Mengintip Bisnis Kue Terang Bulan

sumber photo:kontan

Pamor kue terang bulan semakin mencorong. Banyak ditemukan di negeri jiran, penganan ini ternyata juga diminati di Indonesia. Terbukti gerai kue terang bulan kini terus bermunculan, baik di pinggir jalan hingga di pusat perbelanjaan.

 https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal



Adalah Ridwan Rayhan yang turut memanfaatkan keterampilan membuat terang bulan menjadi sebuah peluang usaha.  Sejak 2015, Rayhan merintis bisnis kue terang bulan dengan brand Royal Cream di Surabaya.

Melihat peluangnya cukup menjanjikan, ia lantas menawarkan kemitraan. Saat ini, sudah ada dua mitra yang bergabung di Surabaya. "Bulan ini satu mitra lagi siap beroperasi," ujar Rayhan.

Royal Cream menawarkan paket investasi senilai Rp 76 juta. Harga ini sudah termasuk franchise fee, kontainer booth, peralatan masak, mesin kasir, finger screen, printer, meja, rak, kursi, neon box dan kulkas.

Kerja sama ini menerapkan bagi hasil karena gerai mitra bakal dikelola pusat. Pusat sendiri menyebut bagi hasil itu dengan istilah manajemen fee. Besarannya sekitar 5% dari omzet bulanan. “Mitra hanya berinvestasi dan semua operasional dilakukan pusat. Kami menyebut kemitraan ini auto pilot system,” jelasnya.

Sebagai bentuk transparansi, nanti pusat akan mengirimkan laporan keuangan ke mitra rutin pada tanggal 12 setiap bulannya. Selain itu, semua kebutuhan bahan baku wajib dibeli ke pusat.

Menu martabak

Royal Cream menyajikan kue terang bulan dalam beberapa varian rasa, seperti  original, red velvet, blackforest, green tea, blue velvet, pandan dan durian. Sementara pilihan toppingnya terdiri dari ceres, kacang, blueberry, stroberi, tiramisu, cappuccino, oreo, kraft over, cream cheese dan lain-lain.

Selain kue terang bulan ada juga menu martabak ayam atau sapi dengan topping jamur, kornet, sosis, keju dan mozzarella. Menu martabak ini dilengkapi saus tambahan teriyaki, barbeque dan bolognese. Harga terang bulan dibanderol Rp 25.000-Rp 98.000 per porsi. Sedangkan satu porsi martabak dihargai Rp 34.000-Rp 59.000.

Rayhan menargetkan, mitra bisa menjual 15-20 porsi kue terang bulan per hari. Penjualan martabak juga ditargetkan 15-20 porsi per hari. Dengan penjualan itu mitra bisa meraih omzet rata-rata Rp 45 juta per bulan.

Dengan laba Rp 9 juta per bulan, mitra diprediksi balik modal setelah 8 bulan. Agar target tercapai, mitra disarankan memilih lokasi dipinggir jalan dengan luas gerai 3x4 meter persegi (m²) dengan empat karyawan.

Pengamat waralaba Erwin Halim menilai, persaingan bisnis kue terang bulan dan martabak sudah cukup ketat. Maka itu, setiap pelaku usaha dituntut untuk melakukan diferensiasi marketing dan persaingan harga. “Maka itu setiap pelaku usaha harus jeli dalam melihat peluang agar bisnis ini bisa bertahan,” jelas Erwin.

Menurut Erwin, urusan marketing ini harus dikelola sendiri oleh pelaku usaha, jangan hanya mengandalkan pegawai. 

Sumber:kontan

No comments

Powered by Blogger.