Modal Visa Turis, TKI Nelayan di Taiwan Hanya Digaji Rp4 Juta


Nusron meminta agar seluruh pengiriman ABK untuk laut internasional dilayani dibawah BNP2TKI. 

    Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menemukan masih banyaknya TKI yang dipekerjakan kapal pencari ikan Taiwan hanya mengandalkan visa turis. Para TKI tersebut juga tak memiliki keahlian sehingga daya tawarnya rendah dan hanya digaji sekitar US$300 atau sekitar Rp4 juta per bulan.



Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menjelaskan, TKI tersebut biasanya direkrut oleh agensi yang berdomisili di Hong Kong, Jepang, Singapura, dan sejummlah negara lainnya. Padahal, kapal tempat mereka bekerja berbendera Taiwan. 

"TKI ini masuk dengan visa turis, akhirnya tak terdaftar di Kementerian Tenaga Kerja Taiwan. Akibatnya, jika terjadi perselisihan akan sangat sulit penanganannya," ujar Nusron saat bertemu dengan komunitas Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan bagian Selatan, seperti dikutip dari Antara, Seabtu (24/6)

Selain mengandalkan visa turis, menurut dia, persoalan yang dihadapi TKI nelayan adalah keterampilan melautnya yang terbatas. Pasalnya, para TKI tersebut tak diikutkan pelatihan-pelatihan untuk menambah keahlian dan perbaikan kualitas. 

"Tak ada yang ikut Basic Safety Training. Ini hanya akan menimbulkan masalah," kata Nusron.

Tanpa pelatihan dan mengandalkan visa turis, posisi tawar para TKI pun mejadi rendah. Akibatnya, para TKI yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) perikanan harus dibayar dengan gaji yang rendah yakni sebesar USD300 atau sekitar Rp4 juta. 

"Meski dapat bonus hasil penangkapan, upah mereka tetap tidak sepadan. Belum lagi tak ada asuransi jika terjadi kecelakaan," ujar Nusron.

Nusron menyatakan, BNP2TKI sangat serius menyikapi permasalahan TKI tersebut. Untuk itu, pihaknya akan membahas permasalahan ini dengan sejumlah institusi lain, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Tenaga Kerja, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pembahasan akan dilakukan setelah revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri diselesaikan.

Disamping itu, Nusron juga meminta agar pengiriman ABK untuk laut internasional dilayani dibawah BNP2TKI.

Nusron pun meminta pengiriman ABK untuk laut internasional pelayanannya di bawah BNP2TKI. "Silakan pelatihan atau pembekalan teknis di kementerian teknis tapi ketika keluar melalui satu pintu di BNP2TKI,"terangnya.

Direktur Departemen Tenaga Kerja Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei Devriel Sogia menyebut, terdapat sekitar 10 ribu orang TKI Pelaut Perikanan yang bekerja di laut luar wilayah Taiwan.

"Itu baru angka perkiraan," ujar Devriel.

Dalam pertemuan tersebut, salah seorang nelayan bernama Yasmani mengaku kapal tempatnya bekerja berlayar sampai Jepang dan Amerika Selatan untuk mencari ikan.

"Saya masuk ke Taiwan dengan visa turis. Selama ini saya berlayar paling lama 3 bulan, tapi banyak kawan saya yang sampai setahun hanya melihat laut," ujar pria asal Tual, Maluku itu.

Sumber : CNN

No comments

Powered by Blogger.