Keharuan Keluarga Saat Bertemu TKI Yang ‘Hilang’ Selama 12 Tahun di Malaysia


Amir dipeluk ayah dan ibunya saat tiba di rumahnya di Bantaeng, 


     Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi pemulangan TKI asal Bantaeng, Amir yang sudah terpisah belasan tahun dengan keluarganya.



Sejak merantau sebagai TKI di Malaysia dua belas tahun silam, Amir tak pernah memberi kabar.
Kamis (22/6/2017), pemuda ini akhirnya dipulangkan dan bertemu keluarganya di Bantaeng.
Suasana haru menyelemuti saat Amir bertemu ibunya.

"Ini adalah berkah Ramadan sehingga bisa bersua kembali dengan keluarga," ujar Amir.
Dia tak henti mengucapkan syukur dan berterimakasih kepada PMI, khususnya kepada Ichsan Yasin limpo sebagai Ketua PMI Sulsel yang telah membantu memulangkannya.

Sekretaris PMI Sulsel, Lutfi Qadir dalam rilisnya kepada TribunBantaeng.com, menjelaskan kisah ini berawal dari surat yang dikirim PMI Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, kepada PMI Sulsel untuk menyambung tali kasih seorang pemuda asal Kabupaten Bantaeng.

Amir bekerja sebagai TKI ilegal di Malaysia selama 12 tahun.
Belum lama ini dia terjaring razia Polisi Diraja Malaysia hingga dideportasi ke Indonesia lewat Nunukan.
"Sejak surat itu masuk, Ketua PMI Sulsel Ichsan Yasin Limpo langsung menginstruksikan tim yang tugasnya memang khusus melakukan pencarian identitas keluarga yang terpisah," kata Lutfi.

Setelah berkoordinasi dengan PMI Kalimantan Utara dan PMI Nunukan, tim dari PMI Sulsel langsung melakukan pelacakan dan berhasil menemukan keluarga Amir di Bantaeng.

Saat tiba di bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Amir dijemput oleh tim PMI Sulsel dan langsung diantar ke kampung halamannya di Kabupaten Bantaeng.

Begitu sampai di rumahnya Amir langsung disambut isak tangis keluarga.

Bahkan ibu kandungnya, Bungalia, sampai tak mampu berkata-kata dan hanya linangan air mata bahagia yang meleleh dipipinya.
"Terimakasih sudah mempertemukan saya dengan anakku yang sudah lama terpisah, saya tidak sangka bisa bertemu kembali dengan Amir," ujar Bungalia sembari memeluk erat anaknya.


Sumber : Tribun

No comments

Powered by Blogger.