Bermodal Berani dan Amanah Sukses Bangun Perusahaan Travel

sumber photo:sindonews
Dalam membangun bisnis banyak faktor yang harus dimiliki seorang pengusaha. Selain finansial dan pengalaman, keberanian untuk memulai bisnis menjadi modal utama dalam merintis sebuah usaha.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Selain itu, amanah dalam memberikan pelayanan kepada costumer menjadi hal yang wajib dijaga pengusaha, terutama mereka yang bergerak di bidang jasa.

Hal inilah yang dipegang Eri Heriawati sebagai modal utama dalam membangun bisnis travel. Berawal dari keberanian untuk memulai usaha, ia mendirikan perusahaan di bidang jasa perjalanan dan event pada 2003 di bawah naungan PT Radian Kharisma Wisata, bernama Annisa Travel. Kala itu, Eri hanya dibantu tiga karyawan.

"Semua berawal dari ketidakyakinan saya, tapi saya meyakinkan untuk berani. Berani enggak saya buka travel? Jawabannya saya enggak tahu. Tapi berani enggak, dicoba saja," tuturnya.

Berbekal pengalaman bekerja di perusahaan maskapai udara Garuda Indonesia, Eri pun memberanikan diri untuk membangun usaha. "Dari pengalaman saya bekerja di airline, membuat mudah bagi saya untuk mulai membangun usaha travel. Untuk urusan reservasi, tiket, hotel dan lain-lain, bagi saya itu adalah pekerjaan sehari-hari," ujar Direktur Utama Annisa Travel ini.

Pada awal bisnis, Eri menceritakan dirinya tidak langsung bermain di bidang retail. Ia membidik pasar instansi pemerintahan dalam layanan corporate travel management, MICE (meeting, incentive, convention and exhibition) dan event, seperti pemeran ke luar negeri. Berkat keluesannya, ia pun mendapat kepercayaan sebagai official travel dari berbagai instansi dan kementerian.

Proyek besar pertama Annisa Travel adalah menangani Indonesia Expo di Dubai dari Kementerian Perdagangan. Tahun kedua, Annisa kembali mendapat kepercayaan mengelola Indonesia Expo di Afrika.

"Di situ saya belajar berani. Alhamdulillah dikasih kemudahan. Indonesia Expo mengenal Annisa dengan baik. Akhirnya banyak kepercayaan dari Dinas dan Kementerian. Banyak acara meeting yang dibawa. Sehingga berkat pelayanan yang sangat apik, kami diterima sebagai official travel yang baik," ungkapnya.

Adapun untuk layanan Umrah dimulai pada 2005. Berawal dari adanya permintaan costumer yang melakukan perjalanan bisnis untuk melanjutkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci. "Itu multi efek domino permintaan perjalanan dinas dari luar negeri. Di mana mereka meminta layanan Umrah. Bagaimana kalau melajutkan urah, saya bilang bisa," kata Eri.

Bahkan, pada saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi pengusaha, Annisa Travel pernah melayaninya. "Pada saat itu, Pak Jokowi masih menjadi pengusaha furniture PT Rakabu, pada saat di Dubai," tuturnya.

Eri mengatakan, kebanyakan dari peserta Umrah Annisa Travel adalah loyalty costumer. Dari perjalanan dinas mereka Umrah, selanjutnya mengajak keluarga. "Market Annisa adalah orang yang sudah mengenal layanan Annisa Travel dengan baik. Dari businessman atau personal, mereka kemudian membawa keluarga," terangnya.

Ia mengakui bisnis Annisa Travel semakin besar setelah dibuka layanan Umrah dan Haji. "Saya yakin kalau niatnya bersilaturahmi, pasti Allah memberikan jalan. Karena itu saya yakini karena silaturahim itu pasti membawa rezeki seluas-luasnya. Salah satunya dengan terbuka peluang usaha Umrah dan Haji. Dan, itu saya pertahankan dengan persaudaraan dan pelayanan, bukan bisnis semata," jelasnya.

Adapun saat ini, Annisa Travel rata-rata melayani 1.500 orang setiap tahun. "Rata-rata satu minggu 1 bus. Kita jaga pelayanan costumer sebaik mungkin dengan dibantu SDM terbaik," ucapnya.

Selain profesionalitas pelayanan, apa rahasia sukses Annisa Travel hingga akhirnya besar seperti sekarang? Eri mengungkapkan, salah satu rahasia suksesnya adalah sedekah. Bahkan, karyawannya menyebut CSR Annisa Travel tidak ada ujungnya, tidak berseri. "Di situ hal yang membuat perusahaan jalan dan membuat energi lebih baik yang terkadang tidak masuk hitungan matematika," ungkapnya.

sumber photo:sindonews

Ia menyebutkan, hal penting yang membuat Annisa Travel semakin besar adalah dukungan keluarga. "Sporting energi dan strategi terbesar ada di saudara. Di mana 40% manajemen Annisa adalah saudara. Sebagai bisnis keluarga, jika dikelola dengan baik akan maju. Karena memulai dengan warna yang baik, keluarga mengikuti dan mendukung," paparnya.

"Keluarga percaya bahwa saya memegang amanah. Saya yakin dengan memagang amanah bisnis akan maju dan keutuhan keluarga terjaga," terang Eri.

Ia mengungkapkan suami dan anak-anaknya juga semakin mendukung atas usaha yang dijalankan. Bahkan, ia juga mengajak putrinya yang paling besar untuk terjun menggeluti bisnis. "Saya mengajak anak saya yang baru lulus untuk belajar menjalankan usaha. Hal inilah yang membuat saya berusaha untuk menjaga amanah, karena nanti mereka yang akan melanjutkan," pungkasnya. 

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.