TKI Malaysia : Di Negara Sendiri Kita Di Bayar Murah, Di Tetangga Kita Dibayar Tinggi

ilustrasi
Tidak sedikit rakyat Indonesia peruntungan di negara tetangga, Malaysia, tujuan tidak ada lain, hanya untuk menyambung hidup dan kebutuhan keluarga serta membiayai pendidikan anak.

 https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Selain di negeri sendiri sulit mendapat pekerjaan, bayarannya pun terbilang rendah dibanding negara tetangga. Seperti yang di alami Eko Riyanto, TKI asal Pati Jawa Tengah profesinya sebagai buruh bangunan, delapan tahun lalu, ia berangkat dari Pati, Jawa Tengah, meninggalkan istri dan tiga anaknya mengadu nasib ke Malaysia.

Seperti dilansir laman jpnn, Rasa takut menyelimuti Eko ketika perdana menginjakkan kaki di negeri jiran. Tekad kuatnya mengalahkan rasa takut demi apa yang ia cita-citakan.

Eko berkeingin menyekolahkan anaknya setinggi mungkin, agar kelak bisa jauh melampaui apa yang telah dia dapat dalam hidup.

“Dengan kondisi yang saya miliki (kuli bangunan), saya tidak akan dapat menyekolahkan anak saya tinggi. Tapi di negara orang, kemungkinan itu dapat terwujud. Itu cita-cita saya,” tutur pria 38 tahun itu ditemui di kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kalbar, Rabu (3/5/2017).

Saat menjadi buruh di kampung halamannya, per hari ia hanya mendapat Rp80 ribu. Dengan bekerja di Malaysia Eko bisa mendapat RM80 sekitar Rp246.400 (1 RM=Rp3080) perharinya.

“Di negara sendiri kita dibayar murah. Di tetangga, kita dibayar tinggi,” ucap Eko.

Sebulan setidaknya Eko mengantongi Rp 7,2 juta, dimana ia menyisihkan sekedar kebutuhan di Malaysia, sementara lebihnya ia kirim setiap bulannya untuk keluarga dan untuk biaya pendidikan anak-anaknya.

“Saya akan mengejar cita-cita saya. Tak masalah Bapak menjadi kuli. Tetapi anak harus lebih tinggi dari Bapaknya. Harus kuliah,” tekadnya.


Sumber: maduralive

Powered by Blogger.