Kantor Imigrasi Wonosobo Berupaya Tekan Angka TKI Ilegal

Ilustrasi

    Kantor Imigrasi Wonosobo terus berupaya meminimalisir penyalahgunaan paspor oleh masyarakat, terutama para calon tenaga kerja Indonesia (TKI), yang hendak bekerja di luar negeri.



Upaya tersebut, dulakukan dengan cara pengecekan data diri dan ID, melalui sistem online.

Lewat sistem yang telah tersambung antar jaringan tersebut, kantor imigrasi bisa mengetahui secara akurat, rekomendasi ID milik para calon TKI, yang didapat dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), maupun Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo, Suryo Tarto Kisdoyo, mengatakan bahwa pihaknya memiliki kewenangan untuk menolak dengan tegas, ketika ditemukan pemohon paspor untuk bekerja di luar negeri, yang ternyata saat dicek lewat sistem online, belum ada rekomendasi, atau ID dari Disnaker, atau BNP2TKI.

"Petugas di bagian wawancara juga tetap selektif dalam melakukan tugasnya. Terbukti, sampai akhir Juli 2017, kami sudah menolak 123 pemohon paspor," terangnya.

Kepala Sub Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Washono, mengumbuhkan jika pengecekan ID calon TKI melalui sistem online tidak hanya berlaku untuk calon TKI mandiri, atau via Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), melainkan berlaku juga bagi calon TKI dari program Goverment to Goverment (G to G).

"Kebanyakan, calon TKI yang ikut program Goverment to Goverment itu, magang di perusahaan-perusahaan Jepang, atau Korea," jelasnya.

Washono menambahkan, alur bagi pemohon paspor yang hendak bekerja di luar negeri sejatinya tidak terlalu rumit.

Ia pun menekankan, salah satu syarat yang harus ditempuh, yakni mendapat rekomendasi dari Disnaker, maupun BNP2TKI.

Setelah kantongi rekomendasi, namanya akan masuk ke dalam sistem online.

Sumber : Tribun

No comments

Powered by Blogger.