Budidaya Ikan Sidat, Peluang Usaha yang Menggiurkan

ilustrasi
Tingginya permintaan ikan sidat untuk konsumsi di rumah makan maupun rumah tangga menjadi peluang usaha tersendiri di sektor agro. Dengan modal usaha yang tidak terlalu tinggi, budidaya ikan sidat dapat menghasilkan keuntungan yang sangat menggiurkan.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Seperti dilakukan oleh Saefun Mustofa (42), warga Dusun Krajan Wetan, RT 02 RW 02 Desa Sidoluhur, Kecamatan Ambal, Kebumen, yang memanfaatkan area pekarangan rumahnya menjadi kolam untuk budidaya ikan sidat. Dari hasil usahanya itu, dalam sebulan dia mampun mereguk keuntungan puluhan juta rupiah.

Mustofa yang merupakan Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan “Delta Sidat” mengaku memanfaatkan pekarangan rumah yang awalnya tidak produktif menjadi tempat usaha yang bernilai ekonomi. Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan itu saat ini terbilang sukses mengembangkan usaha budidaya ikan sidat. Bahkan sekarang ini hasil budidaya ikan sidat miliknya mulai dilirik konsumen dari Jepang.

Budidaya ikan sidat milik Mustofa dimulai sejak 2012. Dengan modal awal sekitar Rp 3 juta, Mustofa kini mulai memetik hasilnya. Dengan memiliki kolam semi permanen berukuran 4 x 3 meter budidaya ikan sidat sukses dikembangkan. Karena mulai kekurangan lahan, dia pun mulai memanfaatkan sungai-sungai kecil saluran irigasi persawahan untuk mengembangkan budidaya ikan sidat.

Menurut dia, proses pembudidayaanya sangat sederhana dan dengan biaya yang relatif sedikit. Cukup menggunakan kolam yang seluruh permukaannya ditutup dengan tumbuhan eceng gondok dengan ketinggian air berkisar 30 cm. Kemudian diberi makan berupa cacing atau daging keong yang telah dicacah.

Saat mencapai ukuran standar ekspor yaitu berat 2,5 ons maka sidat akan dipanen. Harga sidat untuk ukuran konsumsi saat ini berkisar Rp 150.000/kg. Selama ini, pemesanan ikan sidat berasal dari Solo, Bali dan Jakarta,” ujarnya kepada Suara Merdeka, Senin (12/6).

Media Alami

Dalam budidaya ikan sidat, Mustofa melakukanya secara berkelompok yakni “Delta Sidat” yang beranggota 12 orang. Menurut dia, jika hanya perorangan riskan mengalami kekurangan benih maupun untuk pakan.

“Untuk pemula budidaya sidat dianjurkan menggunakan media yang alami, jangan dulu menggunakan peralatan,” katanya.

Sidat yang mempunyai nama latin anguilla sp merupakan spesies sejenis belut, namun bentuknya lebih panjang dan besar. Meskipun bentuknya kurang cantik terlihat tapi siapa sangka konsumen asing menganggap cita rasa sidat enak dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Inilah yang membuat Jepang mulai melirik usaha budidaya ikan sidat milik Mustofa.

Mame (27) petani ikan lainnya mengatakan, budidaya ikan sidat sangat menguntungkan bila dibandingkan dengan budidaya ikan jenis lainnya seperti lele atau gurami. Saat ini Delta Sidat siap bekerjasama dengan siapapun.

“Kami juga menjual bibit sidat dengan berbagai ukuran, dan ketika bibit beli di sini maka kami juga siap untuk membeli hasil panennya,” terangnya.

Sumber:suaramerdeka

No comments

Powered by Blogger.