Atap Kantor Kerap Roboh, Karyawan di India Pakai Helm di Ruang Kerja

karyawan kantoran di India kerja pakai helm.sumber photo:merdeka

Sejumlah pekerja kantoran di Bihar, India terpaksa mengenakan helm saat berada di ruang kerja. Ini dilakukan demi keselamatan mereka. Sebab mereka seringkali tertimpa atap bangunan kantor yang tiba-tiba roboh.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Video yang menunjukkan empat pekerja kantor itu beredar luas di media sosial India sejak bulan lalu dan langsung dibanjiri komentar dari pengguna internet. Sebagian besar membicarakan betapa buruknya kondisi kerja di negara Asia.

Berdasarkan penyelidikan, gedung milik pemerintah yang terletak di distrik Champaran itu sebenarnya sudah dianggap berbahaya oleh pengamat keselamatan kerja sejak dua tahun lalu. Namun tidak ada tindakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk memindahkan pekerja ke tempat lebih aman.

"Bagian kontruksi sudah sejak dua tahun lalu menyatakan bangunan itu berbahaya dan tidak layak untuk digunakan. Namun pihak berwenang tidak menemukan akomodasi alternatif untuk memindahkan kantor," kata Amit Kumar Pandy, salah satu karyawan di kantor itu seperti dilansir dari laman Oddity Central, Kamis (10/8).

Kondisi di kantor itu semakin parah jika keadaan cuaca sedang tidak mendukung, seperti hujan. Bukan hanya orang-orang yang terancam bahaya, pelbagai peralatan penting pun turut menjadi korban.

"Situasi diperparah akibat hujan dan seluruh bangunan bocor hingga membahayakan keamanan peralatan kantor dan dokumen. Masalah ini sudah dikomunikasikan dengan pejabat berkali-kali secara tertulis tapi hasilnya sia-sia," ungkap Amit Kumar.

Rekan kerja Amit Kumar, Parvex Ahmad membenarkannya. Keadaan itu membuat mereka terpaksa memakai helm selama di kantor agar tidak terluka sebab sudah banyak korban yang terkena.

"Ini bangunan yang cukup tua. Dinding dan atapnya berada dalam kondisi sangat buruk. Tiap hujan turun airnya menetes ke dalam. Atapnya bisa jatuh kapan saja. Karena kami bekerja setiap hari, jadi kami memutuskan pakai helm. Banyak karyawan mengalami cedera akibat kejatuhan plafon bangunan," akunya.

Setelah video tersebut beredar, pejabat pemerintah setempat mengumumkan bahwa kantor tersebut akan dipindahkan sesegera mungkin. Namun keempat karyawan yang tampil dalam rekaman telah dipecat sebab memberitahu masalah ini ke media dan tidak memecahkannya secara internal. 

Sumber:merdeka

No comments

Powered by Blogger.