TKW asal Blitar Tewas Jatuh dari Lantai 16 Apartemen Majikan

sumber photo:detik
 Rahmini (42), seorang TKW dari Dusun Tegalrejo Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro, Kab Blitar dikabarkan meninggal dunia di Hongkong, Senin (5/6) kemarin.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Dari informasi yang ada di medsos, Rahmini meninggal dunia setelah terjatuh dari rumah majikannya di Tin Yau House, Shun Tin Villahe, Sau Mau Ping Hong Kong, sekitar pukul 07.04 waktu setempat. Ia terjatuh dari apartemen majikannya yang berada di lantai 16.

Ketua Persatuan Tenaga Kerja Indonesia Purna (Pertakina) Blitar, Sulistyaningsih menjelaskan, dirinya mendapatkan informasi tersebut beberapa saat setelah meninggalnya Rahmini. "Benar, yang meninggal adalah salah seorang TKW asal Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar," jelasnya saat dihubungi detikcom, Rabu (7/6/2017).

Menurutnya, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan TKW yang ada di Hongkong. Dan saat ini polisi Hongkong tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab meninggalnya TKW tersebut. "Sampai saat ini, kasus meninggalnya Rahmini masih didalami oleh pihak kepolisian. Dan kabar penyebab meninggalnya Rahmini memang masih simpang siur, apakah sengaja melompat atau memang kecelakaan kerja," jelasnya.

Terkait hal itu, lanjut Sulistyaningsih, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan instansi terkait. Selain itu juga meminta informasi agency dan konsulat Indonesia di Hongkong. Hal itu dilakukan agar jenazah bisa segera dipulangkan.

"Kami terus berkoordinasi agar jenazah bisa dipulangkan, jika sudah beres semua, biasanya satu minggu kedepan, jenazah sudah tiba di rumah duka," ujarnya.

Scara terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar, Miftachudin mengatakan, pihaknya membenarkan terkait kabar meninggalnya TKW asal Kabupaten Blitar di Hongkong. Namun, pihaknya mengaku belum mendapat kabar resmi dari pemerintah pusat soal itu.

"Saya baru sebatas mendapat kabar dari media massa, tapi untuk kabar secara resmi dari pemerintah masih belum," paparnya saat dihubungi.

Untuk itu, pihaknya mengirim delegasi untuk memastikan kabar meninggalnya TKW asal Kabupaten Blitar tersebut. Jika memang sudah ada laporan secara resmi dari Pemerintah Pusat, pihaknya akan melacak identitas TKW tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui, apakah yang bersangkutan TKW legal atau illegal dan dari agen mana dia berangkat.

"Untuk saat ini, kami masih proses koordinasi dengan pemerintah pusat dan BNP2TKI untuk memastikan kabar kematian TKW tersebut," terangnya.

Menurutnya, jika memang benar TKW yang meninggal itu berasal dari Kabupaten Blitar, maka pihaknya memastikan bahwa pemulangan jenazahnya dijamin lancar. Sebab, banyak pihak terutama rekan korban yang bekerja di Hongkong. "Sepanjang yang bersangkutan merupakan TKW resmi, maka pemulangan jenazah tidak begitu rumit," pungkasnya. 

Sumber:detik

No comments

Powered by Blogger.