Pelaku Curanmor Tewas Ditembak, Keluarga Tuntut Kepolisian


Ilustrasi


       Keluarga Mardin, 25 tahun, pelaku curanmor yang tewas tertembak saat melawan petugas dalam penangkapan di Wajo, keberatan. Ayah Mardin, Burhanuddin siap menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan.


Menurutnya, tudingan personel kepolisan, jika anaknya Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus dugaan curanmor, tidak benar.

"Tiga motor milik anak saya, yang dituduh motor curian itu bukan motor curian. Dua motor itu milik saya, satu motor lainnya milik tetangga, semua motor tersebut surat-suratnya lengkap, STNK dan BPK,"  kata Burhanuddin sesuai menguburkan jasad anaknya, di Jalan Opu To Sappaile, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Kamis (1/6/2017). 

Burhanuddin menyesalkan, pelumpuhan yang diambil kepolisian dengan menembakkan peluru tajam ke arah Mardin saat terjatuh di sungai.

"Harusnya aparat kepolisian bertanya sebelum melakukan penembakan. Kenapa anak saya langsung ditembak, padahal itu bukan motor curian," kesalnya.

Sumber : Rakyatku

No comments

Powered by Blogger.