AS Bunuh Ulama ISIS yang Halalkan Pemerkosaan Wanita Yazidi






Seorang komandan ISIS bernama Turki al-Binali dilaporkan tewas akibat serangan udara Amerika Serikat (AS). Binali adalah sosok yang memberikan pembenaran menurut agama bagi kelompok teror tersebut untuk menjadikan perempuan "kafir" sebagai budak seks.

Seperti disitat dari Independent, Sabtu (3/6/2017), para pendukung ISIS telah memajang foto Binali di forum internal. Kemunculan foto Binali membuat dinas intelijen yang memantau media sosial menyimpulkan bahwa kemungkinan ia telah tewas.

Sebelumnya, Departemen Pertahanan AS mengkonfirmasi bahwa pasukan koalisi telah melakukan serangan udara terhadap fasilitas produksi propaganda ISIS di Irak dan Suriah akhir bulan lalu. Al-Binali dilaporkan terbunuh di kota Mayadin di Suriah dekat tempat serangan tersebut terjadi.

Pentagon menolak untuk mengkonfirmasi atau menolak apakah Binali telah terbunuh. Namun seorang pejabat intelijen AS tidak membantah kabar tersebut.

Banali adalah seorang ulama Bahrani yang memberikan pendapat religius kepada pimpinan ISIS dalam berbagai isu. Ia diketahui sebagai kepala Departemen Penelitian dan Fatah ISIS pada tahun 2014 saat kelompok tersebut mengeluarkan sebuah fatwa yang mengizinkan pemerkosaan terhadap wanita kafir. Ada lebih dari 3.000 wanita dan anak perempuan Yazidi yang ditangkap dari desa mereka pada bulan Agustus 2014.

Banyak dari wanita dan anak perempuan tersebut diambil sebagai budak seks, berulang kali diperkosa dan disiksa.

Binali digambarkan oleh ISIS sebagai "ideolog" dan sebagai "pemimpin spiritual." Dia disahkan untuk peran juru bicara dalam organisasi teroris pada tahun 2016, yang menyebabkan marjinalisasi dan pengungkungannya menjadi peran religius yang ketat dalam ISIS. Dia dilaporkan belum aktif terlibat dalam kegiatan propaganda ISIS resmi selama dua tahun.

AS telah memulai upaya untuk membidik pemimpin ISIS yang terlibat dalam penggunaan media sosial dan media lainnya yang bertanggung jawab untuk merekrut anggota baru baik di dalam negeri maupun di luar negeri.


sumber: sindonews

No comments

Powered by Blogger.