Padahal Sudah Sering Dikasih Makan, Nenek 80 Tahun Ini Malah Puluhan Kali Perkosa Anak ABGnya


Ilustrasi
Belum hilang kisah heboh nenek Rohaya (71) yang menikah dengan Slamet (16) di OKU. Kini seorang nenek berusia 80 tahun di kota Palembang membuat heboh. Pasalnya, nenek ini dilaporkan telah memperkosa pelajar kelas dua SMP berinisial AN (13).

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Dengan wajah tertunduk lemas, syok dan sedih RH (34) mendampingi anaknya melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Palembang, Sabtu (15/7/2017).

RH pun terkejut ketika anaknya menceritakan kelakuan nenek jawo panggilannya yang tega melakukan perbuatan tersebut kepada AN.

Nenek jawo sendiri kesehariannya adalah seorang pemulung yang tinggal tak jauh dari rumah korban.

Bahkan RH pun mengaku kenal baik dengan nenek jawo dan sudah menganggap seperti keluarga sendiri.

"Padahal kami suka kasih makanan, saya tidak menyangka kalau dia begitu."

"Saya baru tahu dari anak saya tadi. Kejadiannya kurang tahu pasti, " ujarnya.

AN (13) ditemani ibunya RH (34)  saat melapor ke SPKT Polresta Palembang
Lanjut wanita berhijab ini, nenek jawo tersebut memaksa anak lelakinya berhubungan badan.

Terakhir pada 6 Juli 2017 di rumahnya di kawasan Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang.

"Anak saya itu dipaksa,kalau tidak mau dia diancam mau dibunuh."

"Dia juga dikasih uang usai melakukan hubungan tersebut, " ujarnya.

Sedangkan pengakuan AR (13) mengaku bahwa dirinya sudah puluhan kali dipaksa nenek jawo untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Lanjutnya, bahkan setiap kali mengajak sang nenek pun memaksa dan mengancam akan membunuh kalau tidak menuruti perbuatannya tersebut.

"Saya selalu diancamnya pak, setiap dia pulang mulung dan rumahnya sepi saya selalu dipanggil ke rumahnya, " ujar pelajar ini.

Bahkan nenek jawo tersebut pun suka memberikannya uang setiap kali selesai berhubungan badan.

"Saya dikasih uang Rp 15 ribu. Nenek Jawo kadang paksa saya ke rumahnya,"aku bocah ini.

Kasatreskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan adanya laporan tersebut.

"Benar, sudah kita terima dan saat ini tim unit perlindungan perempuan dan anak yang tengah menangani kasus tersebut, " ungkap dia.


sumber : tribunnews

No comments

Powered by Blogger.