17 Tahun Ditinggal Istri Jadi TKW, Montir Bengkel Berulang Kali Cabuli ABG hingga Melahirkan

sumber photo:tribunnews

Seorang pria berusia 45 tahun berinisial PS, montir bengkel dari sebuah desa di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, harus berhadapan dengan hukum.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal



Dia diduga berbuat asusila yang menyebabkan seorang remaja putri berusia 14 tahun, yang tak lain adalah tetangganya sendiri, hamil hingga melahirkan anak laki-laki.

Tersangka PS menjelaskan, perbuatannya tersebut dilakukan sekitar bulan Januari 2017 lalu.

PS kesepian karena sudah 17 tahun istrinya yang menjadi TKI di Hongkong tidak kunjung pulang.

"Saya kesepian di rumah setelah istri bekerja di Hongkong," kata PS di UPPA Polres Malang, Senin (28/8/2017).

Dikatakan PS, awal kejadian pada bulan Desember 2016. Saat itu, dia membantu korban mencuci pakaian di sungai yang tidak jauh dari rumahnya.

Ketika itu, perbuatan cabul sudah dilakukannya pada korban, namun tidak sampai menggauli korban.

Dan pada bulan Januari 2017, korban datang ke rumahnya meminta bantuan membetulkan sepeda ontel.

Setelah selesai memperbaiki sepeda, dia pun meminta tolong korban membelikan rokok.

Setelah membelikan rokok itu, korban diajak masuk ke kamar rumahnya.

Di dalam kamar tersebut korban digaulinya. Perbuatan itupun diulanginya hingga enam kali di beberapa waktu berikutnya selama dua bulan.

"Setelah dua bulan itu, kami tidak lagi bertemu dengannya. Perbuatan itu kami lakukan suka sama suka, saya tidak memperkosa atau memaksanya. Dia mau saja setelah saya janji akan bertanggung jawab," ucap PS yang mengaku baru tahu kalau akibat perbuatanNya korban hamil dan melahirkan anak di RS.

Sementara Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo mengatakan, apapun alasannya perbuatan tersangka terhadap anak gadis dibawah umur hingga hamil dan melahirkan anak telah melanggar UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Atas perbuatannya tersebut tersangka terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

"Saat ini, kami masih terus memproses lebih lanjut kasus tersebut. Apalagi korban sampai melahirkan anak laki-laki di RS," tutur Sutiyo.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.