ISIS Tertarik Menduduki Indonesia


Deputi bidang Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Hamidin menyebut kekuatan ISIS di Filipina semakin kuat. Hal ini terlihat dari beberapa kali serangan yang coba dilakukan militer Filipina gagal menggebuk mundur ISIS. 



Yang paling menarik, kata Hamidin, setelah kekalahan ISIS di berbagai tempat, kelompok radikal itu mengincar wilayah lain di luar zona konflik kekuasaan untuk mengembangkan wilayah. 

"Yang dipilih ada dua daerah, pertama Afghanistan ditempatkan di sepanjang perbatasan Rusia karena mereka tahu Rusia adalah pendukung ISIS terbanyak. Setidaknya ada 6438 pendukung dalam catatan saya," ujar Hamidin, dalam Metro News, Kamis 1 Juni 2017.

Menurut Hamidin, tak hanya di negara basis pendukung, ISIS juga mengincar wilayah lain di Asia Tenggara untuk diduduki. Tak terkecuali Indonesia.

Hamidin menyebut ketertarikan ISIS kepada Indonesia lantaran negara Pancasila ini masih memiliki banyak sel jaringan teroris yang bisa mereka manfaatkan untuk pengembangan wilayah.

ISIS memandang Indonesia sebagai sleeping cell jaringan teroris lantaran Indonesia pernah bersinggungan dengan kelompok radikal Jemaah Islamiyah (JI). Sebagian dari anggota JI ada yang mencoba dan berbaiat kepada ISIS.

"Hanya persoalannya di Indonesia mereka tidak memiliki wilayah. Sedangkan ISIS ketika menduduki suatu tempat mereka membuat semacam pemerintahan baru," kata Hamidin. 

Hamidin mengatakan ISIS merencanakan membuat rumah sakit, mata uang hingga sistem pemerintahan sendiri. Sementara untuk membangun itu, di Indonesia mereka tidak memiliki wilayah untuk membuat basis.

Dulu, harapan ISIS ada pada jaringan Mujahidin Indonesia Timur atau lebih dikenal dengan jaringan Santoso. Pasca-Santoso tewas, jaringan teroris lain kehilangan wilayah sehingga pengalihannya jatuh ke Filipina.

Menurut Hamidin, surat kabar resmi milik ISIS mengungkap bahwa pemilihan Filipina sebagai wilayah pengembangan basis lantaran penunjukan langsung dari pentolan ISIS di Suriah yang dikenal dengan Al Baghdadi.

Al Baghdadi, kata dia, telah menunjuk Filipina sebagai provinsi basis yang kemudian akan dibuat semacam DPR yang disebut ahlu surah. Tak hanya itu, ISIS juga memiliki 4 batalyon tempur yang cukup kuat, ada yang namanya al syariah, al marakah, harakatul islamiyah, dan ansharul khilafah di Filipina.

"Mereka sangat terorganisir dan kuat. Kelompok yang berafiliasi dengan ISIS menyerang penjara di Lanao del Sur dan mereka sukses. Napi dilepaskan dan 8 pentolannya langsung berbaiat ke ISIS," jelas Hamidin.


Sumber : Metro News

No comments

Powered by Blogger.