Tak Bisa Bayar Operasi Anak karena Hidrosefalus, Wanita Ini Terpaksa Mengemis




Bocah laki-laki berusia tiga tahun terancam setelah kepalanya membengkak dalam ukuran besar karena kondisi yang jarang terjadi, namun orang tuanya tidak mampu melakukan operasi dan terpaksa mengemis, seperti yang dilansir dari dailymail.co.uk.

Dikenal dengan nama Xin Xin, balita asal Tiongkok lahir dengan hidrosefalus (penumpukan cairan di dalam tengkoraknya yang bisa mematikan).

Hal ini menyebabkan kepalanya membengkak, ukurannya sekarang mencapai lingkar 70 cm, jauh lebih besar dari rata-rata orang dewasa.

Dokter di kota Changsha telah memberi anak itu sebuah 'vonis mati' jika dia tidak melakukan perawatan, ungkap media lokal.

Sebuah tim di Rumah Sakit Rakyat Keempat mengatakan bahwa otaknya tidak akan dapat menahan tekanan dan trauma yang disebabkan oleh cairan tersebut.

Chen Manhui dan suami yang menjadi pekerja migran telah meminjam dan menghabiskan lebih dari 100.000 RMB (£ 11,354) untuk menyelamatkan anak mereka.

Dengan usaha keras guna mengumpulkan dana, Chen membawa anaknya dan duduk di luar rumah sakit untuk meminta uang setiap hari. Dia juga sering terlihat di stasiun kereta api dan di samping pusat perbelanjaan.

Lewat minta-minta setidaknya dapat membantunya untuk mengumpulkan sejumlah kecil uang, tapi tetap tidak cukup mendekati jumlah yang mereka butuhkan untuk menyelamatkan nyawa anak mereka.

Namun, Chen mengatakan bahwa dia tidak akan menyerah dan berharap dapat melihat anak sulungnya tumbuh dan menjalani kehidupan sebagai anak yang normal.

Hidrosefalus adalah penumpukan cairan serebrospinal di otak. Kelebihan cairan menyebabkan meningkatnya tekanan pada otak yang bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan otak.

Gejala utama hidrosefalus adalah: sakit kepala, mual, muntah, bingung dan bermasalah dengan penglihatan (misalnya penglihatan kabur atau ganda).

Pengobatan kunci untuk hidrosefalus adalah shunt, yaitu dengan menaruh tabung tipis kemudian ditanamkan di otak guna mengalirkan kelebihan CSF ke bagian tubuh yang lain (seringkali rongga perut ataupun ruang di sekitar usus) dimana bisa diserap ke dalam aliran darah.

Jika tidak diobati, penyakit ini membawa risiko cacat mental dan fisik jangka panjang sebagai akibat kerusakan otak permanen dan bisa berakibat fatal.


sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.