Diduga Korban Perdagangan Orang, TKI Asal Sumba Barat Dipulangkan

ilustrasi

Satu dari dua orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban perdagangan orang (human trafficking) saat ini berhasil dipulangkan. Sementara satu orang lainnya saat ini masih diupayakan untuk bisa dipulangkan ke Sumbawa Barat.



Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kepada Suara NTB melalui Kabid Penta Lattas Taufik Hikmawan M. Si, Senin, 19 Juni 2017 menyebutkan, dua orang korban tersebut atas nama Mardianti warga Rempe loka, Kecamatan Seteluk saat ini sudah berada bersama keluarga.

Sebelumnya, nasibnya terkatung-katung selama bekerja di Arab Saudi lantaran gaji selama bekerja tidak kunjung dibayarkan oleh majikannya. Meskipun korban diduga berangkat ilegal karena tidak terdaftar di sistem layanan yang ada.

Beruntung PT yang memberangkatkan (Falah Rima Hudaiti Bersaudara) masih bisa diajak kompromi dan koordinasi sehingga bisa ditangani secara langsung. Bahkan apa yang harusnya didapatkan selama bekerja (gaji) pihak perusahaan bersedia menggantinya.

“Kondisinya normal, dan berterima kasih kepada Dinas terkait yang memulangkannya. Hanya saja dia meminta supaya gaji selama dia bekerja dibayarkan dan itu sudah disanggupi oleh PJTKI yang memberangkatkannya,” ungkapnya.

Satu orang TKI lainnya bernama Marti Lestari, dan saat ini bekerja di Madinah. Dia berangkat melalui PJTKI yang sama dengan Mardiyanti, tetapi orang yang memberangkatkannya beda.

Terhadap kondisi Marti ini, pihaknya masih kesulitan untuk mengumpulkan keterangan. Mengingat Petugas Lapangan (PL) yang memberangkatkan korban dan penanggung jawabnya sudah tidak ada. Melihat kondisi tersebut, dinas terkait mengambil tindakan dengan menyurati semua struktur pemerintah yang membidangi masalah ini untuk bisa membantu.

“Kasusnya masih sama tidak dibayarkan gajinya dari awal penempatan sampai dengan saat ini. Karena itu kita sudah mengirimkan surat ke Kementeruan untuk bisa ditindak lanjuti,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, melihat kondisi tersebut, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan lowongan kerja di luar negeri. Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan supaya tidak ada lagi Petugas Lapangan (Zero PL). Ketika PL sudah bisa ditekan, maka peminat yang akan bekerja di luar negeri bisa mencari data ke dinas terkait. Sehingga para TKI ini bisa dikontrol keberangkatannya dan meminimalisir kasus yang menimpa para TKI ini. “Kita akan minta PJTKI untuk bisa menyerahkan profilnya ke dinas terkait. Sehingga baik itu PJTKI maupun TKI yang akan berangkat bisa di cek dan terus dipantau,” tandasnya. 

Sumber : Suara NTB

No comments

Powered by Blogger.