Kasus Asusila Terhadap Sembilan TKW, APPS Sragen Desak Polda Usut Bos PJTKI

ilustrasi

Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen mendesak Polda Jateng untuk segera menuntaskan kasus dugaan perkosaan sadis dan massal terhadap sembilan calon tenaga kerja wanita (TKW) oleh Pimpinan PJTKI Semarang berinisial ES (50) medio 2016 silam.

 https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Hal itu disampaikan menyusul pemanggilan Koordinator APPS, Sugiarsi setelah memberikan keterangan di hadapan penyidik Polda, pekan lalu.

Kepada Jogloemar Minggu (4/6/2017), Sugiarsi mengungkapkan dirinya datang

ke Polda memenuhi panggilan penyidik. Di Polda, dia dimintai keterangan sebagai saksi pelapor atau korban yang salah satunya berasal dari Sukodono, Sragen, berinisial SMP (19).

“Saya dimintai keterangan sebagai saksi dari pelapor. Ya saya sampaikan apa adanya. Bahwa saya dimintai tolong dan dilapori oleh SMP (19), yang datang ke saya dan mengalami tindakan seperti itu (perkosaan) oleh bos PJTKI tersebut,” paparnya.

Ia juga menyampaikan perihal kedatangan ES, ke rumahnya di Sambirejo

tanggal 24 September 2016 setelah kasus itu mencuat di media. Kedatangan ES ke rumahnya juga diperkuat dari tanda tangan dan namanya yang ditulis di buku tamu APPS.

Termasuk soal upaya ES untuk membungkamnya dengan mengiming-imingi

mobil lewat orang suruhannya namun ia tolak, juga turut dibeberkan ke penyidik. Dalam kesempatan di Polda itu, aktivis pembela gender berusia 74 tahun itu juga mendesak Polda untuk segera mempercepat penuntasan kasus yang sudah hampir setahun tak kunjung ada kejelasan tersebut.

“Harapan saya, penanganan bisa dipercepat dan pelaku segera diproses

serta dihukum setimpal dengan perbuatannya. Kalau tidak ini akan jadi preseden buruk bagi perempuan korban kekerasan seksual di Jateng untuk mendapat keadilan,” tandasnya.

Ia sangat berharap Kapolda Irjen Pol Condro Kirono berani tegas untuk

mengusut kasus tersebut. Pasalnya selain pelaku punya power dan materi banyak, itikadnya yang sempat mengancam dan meneror korban, tentu membutuhkan keberanian dan keseriusan dari aparat.

Ditambahkan, kondisi SMP yang sempat drop, sudah berangsur pulih setelah mendapat pendampingan dan terapi psikis darinya. Sugiarsi juga memastikan secara kejiwaan, tidak ada masalah terhadap SMP.

Sumber:joglosemar

No comments

Powered by Blogger.