Masyarakat Adat dan Umat Katolik Aeramo Bahu-membahu Bangun Masjid


Bupati Nagekeo, Elias Djo (duduk) bersama Ketua Suku Nataia, Patris Meo (baju putih tengah) dan Kepala Desa Aeramo, Severinus Mena ketika melakukan peletakan batu pertama Masjid Nurul Jihad Aeramo, di Aeramo, Kamis (10/8/2017).
Masyarakat Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo menjadi contoh kerukunan yang sesungguhnya. Masyarakat Desa Aeramo yang mayoritas pemeluk Kristen Katolik bersatu membangun sebuah masjid yang diberi nama, Nurul Jihad.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Dengan dukungan Pemerintah Desa Aeramo dan Fungsionaris Adat Nataia, masyarakat Aeramo yang berasal dari berbagai etnis dan agama, Kamis (10/8/2017), akhirnya melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut.

Peristiwa bersejarah itu kemudian digambarkan sebagai moment yang luar biasa.

"Luar biasa. Saya tidak bisa berkata-kata. Banyak orang berteriak kerukunan, toleransi, NKRI, Aeramo wujudkan itu dalam tindakan nyata."

"Umat Islam pelihara suasana ini. Jangan biarkan suasana seperti ini cepat berlalu," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nagekeo, Muhammad Yunus Manetima dalam sambutannya pada kegiatan Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Jihad Aeramo, Kamis (10/8/2017) siang.

Yunus mengatakan, dukungan Pemerintah Desa Aeramo, fungsionaris dan masyarakat adat Nataia, umat Katolik Desa Aeramo terhadap pembangunan masjid di desa itu menunjukkan kepedulian yang tinggi seluruh komponen masyarakat di desa itu terhadap kebutuhan umat Islam akan rumah ibadah yang layak di daerah itu.

"Masjid ini tidak sekedar rencana atau keinginan umat Islam, tapi seluruh masyarakat Aeramo," kata Yunus.

Kepala Desa Aeramo, Serevinus Mena,S.Sos juga mengungkapkan perasaan yang sama.

"Saya bangga menjadi pemimpin di wilayah yang masyarakatnya pluralis. Kami masyarakat Aeramo, terdiri dari berbagai etnis dan agama, tapi kami tetap satu," kata Serevinus.

Dikatakan Serevinus, membangun masjid tidak sekedar kebutuhan umat Islam, tapi membangun rumah Tuhan.

"Bagi kami agama penting, tapi lebih penting persaudaraan," katanya.
Dikatakan Serevinus, masyarakat Aeramo saat ini tengah melaksanakan dua kegiatan besar, pembangunan Gereja Kerahiman Ilahi Aeramo dan Masjid Nurul Jihad Aeramo.

Khusus untuk pembangunan masjid, ungkap Serevinus, sesuai rancangan membutuhkan anggaran sebesar Rp 3.896.000.000. Sedangkan dana yang ada baru Rp 173 juta.

Karena itu, ia berharap dukungan dari semua pihak agar dua pekerjaan besar itu bisa diselesaikan.

Menurut Serevinus, pembangunan masjid yang direncanakan dua lantai dengan luas 18 x 18 meter itu cukup mendesak mengingat bangunan masjid yang ada sudah tidak layak, baik dari fisik bangunan maupun kapasitas daya tampung.

"Masjid yang lama dibangun tahu 1983 atau 34 tahun. Kurang memadai baik untuk sholat Jumat maupun hari besar keagamaan,"demkian Serevinus.

Serevinus mengungkapkan, ketika beberapa tokoh Muslim Aeramo datang padanya menyampaikan niat untuk membangun masjid dan meminta tambahan lahan, dirinya langsung berkomunikasi dengan fungsionaris Nataia.

"Ternyata Suku Nataia melalui Ketua Suku, Bapak Patris Meo merespons positif dan mengatakan lebih cepat lebih baik. Suku memberi tambah tanah 22 x 40 meter.

"Kami masyarakat adat dan fingsionaris adat menjunjung tinggi prinsip Tii mona wiki, pati mona lai, (yang sudah diberikan tidak akan diambil kembali)," tambah Serevinus.

Bupati Nagekeo, Elias Djo mengatakan, pembangunan masjid baru memang mendesak dilakukan karena masjid yang ada sudah tidak mampu menampung jumlah jemaah yang terus bertambah.

Elias berharap, panitia pembangunan masjid segera memulai pembangunan dengan dana yang ada sambil terus berusaha mencari bantuan.

Pada kesempatan itu Elias juga mengimbau masyarakat Aeramo untuk tetap menjaga kerukunan.

Sementara Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus F Ajo Bupu mengatakan, dalam pembangunan di Nagekeo tidak ada diskriminasi.

"Semua agama diberi kesempatan yang sama untuk menjalankan perintah agama masing-masing," katanya.

DPRD Nagekeo, kata Seli, selalu mendukung Pemda Nagekeo selama program yang diusulkan untuk kepentingan umat dan masyarakat di daerah itu.

Pada kegiatan Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Jihad yang dirangkai dengan acara minu ae petu (minum air panas/ kumpul sumbangan) berhasil dihimpun bantuan dalam bentuk uang tunai Rp 15 juta dari Bupati Elias Rp 5 juta dan Ketua DPRD Provinsi NTT Rp 10 juta, 150 sak semen dari Servasius Podhi 100 zak dan Ketua DPRD Nagekeo, Marselinua F Ajo Bupu 50 sak semen.

Besarnya sumbangan tersebut belum termasuk sumbangan yang diberikan umat langsung kepada panitia.

 
sumber : tribunnews

No comments

Powered by Blogger.