Presiden Serbia Calonkan Perempuan Gay Sebagai Perdana Menteri



Presiden Serbia mengusulkan perempuan gay untuk menjadi perdana menteri di negara yang sebagian masyarakatnya berpandangan konservatif itu.

Pencalonan Ana Brnabic oleh Presiden Aleksandar Vucic masih harus disahkan oleh parlemen namun lebih merupakan formalitas semata karena partai pimpinan presiden dan sekutunya menguasai parlemen.

Beberapa tahun lalu, penunjukan gay sebagai pemimpin politik di Serbia masih sulit untuk dibayangkan.

Uni Eropa berharap penunjukan Brnabic -yang merupakan PM perempuan pertama dan juga PM gay pertama di Serbia- bisa menjadi bukti dari semakin meningkatnya toleransi di sana.

 "Saya yakin Brnabic memiliki kualitas profesional dan pribadi untuk menjadi perdana menteri dan bersama dengan menteri-menteri dia akan bekerja untuk peningkatan dan kemajuan Serbia kita," kata Presiden Vucic kepada para wartawan.

Namun pemimpin salah satu partai kecil dalam koalisi pemerintah pimpinan Presiden Vucic, Dragan Markovic Palma dari Partai Serbia Bersatu, mengatakan bahwa Brnabic 'bukan perdana menteri saya'.

Beberapa waktu lalu Palma mengatakan bahwa perdana menteri baru 'seharusnya seorang pria berkeluarga yang mengetahui tentang anak-anak', seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Brnabic selama kurang dari setahun menjabat menteri administrasi umum dan berupaya untuk memotong jalur birokrasi serta memodernisasinya.

"Saya akan bekerja dengan setia dan bertanggung jawab, dengan kasih dan kejujuran," katanya kepada Stasiun TV, RTS. 

Sebelum dicalonkan menjadi PM, Ana Brnabic menjabat menteri administrasi umum.

Presiden Serbia mengusulkan perempuan gay untuk menjadi perdana menteri di negara yang sebagian masyarakatnya berpandangan konservatif itu.

Pencalonan Ana Brnabic oleh Presiden Aleksandar Vucic masih harus disahkan oleh parlemen namun lebih merupakan formalitas semata karena partai pimpinan presiden dan sekutunya menguasai parlemen.

Beberapa tahun lalu, penunjukan gay sebagai pemimpin politik di Serbia masih sulit untuk dibayangkan.

Uni Eropa berharap penunjukan Brnabic -yang merupakan PM perempuan pertama dan juga PM gay pertama di Serbia- bisa menjadi bukti dari semakin meningkatnya toleransi di sana.
"Saya yakin Brnabic memiliki kualitas profesional dan pribadi untuk menjadi perdana menteri dan bersama dengan menteri-menteri dia akan bekerja untuk peningkatan dan kemajuan Serbia kita," kata Presiden Vucic kepada para wartawan.

Namun pemimpin salah satu partai kecil dalam koalisi pemerintah pimpinan Presiden Vucic, Dragan Markovic Palma dari Partai Serbia Bersatu, mengatakan bahwa Brnabic 'bukan perdana menteri saya'.

Beberapa waktu lalu Palma mengatakan bahwa perdana menteri baru 'seharusnya seorang pria berkeluarga yang mengetahui tentang anak-anak', seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Parade gay di ibu kota Serbia, Beograd, pada tahun 2010, mendapat penentangan besar dari kelompok konservatif sehingga sempat dihentikan selama tiga tahun.

Brnabic selama kurang dari setahun menjabat sebagai menteri administrasi umum dan berupaya untuk memotong jalur birokrasi serta memodernisasinya.

"Saya akan bekerja dengan setia dan bertanggung jawab, dengan kasih dan kejujuran," katanya kepada Stasiun TV, RTS.
Kemajuan dalam melindungi kaum gay di Serbia sudah dicapai namun 'homofobia' masih tetap ada.

Bagaimanapun peran perdana menteri dalam pemerintah Serbia lebih simbolis karena Presiden Vucic yang menjadi pemimpin yang paling berpengaruh.

Sebagai perlambang sekalipun, tetap membawa makna mengingat parade kaum gay di ibu kota Beograd sempat dilarang selama tiga tahun dengan alasan keamanan publik dan sempat diserang kaum pengunjuk rasa ultrakonservatif pada tahun 2010.

Baru tahun 2014 berlangsung kembali dengan keamanan yang amat ketat sampai mengerahkan pasukan khusus dan kendaraan lapis baja.

sumber : tribunnews

No comments

Powered by Blogger.