Dengan Kedua Tangan yang Tak Sempurna, Remaja Ini Melukis Pakai Tusuk Gigi



Fisik Ari Irawan barangkali tidak seberuntung pria lain pada umumnya. Kedua tangan dan kakinya tidak tumbuh sempurna sehingga menghambat aktivitas geraknya.



Secara kasat mata, rasanya mustahil, pria asal desa Merden, Purwanegara Banjarnegara Jawa Tengah itu punya keterampilan luar biasa melebihi manusia berfisik normal.

Ari Irawan membuktikan, keterbatasan fisik tak menumpulkan semangatnya untuk berkarya.

Irawan berhasil menjadi seniman lukis handal. Bakat itu bahkan sudah terlihat saat ia berusia 4 tahun. Saat itu, bocah itu sudah pandai melukis pemandangan alam.

Ari mulai membiasakan tangannya memainkan pensil meski awalnya sulit.

"Saya belajar melukis sendiri, tidak ada yang mengajari," kata Ari Irawan, Kamis (20/7/2017)

Kemampuan Irawan kian terasah saat mengenal dunia internet, kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Ia berambisi melahap pengetahuan melukis di internet.

Ia bahkan rela merogoh saku untuk pergi ke Warung Internet guna mempelajari teknik dasar melukis.

Berkat kegigihannya, karya lukis Irawan mengalami kemajuan pesat.

Lukisannya kian detail dan nyaris menyerupai objek asli. Kendati demikian, Irawan belum percaya diri untuk mempublikasikan karyanya. Ia hanya memajangnya di kamar sebagai koleksi pribadi.

Kepercayaan diri Irawan tumbuh saat ia mulai mengenal perempuan.

Irawan mengagumi seorang gadis cantik di sekolahnya.

Imajinasinya tentang gadis itu tuangkan ke dalam lukisan.

Ia melukis perempuan tersebut dengan mengerahkan total kemampuannya.

Ia lalu mempersembahkan lukisan itu kepada sang pujaan secara cuma-cuma.

"Dia sudah ada yang punya. Tapi saya bahagia dia senang melihat lukisan saya,"ujarnya

Irawan kemudian mengunggah lukisan gadis itu ke laman facebook miliknya.

Tak dinyana, banyak pengguna media sosial yang mengomentari dan mengapresiasi karyanya.

Sebagian di antaranya menanyakan harga dan berkeinginan memesan.

Irawan pun mulai percaya diri mempromosikan karyanya.

Satu lukisan seukuran kertas A3 ia hargai Rp 200 ribu hingga 350 ribu tergantung warna dan tingkat kerumitan.

Irawan ternyata tidak hanya mahir melukis secara manual.

Ia juga terampil melukis digital melalui media komputer.

Irawan bahkan kini tak hanya melayani jasa lukis di atas kertas atau kanvas.

Ia juga menerima jasa lukis di atas medium lain, di antaranya kaus, sepatu, tas, topi, bahkan batu.

Uniknya, tak seperti pelukis umumnya, Irawan melukis menggunakan media tusuk gigi atau lidi.

Dengan media itu, ia lebih mudah melukis detail objek sehingga hasil lukisannya sempurna.

"Saya biasa menggunakan tusuk gigi, terutama saat melukis kaus,"katanya

Mantan Ketua Komunitas Seniman Banjarnegara itu rupanya seniman serba bisa.

Selain pandai melukis, ia juga punya keahlian memperbaiki barang elektronik, termasuk merakit komputer.

Bahkan, di rumahnya, ia membuka jasa servis dan rakit komputer serta perangkat pendukungnya, antara lain printer.

Tak hanya itu, Irawan juga menguasai teknik fotografi.

Meski fisik kedua tangannya kurang sempurna, ia piawai memainkan kamera.

Ia bahkan tengah merintis usaha studio foto di rumahnya, meski dengan peralatan terbatas.

Irawan biasa menerima order pemotretan acara pernikahan.

Sayangnya, mobilitasnya masih terkendala transportasi.

Tangannya kesulitan menyetir kendaraan roda dua sehingga ia harus membonceng temannya jika ingin bepergian.

"Saya berangan mengembangkan studio saya biar lebih bagus dan lebih profesional,"ujarnya

Bambang, ayah Ari Irawan sedih saat menceritakan masa kecil putranya.

Saat bayi Irawan berhasil keluar dari rahim ibunya, ruang persalinan justru hening.

Tidak ada tangis bayi di ruangan itu. Irawan lahir tak bersuara.

Mulut bayi tersebut juga tak mampu menganga sehingga sulit menerima asupan makan.

Bambang dan istrinya merawat buah hatinya dengan sabar.

Tak dinyana, Ari kemudian tumbuh jadi bocah ceriwis. Ia bahkan mampu menyelesaikan pendidikan di sekolah formal hingga tamat SMA.

Meski tangan dan kakinya tak tumbuh sempurna, Bambang melihat Ari sebagai anak bermental baja dan serba bisa.

"Irawan anaknya kreatif, rasa ingin tahunya kuat, apapun ingin dicoba dan diotak atik. Makanya dia terampil dan serba bisa,"katanya.

sumber : tribunnews

No comments

Powered by Blogger.