Alami Pendarahan, TKI Asal Kupang Meninggal di Malaysia


Ilustrasi


     Jenazah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Maria Goreti Mamo yang berasal dari Desa Tasinufus, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dipulangkan ke NTT dari Serawak, Malaysia.



"Ya, sesuai rencana jenazahnya akan tiba malam ini Sabtu 26 Agustus 2017," kata Bupati TTU Raynundus Fernandes kepada Antara di Kupang, Sabtu (26/8/2017), dilansir Antara.

Dia mengatakan jenazah Maria Mamo yang meninggal di Serawak pada 10 Agustus lalu saat ini sedang dalam perjalanan. Setelah tiba nanti, jenazahnya akan diurus pemerintah untuk dibawa ke kampung halamannya.

"Ini sudah jadi tanggung jawab dan komitmen pemerintah daerah," katanya.

Sesuai surat keterangan dari Konsulat Jenderal Indonesia di Kuching yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten TTU, TKI itu meninggal karena postipartum hermorrchagie (PPH), yaitu perdarahan setelah melahirkan.

Hal itu merupakan konsekuensi perdarahan berlebihan dari tempat implantasi plasenta. Kondisi itu lalu memicu trauma di traktus genitalia dan struktur sekitarnya, atau keduanya.

Maria sebelumnya bekerja di Jelai Estate (Binu Plantation Sdn Bhd) yang beralamat di 98008 Miri, Serawak, Malaysia.

Melalui Konsulat Jenderal RI di Kuching, jenazah diputuskan untuk dikirim pulang ke NTT pada tanggal 24 Agustus 2017 menggunakan jalan darat dari Miri ke perbatasan Tebedu - Entikong, kemudian pada 25 Agustus 2017, perjalanan dilanjutkan dari Entikong ke Pontianak menggunakan ambulans.

Pada hari yang sama setelah tiba di Pontianak, jenazah TKI itu langsung diterbangkan ke Surabaya menggunakan Lion Airlines JT 839 puluk 14.15 WIB dan dari Surabaya ke Kupang pada pukul 19.00 WIB.

"Diperkirakan akan tiba di Kupang pada pukul 22.05 Wita malam ini," kata Ray, demikian sapaan Raymundus.


Sumber : Liputan 6

No comments

Powered by Blogger.