Rumah Sakit di Hong Kong Membludak Akibat Pasien yang Terlampau Banyak Karena Musim Flu



Rumah sakit swasta akan diminta untuk membantu membawa pasien dari lingkungan medis umum untuk mengatasi peningkatan pasien hingga 124 persen di tengah musim flu. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Otoritas Rumah Sakit mengatakan, dokter dari Departemen Kesehatan yang melakukan penelitian akan diajak untuk memberikan perawatan di rumah sakit umum, di mana pasien harus menunggu hingga delapan jam untuk dapat menemui dokter dan mendapatkan  tempat tidur sementara di bagian koridor rumah sakit.

Ini termasuk di antara serangkaian tindakan yang diumumkan oleh otoritas pada hari Senin dengan musim flu yang diperkirakan akan berlangsung tiga bulan lagi.


Rumah Sakit Queen Elizabeth di Yau Ma Tei berada di bawah tekanan paling tinggi, dengan pasien yang telah menjalani perawatan darurat. Mereka harus menunggu hingga 24 jam sebelum dipindahkan ke tempat tidur di bangsal medis.

Pengumuman tersebut diajukan sehari setelah Chief  Executive Carrie Lam Cheng Yuet-ngor melakukan kunjungan mendadak ke rumah sakit yang sudah terbebani akbit terlalu banyaknya pasien tersebut, dan meminta otoritas untuk melakukan sesuatu untuk menangani masalah kekurangan tenaga kerja dan tempat tidur.

"Musim panas ini, flu datang lebih awal dan lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya," kata Dr Wong Ka-hing, pengawas Pusat Perlindungan Kesehatan, Senin

"Saat ini kita belum tahu apakah musim flu sudah mencapai puncaknya. Kami percaya bahwa musim flu akan berlangsung selama beberapa waktu.  Dan tidak mengesampingkannya bahwa diperlukan waktu dua sampai tiga bulan untuk dapat turun ke angka yang lebih rendah. "

Wong mengatakan  flu yang paling umum adalah virus H3. Yang biasanya lebih mematikan, seperti yang ditunjukkan oleh 157 kematian yang dilaporkan pada minggu lalu. Biasanya virus itu lebih tahan terhadap vaksin daripada virus lain yang telah beredar dalam beberapa tahun terakhir.

Dr Cheung Wai-lun, direktur dari otoritas tersebut mengatakan akan mengundang dokter dari departemen yang saat ini tidak terlibat sebagai praktisi medis untuk menemui pasien di rumah sakit umum selama jam kerja non kantor.


Pihak berwenang mengatakan akan terus mempekerjakan dokter dan perawat denga sistem penuh waktu dan paruh waktu agar dapat menyelesaikan masalah krisis ketenagakerjaan. Ini juga akan membahas dengan Departemen Sosial dan Kesejahteraan untuk memperlancar pelepasan pasien lanjut usia ke tempat tidur gratis bagi mereka yang membutuhkan.

Musim panas biasanya musim-off yang memungkinkan sejumlah dokter untuk mengambil cuti dan istirahat, tapi ini tidak terjadi tahun ini, kata Dr Clara Wu Wing-yee, Rumah Sakit Union.

Chueng menolak untuk menguraikan rencana rumah sakit swasta untuk menyediakan tempat tidur. "Kami masih dalam tahap diskusi," katanya.

Satu rumah sakit swasta mengatakan ingin membantu tapi sudah berjuang dengan kenaikan permintaan sebesar 30 persen karena flu.

"Kami benar-benar ingin membantu rumah sakit umum jika memiliki tempat tidur tambahan," kata Dr Clara Wu Wing-yee, kepala manajer rumah sakit Union Hospital di Sha Tin.

"Musim panas biasanya musim-off yang memungkinkan dokter untuk mengambil cuti dan istirahat, tapi ini tidak terjadi tahun ini karena aktivitas flunya sangat tidak biasa."

Union, yang memiliki 331 tempat tidur medis, juga memiliki rumah penuh di bangsal pediatri. Wu mengatakan tempat tidur lainnya berada pada tingkat 90 persen, yang luar biasa tinggi, dan tidak semuanya cocok untuk pasien flu.

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Dr Anthony Lee Kai-yiu percaya bahwa rumah sakit swasta bersedia membantu. Namun logistik untuk mengangkut pasien bisa menjadi masalah.

"Pada saat persyaratan telah selesai, krisis mungkin akan berakhir," kata Lee, menambahkan bahwa belum ada kontak resmi dengan otoritas tersebut.

Dr Chan Tsz-tai, wakil ketua Frontline Doctors 'Union, percaya bahwa melibatkan rumah sakit swasta lebih memungkinkan daripada meminta bantuan pegawai negeri sipil.

"Sementara dokter kesehatan memiliki pengetahuan medis, mereka mungkin tidak begitu terbiasa dengan cara baru dalam melakukan sesuatu - seperti mengajar dokter baru," katanya.


sumber : scmp




No comments

Powered by Blogger.