Pelaku Teror Di Masjid London Teriak Mau Bunuh Semua Muslim

Muslim London salat di jalan Finsbury Park.sumber photo:merdeka
Insiden penyerangan dengan cara menabrakkan kendaraan ke penduduk sipil terjadi lagi di London, Inggris. Kali ini para pejalan kaki yang baru saja menunaikan salat Tarawih yang menjadi sasarannya.

 https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Salah satu saksi mata bernama Abdulrahman Saleh Alamoudi menggambarkan betapa mencekamnya situasi di tempat tersebut saat kejadian.

"Mobil van besar itu datang tiba-tiba dan menabrak kami. Ada sekitar delapan sampai 10 orang yang cedera, beruntung saya berhasil menyelamatkan diri," ujarnya, seperti Telegraph, Senin (19/8).

Alamoudi menuturkan usai menyerang pejalan kaki, pelaku kemudian keluar dari mobil dan mulai menyerukan kata-kata kebencian terhadap muslim. Alamoudi menjadi salah satu dari sekelompok orang yang menaklukkan pelaku sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.

"Pria itu keluar mobil dan saya menangkapnya. Dia lalu mulai berteriak, 'saya akan membunuh semua orang muslim, saya akan membunuh orang muslim'," tuturnya menirukan kata-kata si pelaku.

"Kami berhasil menjatuhkannya ke tanah lalu dia bilang, 'bunuh saya saja, bunuh saya', saya lalu berkata 'kami tidak akan membunuhmu. Tetapi mengapa kau melakukan hal ini?' dan dia tidak menjawab pertanyaan saya," tambahnya.

Pelaku tersebut, kata Alamoudi, sempat mau melarikan diri, tetapi beberapa rekannya berhasil menahannya. Bahkan, ada beberapa orang yang kesal dan mencoba untuk menyakiti si pelaku namun Alamoudi menyuruh mereka berhenti.

"Korban yang ditabrak kebanyakan adalah anak muda. Cedera mereka parah. Saya mencoba menghentikan si pelaku (yang mencoba kabur), dan beberapa orang memukulinya tetapi saya menyuruh mereka berhenti dan memegangi si pelaku sampai polisi datang," ceritanya.

Akibat kejadian itu, dipastikan satu orang tewas dan delapan lainnya terluka. Sementara itu pelaku berusia 48 tahun saat ini sudah diamankan oleh polisi setempat untuk dimintai keterangan.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebutkan insiden itu berpotensi sebagai serangan terorisme.

Sumber:merdeka

No comments

Powered by Blogger.