor di Bandara Juanda dan kemudian membawanya ke ruang pemeriksaan.
“Dari hasil wawancara, diketahui RSA ini tidak memiliki return tickets (tiket pulang), fix date/ fix flight. Juga tidak konsisten dalam memberikan keterangan dan berubah-ubah,” ungkap Agung.

Atas temuan itu, petugas menunda keberangkatan dan menahan sementara paspor agar tidak disalahgunakan.

RSA berani berangkag ke luar negeri, karena memiliki visa Ziarah, single entry dari Kedutaan Besar Saudi Arabia.

BANDARA SOETTA
Pada bagian lain, Agung menjelaskan upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dilakukan pada saat pengajuan permohonan paspor oleh WNI di Kantor Imigrasi (Kanim) dan keberangkatan calon penumpang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

“Kanim berwenang menunda menerbitkan paspor , jika pada saat mengajukan permohonan dan wawancara teridentifikasi adanya dokumen yang tidak valid dan lengkap. Demikian halnya saat keberangkatan, petugas di TPI berwenang menunda keberangkatan WNI, jika teridentifikasi adanya dokumen yang tidak valid dan lengkap.”

Sepanjang tahun 2017, per-tanggal 12 Mei, Ditjen Imigrasi telah menunda keberangkatan 718 WNI di 25 TPI, karena diduga kuat akan menjadi korban TPPO dengan modus menjadi TKI nonprosedural

Sebanyak 10 besar TPI yang banyak melakukan penundaan keberangkatan adalah TPI Soekarno Hatta (Soetta) 144 orang, TPI Juanda 131, TPI Batam 113, TPI
Kualanamu 105, TPI Husen Sastranegara 66.

Lalu, TPI Ngurah Rai 40 orang TPI Entikong 25, TPI Tj. Balai Karimun15, TPI Halim Perdana Kusuma 14 dan TPI Tanjumg Pinang 13 orang.

Agung menerangkan modus yang banyak digunakan adalah menyuap petugas konter Imigrasi, tidak memiliki data dukung yang valid, tidak dapat menjelaskan maksud dan tujuan ke luar negeri, menggunakan pesawat pribadi.

“Ketatnya pengawasan sekaligus perlindungan kepada WNI yang akan bekerja ke luar negeri di karenakan meningkatnya data WNI korban TPPO di luar negeri.”


Sumber :poskotanews
Powered by Blogger.