<-->

Dijanjikan ke Malaysia, 2 TKW Indramayu Disekap Agen dan Kelaparan di Medan

sumber photo:medansatu
Dijanjikan kerja di Malaysia, dua TKW asal Indramayu, Jawa Barat (Jabar), malah disekap agennya selama 11 hari di Medan. Keduanya berhasil kabur dari tempat penyekapannya dengan cara melompat dari jendela lantai dua, lalu meminta perlindungan polisi di Mapolsek Percut Sei Tuan, Jalan Letda Sujono, Medan.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Informasi yang dihimpun medansatu.com, Minggu (20/8/2017) menyebutkan, dua TKW tersebut masing-masing bernama Aweng (38), warga Kampung Tugu, Kecamatan Laleak, Kabupaten Indramayu dan Amiah (35) warga Desa Kamplong, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indra Mayu.

Aweng dan Amiah tiba dari tempat penyekapan ke Mapolsek Percut Sei Tuan tadi malam sekira pukul 20.00 WIB. Mereka mengaku melompat dari jendela lantai dua rumah Agen yang berada di kawasan Tembung.

“Kami naik becak, lalu nyambung naik angkot baru bisa ke sini (Polsek Percut Sei Tuan). Maksud kami mau minta bantuan dan pertolongan, lantaran kami tak tahan di rumah penampungan itu,” ungkap Amiah, kepada wartawan di Mapolsek Percut Sei Tuan.

Dia mengatakan, mereka telah 11 hari berada di Medan sejak diajak agen berinisial T. Mereka dijanjikan akan dipekerjakan sebai asisten rumah tangga di negeri jiran, Malaysia. Namun janji tersebut tak kunjung terpenuhi.

Selama di dalam rumah permanen berlantai dua milik agen TKI tersebut, mereka mengaku tak diperbolehkan keluar rumah berpagar tinggi tersebut, meski hendak membeli makanan.

Kami seperti disekap. Pernah kami tak dikasih makan seharian, namun ketika hendak membeli nasi ke luar rumah, kami dilarang. Kami tak tahan, makanya kami milih kabur. Sebahagian teman kami juga sudah kabur,” timpal Aweng.

Menurut mereka, mereka bersedia ikut dengan iming-iming di pekerjakan di Malaysia dengan upah per bulan Rp 4 juta dengan potongan 3 bulan gaji untuk agen ataupun sponsor yang merekrutnya.

Namun, setelah mengetahui keborokan penyaluran TKW yang dianggap ilegal tersebut, kedua wanita yang kental logat Sunda ini, memberanikan diri untuk kabur.

“Kami dijemput dari rumah naik pesawat, dari Jakarta, Pondok Gede. Dari situ kami berangkat lagi naik pesawat turun di Kualanamu, mereka menjanjikan akan diterbangkan ke Malaysia untuk dipekerjakan,” sambungnya.

Hingga menjelang malam hari, kedua TKW gagal pergi ini terlihat masih terdampar di Polsek Percut Sei Tuan, berharap bantuan polisi atau orang yang mau membantunya agar bisa dipulangkan ke kampung halamannya.

“Kami cuma mau pulang ke rumah, tapi kami udah enggak punya uang dan ongkos pulang,” ujar mereka.

Sementara, pihak kepolisian dan warga sekitar memberikan sumbangan makanan kepada 2 wanita yang belum makan sejak pagi itu. 

Sumber:medansatu

No comments

Powered by Blogger.