Gempa Hebat Disusul Tsunami Kecil Landa Turki dan Yunani, 2 Tewas

sumber photo:sindonews
Gempa hebat berkekuatan 6,7 skala richter (SR) yang disusul tsunami kecil melanda tempat-tempat wisata di Turki dan Yunani di kawasan Laut Aegea, Jumat (21/7/2017). Data sementara, dua orang meninggal dan puluhan lainnya terluka.
 
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Dua korban meninggal ditemukan di pulau Kos, Yunani, pulau tujuan wisata populer bagi turis Inggris. Di pulau itu, 20 orang terluka.

Sedangkan di Bodrum, Turki, sekitar 70 orang dirawat di rumah sakit setelah terluka akibat tertimpa puing-puing bangunan yang rusak saat gempa melanda.

Guncangan gempat kuat terjadi dua kali. Getaran kedua berkekuatan 6,0 SR yang menyebabkan kerusakan yang cukup besar.

”Kami memiliki dua orang tewas dan beberapa orang terluka sejauh ini,” kata Wali Kota Kos George Kyritsis kepada Reuters.

Meskipun pihak rumah sakit di Pulau Kos menyatakan 20 orang terluka, namun sumber lain menyebut jumlahnya mencapai sekitar 30 orang termasuk dua wisatawan.

Penjaga pantai Yunani melaporkan bahwa kerusakan terjadi di pelabuhan Kos, yang berada di dekat kafe dan bar yang ramai dikunjungi wisatawan.

Badan Gempa Eropa, EMSC, mengatakan bahwa tsunami kecil terjadi akibat gempa tersebut. Sedangkan lembaga penyiaran Turki mengutip pejabat terkait memperingatkan bahwa gelombang tsunami besar kemungkinan bisa terjadi.

Beberapa toko di Distrik Gumbet Bodrum rusak akibat tsunami kecil.

Sebuah berita lokal Kos, Kostoday.com, menunjukkan gambar permukaan laut yang naik dan area untuk turis terkena limpahan air laut. Sebuah kapal kecil milik nelayan bahkan terlempar ke jalan.

Pihak berwenang darurat di Turki, memperingatkan warga soal kemungkinan datangnya gempa susulan. Pihak berwenang Turki menegaskan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

”Orang-orang kita harus tahu bahwa gempa susulan berlanjut, jadi mereka harus menahan diri untuk tidak memasuki bangunan yang rusak atau rentan,” kata Mehmet Halis Bilden, Kepala Manajemen Bencana dan Darurat Turki kepada CNN Turk. 

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.