'Mama Meninggal, Papa Pergi saat Kami Tidur', Cara Anak-anak ini Mengais Makanan Pun Bikin Syok



Sumbangan bukan berarti harus dalam bentuk uang, tapi juga perhatian serta kasih sayang. Mohd Shafiq asal Kota Kinabalu merupakan seorang pria yang sangat baik dan kerap kali berbagi dengan anak-anak kelaparan. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seperti dilansir dari World of Buzz, pria tersebut membagikan salah satu kisahnya melalui akun jejaring sosial Facebook, Lobak Merah.

"Saat itu saya sedang makan di restoran, ketika tiba-tiba mendengar suara di belakang saya, 'kakak, kakak'. Lalu saya bertanya 'ada apa?', dan anak-anak itu meminta uang untuk beli makanan karena kelaparan," tulis Shafiq.

Kemudian, Shafiq pun mengajak anak-anak tersebut untuk duduk bersamanya.

"Saya ajak mereka duduk bersama untuk makan. Usia mereka sekitar 8 atau 9 tahun, tapi mereka (anak-anak) itu pun tidak yakin dengan umurnya sendiri," tulis Shafiq.

Hal tersebut bikin Shafiq semakin penasaran.


"Salah satu dari mereka bernama Melvin, dan lainnya bernama Tutu. Saya bertanya apakah itu nama asli mereka, dan mereka pun tidak tahu. Mereka sepertinya tidak mempedulikan hal itu," tulis Shafiq.

Shafiq pun memesan dua nasi ayam dan minuman es Milo untuk para anak laki-laki itu sesuai dengan permintaan mereka.


Jawaban mengejutkan terlontar ketika mereka ditanya Shafiq soal keluarganya dan cara mereka mendapatkan makanan.

Melvin pun menjawab, "Saudara saya ada di sana mencari sampah. Mama meninggal. Papa kabur ketika kami tertidur. Saat kami bangun, dia (papa) tidak ada, kami pun menangis."

Untuk mencari makan, Melvin pun menjawab, "Kami selalu mencari makanan di tempat sampah. Kami menyantap makanan sisa dan ayam sisa dari restoran cepat saji."

Shafiq pun menyarankan anak-anak itu untuk mengumpulkan kaleng dan besi bekas di tempat sampah, supaya mereka bisa menjualnya buat mendapatkan makanan segar.

Melvin pun mengatakan bahwa mereka sejatinya ingin bekerja sebagai buruh bangunan, sebab ayah mereka pernah mengajarkan cara mengaduk semen.

Dia pun mengaku bisa memanjat, dan saudaranya pandai bertukang.

Tiba-tiba Melvin menunjukkan sandalnya ke Shafiq yang ditemukan di tempat sampah.

"Sebelumnya saya tidak punya sandal. Ini saya temukan di tempat sampah. Saat saya tidak punya sandal, tidak ada yang mau menjadi teman saya," ujar Melvin.

"Tapi kini saya punya teman, meski sandal saya berlainan kiri dan kanannya."

Emosi Shafiq teraduk-aduk saat itu.

Shafiq ingin mengingatkan publik untuk membantu anak-anak itu semampunya.


sumber : tribunnews

No comments

Powered by Blogger.