Jual Bayi dan Tipu 3 Keluarga, Pasutri China Raup Rp280 Juta

ilustrasi
Pasangan suami-istri asal Yangzhou, China, meraup untung besar setelah melelang bayi mereka di internet, sekaligus menipu tiga keluarga yang ingin bayi itu.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Melalui aplikasi pesan singkat QQ, pasangan itu menawarkan 'biaya pengganti nutrisi' sebesar 40 ribu yuan atau setara Rp79 juta bagi mereka yang menginginkan bayi tersebut.

Mereka kemudian menerima pembayaran dari dua keluarga di Changzhou dan Yancheng, sebelum mengirimkan bayi tersebut ke keluarga di Shanghai yang membayar 60 ribu yen (Rp119 juta).

Dari aksi penipuan penjualan bayi yang mereka lakukan, pasangan itu mengantongi keuntungan hingga sekitar Rp280 juta.

Saat ditanya polisi alasan pasangan itu menjual bayi mereka yang baru lahir, sang istri, Mo Jicheng (31) menyebut keluarga mereka kesulitan keuangan.

“Ketika mengetahui saya hamil lagi, saya berpikir kenapa tidak melelang saja bayi itu di internet,” kata Jicheng, yang kini sudah diamankan pihak berwenang.

Adapun Jicheng dan suaminya sudah dikaruniai tiga anak.

Sementara, alasan Jicheng menipu dua keluarga atas ‘biaya pengganti’ bayi tersebut tidak disebutkan dengan jelas.

Polisi pun tidak memberi informasi lebih lanjut terkait bayi yang dilelang dan keluarga baru yang mendapatkan bayi itu.

Di China, melansir Shanghaiist, terdapat garis yang sangat tipis antara mengadopsi dan menjual bayi demi keuntungan. Di sisi lain, aplikasi pesan singkat seperti QQ menjadi ladang emas bagi para pedagang anak.

Saat ini China kembali masuk dalam daftar negara dengan tingkat perdagangan anak tertinggi di dunia.

Hal itu terjadi karena proses adopsi legal di Negeri Tirai Bambu sangat kompleks dan berbelit-belit. Adopsi di bawah tangan kerap menjadi pilihan praktis bagi pasangan yang menginginkan buah hati.

Selain itu, adopsi bawah tangan juga merupakan alternatif bagi mereka yang tidak memenuhi syarat menjadi orang tua angkat dari pemerintah.

Sumber:cnnindonesia

No comments

Powered by Blogger.