Tragis, korban teror Jembatan London tewas di pelukan kekasihnya



Seorang wanita Kanada terbunuh dalam serangan di London pada Sabtu malam waktu setempat. Perempuan yang diketahui bekerja di penampungan para tunawisma ini tewas di pelukan tunangannya.

Christine Archibald (30) merupakan korban pertama yang berhasil diidentifikasi. Christine kala itu tengah bersama sang kekasih Tyler Ferguson. Dia tewas dalam pelukan Tyler, hal ini diungkapkan saudara Tyler, Cassie Ferguson Rowe.

"Tadi malam di London, adik laki-laki saya kehilangan kekasihnya di Jembatan London," tulis Cassie dalam akun Facebook-nya, seperti dikutip dari laman metro.co.uk, Senin (5/6).

"Dalam sepersekian detik seluruh hidupnya direnggut. Saya mendengar isak tangis adik saya di telepon sementara saya sendiri mencoba menenangkannya. 'Aku tak bisa berkata apa-apa'," imbuh Cassie.

Sementara itu, keluarga Christine dalam sebuah pernyataan menyebutkan sangat kehilangan sosoknya. Mereka menyebut wanita malang tersebut memiliki hati yang lembut.

"Kami merindukan kehilangannya. Dia memiliki ruang dalam hatinya untuk semua orang dan sangat percaya setiap pribadi berhak dihargai. Dia menjalani kepercayaan ini dengan bekerja di tempat penampungan para tunawisma, sampai dia memutuskan pindah ke Eropa untuk tinggal bersama tunangannya," kenang mereka.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengaku sangat sedih mengetahui ada warga negaranya jadi korban teror di London. Meski demikian, dia memuji Inggris karena kekuatan dan ketahanan mereka dalam menghadapi ancaman.

Saya sedih dan patah hati saat tahu ada warga Kanada jadi korban teror di Jembatan London. Namun, tindakan kebencian ini tidak menghalangi kita, malah mereka memperkuat tekad kita, bersatu untuk melawan terorisme," tukas sang perdana menteri.

Serangan mobil van dan penusukan di Jembatan London menewaskan tujuh orang dan melukai 48 lainnya. Kelompok radikal Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas insiden maut ini
sumber: merdeka

No comments

Powered by Blogger.