Gadis India Diperkosa 6 Anak di Bawah Umur lalu Dibuang di Rel

Warga di India demo mengutuk pemerkosaan. Seorang gadis remaja di Patna diperkosa enam anak di bawah umur kemudian korban dibuang ke rel kereta api.

Seorang gadis remaja di India diperkosa geng yang terdiri dari enam anak di bawah umur hingga tak sadarkan diri. Dia kemudian dibuang para pelaku di sebuah rel kereta api di dekat sebuah stasiun di negara bagian Bihar pada 17 Juni 2017.



Korban yang berusia 14 tahun—laporan lain menyebut 16 tahun—ditemukan penduduk setempat dan dibawa ke rumah sakit milik pemerintah di Bihar, India utara. Parahnya, korban ditelantarkan oleh pihak medis rumah sakit pemerintah selama belasan jam.

Kejahatan tersebut terjadi pada Jumat (16/6/2017) malam. Awalnya, gadis yang identitasnya dilindungi pihak kepolisian itu pergi ke luar rumahnya di Desa Lakhochak di Distrik Lakhisarai, sekitar 140 km sebelah tenggara ibu kota negara bagian Patna, untuk mencari kebebasan diri.

“Seseorang menarik saya dari belakang, menyumpal (mulut), menutup mata dan menyeret saya ke sebuah lapangan di dekatnya. Ada enam sampai tujuh orang, saya mengenali dua dari mereka sebagai tetangga,” kata korban.

Di lapangan tersebut korban diserang hingga jatuh pingsan. ”Ketika saya sadar lagi, saya menemukan diri saya berada di kereta api. Kedua pria yang saya kenal mendorong saya keluar dari kereta dan saya pingsan lagi (di rel),” ujar gadis tersebut, seperti dikutip dari Times of India, Selasa (20/6/2017).

Dalam pernyataan kepada polisi, dia mengaku kehilangan banyak darah dan menderita lima patah tulang panggul.
  
Menurut laporan media lokal, gadis tersebut ditemukan tidak sadar di jalur kereta api di dekat Stasiun Kiul, sekitar 2 km dari desanya, pada hari Sabtu oleh penduduk setempat. Korban kemudian dibawa penduduk ke rumah sakit terdekat.

Gadis itu menerima 24 jahitan untuk menghentikan pendarahan. Tapi karena situasinya terus memburuk, dia dibawa ke rumah sakit pemerintah di Patna.

Namun, itu bukan akhir dari deriatnya. Pihak berwenang di rumah sakit tersebut justru menelantarkannya di lantai bangsal darurat selama hampir 14 jam.

Menurut kakak perempuannya, seorang anak lelaki di rumah sakit menuntut uang jika korban ingin diberi tempat tidur. Namun, setelah kisahnya diberitakan media, pemerintah setempat bertindak dan korban mendapat perawatan medis.

Kepala Menteri Bihar Nitish Kumar telah memerintahkan untuk membentuk Tim Investigasi Khusus (SIT) guna menyelidiki kasus tersebut. Kumar kejadian itu sebagai “kejahatan keji”.

Kumar berjanji melakukan semua upaya untuk menangkap semua pelaku, yang dua di antaranya sudah diidentifikasi. Menurut Kumar, salah satu pelaku adalah junior atau adik kelas korban di sekolah. 

Sumber : Sindonews

No comments

Powered by Blogger.