Akibat Masalah Teknis, Saldo Ribuan Nasabah Bank Terkuras

ilustrasi
Gangguan teknis menyebabkan transaksi masa lalu yang dilakukan nasabah bank Filipina, Bank of the Philippines Islands (BPI), didebit atau dikredit dua kali.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Bagi sejumlah nasabah, "traksaksi ilegal" ini mencapai ribuan peso dan akibatnya rekening nasabah menjadi kosong bahkan minus.

Direktur utama BPI, Cezar Consing, dalam wawancara dengan stasiun televisi ANC meminta maaf kepada nasabah atas masalah itu.

"Ini bukan peretasan, ini masalah (teknis) internal. Kami akan memastikan masalah transaksi ganda ini akan teratasi," ujar Consing.

Beberapa nasabah menyalurkan rasa frustrasi mereka di media sosial dengan mengklaim bahwa mereka kehilangan uang sebesar 4.000 peso hingga 100.000 peso atau setara Rp 1 juta hingga Rp 26,8 juta.

BPI melalui akun Twitter resminya menjelaskan, kesalahan atau gangguan teknis membuat transaksi dicatat lebih dari satu kali.

Sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah BPI untuk sementara membekukan layanan perbankan dalam jaringan (online).

Namun, langkah diprotes beberapa nasabah karena dengan pembekuan ini mereka tak bisa memeriksa saldo sehingga mereka tak tahu apakah 'menjadi korban dari gangguan teknis' ini.

Jumlah nasabah BPI mencapai delapan juta orang dan pada akhir 2016 jumlah tabungan di bank ini mencapai 1,4 triliun peso, menurut laporan tahunan terbaru mereka.

Bank ini telah berusia 165 tahun dan sahamnya antara lain dipegang konglomerat Filipina Ayala dan lembaga investasi pemerintah Singapura, GIC.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.