Hijabers Ini Menang Gugatan Rp 1 Miliar karena Kasus Jilbab Dilepas Polisi



      Kasus diskriminasi berhijab masih terjadi di sejumlah negara. Kali ini menimpa seorang muslimah bernama Kirsty Powell. Muslimah asal Amerika Serikat itu pernah mengalami kasus diskriminasi yang dilakukan oleh polisi setempat. Namun kini ia berhasil memenangkan gugatan pengadilan hingga mendapat kompensasi Rp 1 miliar.




Cerita berawal dari Powell yang ditangkap saat ada pemberhentian lalu lintas. Kala itu Powell dan suaminya ditahan karena mengendarai mobil lowrider yang dianggap ilegal di pertengahan 2015 lalu. Saat ditahan, Powell minta untuk petugas polisi perempuan yang menahannya tapi ditolak. 

Tak hanya itu, Powell juga dipaksa polisi untuk melepas jilbabnya. Bahkan ia diminta berfoto untuk keperluan dokumentasi polisi tanpa jilbab. Selain itu, Powell juga dipaksa mendekam dalam penjara selama 24 jam selama pemeriksaan tanpa menggunakan jilbab di depan narapidana pria lainnya.

Powell dibebaskan setelah semalam di kantor polisi. Baru setelah dibebaskan, jilbabnya juga dikembalikan. Hal ini membuat Powell mengalami trauma berkepanjangan. Ia merasa telah didiskriminasi oleh departemen kepolisian dan melanggar haknya memakai jilbab.

Kemudian Powell meminta bantuan dari The Council on American-Islamic Relations (CAIR) untuk mengajukan gugatan atas insiden yang dialaminya. Wanita berdarah Afrika-Amerika itu mengajukan tuntutan hukum dibantu CAIR pada April 2016. Tuntutan tersebut berisi tuduhan departemen kepolisian telah melanggar hak First Amendment. 

"Powell dipaksa tampil di publik tanpa jilbabnya. Karena kebebasan menjalankan agamanya, Kirsty Powell mengalami ketidaknyamanan, penghinaan, dan tekanan emosional yang parah. Dia sering menangis dan mengalami penghinaan terhadap keyakinannya dan integritas pribadinya dilanggar," isi gugatan di pengadilan.

Powell lalu memenangkan gugatan dan pihak pemerintah dari Long Beach, California, akan memberikan kompensasi sebesar US$ 85 ribu atau sekitar Rp 1,1 miliar. Hal ini sudah diumumkan secara resmi oleh pihak CAIR. Powell berharap kejadian ini tak terjadi lagi terhadap wanita muslim lainnya. 

"Saya ingin wanita muslim lainnya merasa selalu nyaman dan aman mengenakan jilbab dan membela apa yang benar," ujar Powell. 



Sumber : Wollipop

No comments

Powered by Blogger.