50 Imigran Selundupan Tewas Karena Terjun ke Laut Takut Melihat Kapal Patroli Polisi


Sebanyak 50 imigran tewas tenggelam usai dipaksa terjun dari kapal ke laut oleh penyelundup di perairan Yaman. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Rabu (9/8/2017), melaporkan bahwa ada seorang penyelundup melaut dengan lebih dari 120 imigran menggunakan sebuah perahu.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Rata-rata penumpang perahu tersebut berusia sekitar 16 tahun.Namun, ketika mendekati garis pantai Shabwa di Laut Arab, para imigran dari Somalia dan Etiopia itu dipaksa untuk terjun ke laut.

Dikatakan si penyelundup ketakutan usai melihat sebuah kapal patroli milik otoritas setempat mendekat ke arah perahu yang padat penumpang itu.

Setidaknya 50 imigran tenggelam sedangkan 27 orang sisanya selamat setelah berhasil mencapai pantai.

"Korban selamat mengatakan pada rekan-rekan IOM di pantai itu bahwa penyelundup mendorong mereka ke laut ketika melihat kapal milik polisi," jelas Kepala Misi IOM di Yaman, Laurent de Boeck.

"Mereka juga mengatakan bahwa si penyelundup telah kembali ke Somalia untuk mengangkut lebih banyak imigran lagi ke Yaman lewat rute yang sama," lanjutnya.

Tim IOM menemukan kuburan massal berisi 29 jenazah imigran yang tak selamat di pantai Shabwa, yang dikubur oleh para korban selamat.

Sedangkan, 22 imigran lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Aksi penyelundupan manusia yang merenggut nyawa itu dinilai mengejutkan dan sangat tidak berperikemanusiaan.

"Banyak sekali imigran yang menderita di rute tersebut. Terlalu banyak imigran muda yang membayar penyelundup atas iming-iming palsu masa depan yang lebih baik," kata de Boeck lagi.

Perairan kecil di antara Tanduk Afrika dan Yaman telah menjadi rute yang kerap dilewati imigran ilegal untuk mengadu nasib di Yaman.

Sejak Januari 2017, IOM mengestimasi bahwa sekitar 55 ribu imigran meninggalkan daerah Tanduk Afrika dan pergi ke Yaman demi mencari kesempatan hidup yang lebih baik di Arab.

Menurut IOM, lebih dari 30 ribu dari 55 ribu imigran tersebut berusia di bawah 18 tahun dari Somalia dan Etiopia, dan sepertiga darinya merupakan perempuan.


sumber : tribunnews

No comments

Powered by Blogger.