Olah Lidah Buaya Jadi Teh dan Kerupuk Hasilkan Omzet Belasan Jutan per Bulan

sumber photo:depoktik

Inovasi, harus dilakukan oleh para pengusaha baik kecil maupun besar untuk meciptakan produk baru yang bisa bersaing di pasaran. Hal inilah yang menjadi prinsip Tantri Guntari dalam menjalankan usahanya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Produk inovasi buatannya dengan merk Olavera adalah olahan tanaman lidah buaya yang dijadikan teh dan kerupuk.

Usaha tersebut dirintis Tanti sejak tahun 2009 dan terus diproduksi hingga saat ini.

“Saya kan memang ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat dari tanaman yang mungkin kurang dilirik di sini ternyata punya manfaat kesehatan juga dan ternyata jika diproses dengan baik dan kreatif bisa menaikan perekonomian juga,” ujarnya, di lansir dari depotik, saat ditemui di rumah produksinya, Cilodong, Depok, beberapa waktu lalu.

Usaha yang ditekuninya 7 tahun belakangan ini sudah membuahkan hasil yang cukup tinggi. Terbukti dalam sebulannya omset penjualan untuk produk Olavera sudah bisa mencapai angka belasan juta.

“Untuk omset dari penjualan sendiri ini sebulan bisa mencapai dua belas juta,” ujarnya.

Pengembangan usahanya sendiri tak hanya menguntungkan untuk Tanti, namun juga turut membantu perekonomian warga dengan mempekerjakan 4 orang masyarakat di sekitar rumah produksinya.

“Untuk saat ini Alhamdulilah di produksi ada empat orang dan ini saya ambil dari warga sekitar sini supaya memajukan kesejahteraan warga sekitar juga,” tuturnya.

Dengan usahanya ini ia berharap dapat terus berkembang dan juga mendapat perhatian dari pemerintah sekitar. Selain itu juga bisa membantu warga sekitar untuk dapat menyediakan lapangan pekerjaan.

“Saya berharap usaha ini tetap dapat berkembang lebih baik lagi. Pemerintah juga tetap memberikan perhatian ke kita. Saya juga ingin mengedukasi msayarakat kalau lidah buaya ini tidak hanya banyak kandungan gizi dan khasiatnya, tetapi juga yang penting mudah dibudidaya dan bisa dilakukan di rumah juga,” jelasnya.

Promosi di Sekolah
Usahanya Tantri dimulai dengan menjajakannya ke beberapa sekolah sekaligus untuk memberikan penyuluhan tentang manfaat lidah buaya yang ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang unik dan menyehatkan.

“Awal pasar saya itu, saya coba di beberapa sekolah dalam bentuk stik kemasan,” katanya.

Seiring dengan berjalannya waktu, usaha yang ia jalani ternyata banyak yang menyukainya dalam waktu beberapa bulan. Ia kemudian membuat varian baru berupa minuman kemasan.

“Beberapa waktu ternyata ada peminatnya. Lalu saya mulai mencoba memproduksi dalam bentuk gelas dan juga botol,” tutupnya.

Sumber:depoktik

No comments

Powered by Blogger.