Begini Kondisi TKI yang Loncat dari Lantai 3

ilusttrasi

Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang jatuh dari lantai tiga di Rumah Susun (Rusun) Nunukan, Kamis (17/8) lalu, hingga kini masih dirawat di rumah sakit. Anggota Koramil 0911-01 Nunukan Sertu Muchsin yang bertugas sebagai pengawas di rusun itu menjelaskan, korban belum bisa dioperasi lantaran kondis kesehatan yang belum stabil.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Di mana pihak RSUD mengatakan akan melakukan tindakan operasi terhadap korban berinisial BA (22) tersebut, apabila dipastikan telah membaik. “Saya baru-baru habis cek di atas (RSUD, Red.) kondisi terakhirnya, tinggal menunggu korban stabil baru dilaksanakan operasi,” ujarnya Minggu (22/8) siang.

Seperti diketahui, korban mengalami patah tulang pada beberapa bagian tubuhnya. Seperti di tangan dan kaki, serta luka pada wajahnya. Menurut Muchsin, saat ini korban masih kesulitan untuk makan lantaran adanya luka di bagian mulutnya.

“Tapi asupan makanan sudah bisa lah meskipun masih sedikit susah, karena mulutnya robek. Terus masalah diajak berbicara dia juga bisa tapi masih pelan, kan tahu sendiri giginya lepas,” tukasnya.

Dijelaskannya, pihak rumah sakit masih melakukan koordinasi terkait pelaksanaan operasi terhadap korban, meskipun kondisi korban nantinya dapat dikatakan stabil. “Rumah Sakit di sini juga belum bisa memastikan apakah mampu melaksanakan operasinya nanti atau tidak, kalau memang tidak korban nanti akan dirujuk ke Tarakan,” jelasnya.

Sebelumnya, korban yang merupakan bagian dari TKI yang dipulangkan secara paksa dari Malaysia, Selasa (15/8), tampak dalam kondisi yang normal hingga tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 72 tahun, melompat dari lantai 3 rusun.

Awalnya, perayaan 17 Agustusan berlangsung cukup meriah, lantaran diwarnai dengan perlombaan yang diikuti oleh para TKI. Namun sekira pukul 15.20 Wita, korban BA nekat loncat dari lantai 3 gedung rusun.

BA diketahui berada di lantai 3 pada pukul 15.10, dan tengah berbincang-bincang dengan rekannya, sambil meminta rokok, meski berdasarkan pengakuan rekannya korban tidak pernah merokok namun meminta rokok. Setelahnya, BA meminta izin dan berpamitan kepada rekannya sesama TKI deportan.

Sertu Muchsin mengatakan, berdasarkan keterangan rekan satu kamar korban, memang korban merupakan seseorang yang cukup pendiam. “Korban meminta rokok sama Bapak Jusran temannya, padahal korban tidak merokok, dan jarang berkomukasi dengan teman sekamarnya. Selanjutnya korban merokok di depan kamar sambil senyum-senyum. Setelah selesai merokok korban pamit sama teman sekamarnya bernama Asdar, untuk jalan ke lantai dasar,” jelas Muchsin.

Dijelaskannya, sebelum korban melompat dari lantai 3, rekannya bernama Anwar sempat melihat korban berdiri di atas pagar lantai 3, dan tampak seperti mengambil sesuatu. Namun tiba-tiba korban langsung loncat ke lantai dasar. Diakui Muchsin, korban jatuh tepat berada di hadapannya, hingga membuatnya terkejut.

Korban pun berhasil selamat setelah dibawa ke Rumah Sakit pada pukul 15.27 Wita. “Korban pada saat berada di lantai sudah dalam kondisi kaki kanan patah, tangan kanan patah, dan gigi bagian depan patah,” ungkapnya. 

Sumber:prokal

No comments

Powered by Blogger.