Salah Masak Air, TKW Hong Kong Ditonjok Majikan

Ilustrasi


        Hong Kong-Seorang BMI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat kena tonjok Majikan setiap kali dia melakukan kesalahan kecil saat dia bekerja. Termasuk salah satunya ketika dia salah masak air saat menggunakan termos elektrik.



“Kata dia (Majikan-saya masukkin airnya kebanyakan, padahal nggak, tapi saya ditinju begitu,” kata Chandra Sasih, 23 tahun, saat ditemui usai sidang menuntut hak-hak ketenagakerjaannya di Labour Tribunal, Kamis, (11/5/2017).

Chandra mulai bekerja di Majikan yang bermarga Ho itu pada 3 Desember 2016. Dari awal, kata Chandra, Dai Dai dan Koko Majikan tampak tak puas dengan hasil kerja BMI yang baru pertama kali datang ke Hong Kong ini.

“Dia terus-terusan bilang, kamu ini pasti orang kaya ya, di Indonesia, pasti punya pembantu ya di

Indonesia, sampai kerja di rumah kayak begini saja nggak bisa,” kata Chandra berkisah.

Pemukulan pertama terjadi pada 5 Januari 2017. Saat itu, Dai Dai marah karena menganggap Chandra telah memasukkan air melebihi batas maksimum di termos elektrik. BMI inipun kena tonjok di belakang kepalanya.

Pemukulan kedua kembali terjadi pada 7 Januari 2017. Saat itu, Chandra kembali kena marah akibat meninggalkan tugasnya memasak air dengan termos elektrik, karena membopong Bo Bo dari kamar
mandi. “Saya memang disuruh masak air pake termos itu, tapi kan kasihan melihat Bo Bo dibiarin duduk begitu di kamar mandi. Jadi saya bopong dulu Bo Bo ke kamar, tapi dia (Majikan) malah marah dan saya dipukul lagi,” kata Chandra.


Saat pemukulan yang sama kembali terulang pada 9 Januari 2017, Chandra yang tak tahan jadi karung tinju Majikan inipun segera menelepon mengadu ke agen. Namun, kata Chandra, staf agen yang bernama Natalie tak mempercayai kata-katanya. “Saya dibilang kamu itu bohong, masakan sih Majikan mukul kamu?

Saya disuruh tahan-tahanin di sana sampai 3 bulan lagi, sampai pembantu yang baru datang,” kata
Chandra. BMI ini berkisah, Majikan juga menyuruh Chandra berfoto dengan tangan yang meninju muka sendiri setiap kali BMI ini terlihat lebam biru akibat gamparan Majikan.

Secara total, Chandra telah dipukuli dan digampar Majikannya sebanyak 7 kali. Hingga akhirnya pada 5 Maret 2017, Chandra yang sedang libur pun curhat ke teman-teman sesama BMI.

Chandra langsung diajak periksa ke Rumah Sakit Queen Mary untuk kemudian melaporkan Majikannya itu ke Kepolisian Wan Chai. Chandra juga ditemani melaporkan agennya yang berinisial OS ke KJRI, karena telah mengacuhkan laporan BMI ini. Selain itu, agen juga menahan paspor dan kontrak kerja Chandra.

Saat berita ini diturunkan, Chandra maupun majikannya telah diwawancarai polisi dan kasus tersebut
sedang dalam proses investigasi.


Sumber :PahlawanDevisa

No comments

Powered by Blogger.