Pria Ini Tinggalkan Korea dan Jadi Peternak Sukses di Cirebon

sumber photo:kbknews

Khaeruddin, 32 tahun, selama 5 tahun menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan. Warga Desa Pabedilan Wetan Rt 003 Rw 05 Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon ini, menjadi operator Robot di sebuah perusahaan mobil terbesar di Korea Selatan. Boleh dibilang pekerjaan yang mengasyikkan, dan tentunya juga menghasilkan.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Namun ibarat pepatah, “hujan emas di negeri orang, hujan batu di kampung sendiri, lebih baik di kampung sendiri.” Begitu juga dalam hati dan pikiran Khaeruddin, ia memilih pulang kampung untuk mengabdi memajukan kampung dan keluarganya daripada berlama-lama di negeri gingseng itu.

Di kampung, tabungan hasil merantau ia pergunakan untuk membayar uang kuliah di Universitas Terbuka (UT). Dia pilih UT itu, karena ia bisa menyambi berkerja atau berusaha.

Setelah lulus kuliah, ia berkerja sebahai Pustakawan dengan status honorer dengan gaji Rp300 ribu. Isterinya yang lulusan PGSD-pun mengajar di SD dengan status honorer dan sudah mengabdi selama 11 tahun dengan gaji Rp500.000 per bulan.

Tentu saja jumlah gaji Khaeruddin dan isteri, keduanya digabung belum bisa menyaingi gajinya ketika ia berkerja di Korea. Menyadari hal itu, akhirnya Khaeruddin memilih berhenti menjadi pegawai honorer. Ia memilih menjadi peternak kambing.

Ia mulai berternak dengan 10 ekor kambing, untuk menguasai ilmu peternakan, Khaeruddin rajin bertanya kepada tetangga dan orang-orang yang sukses dalam peternakan.

Hasilnya, Khaeruddin semakin optimis menjadi peternak, karena di kampungnya tidak banyak yang berprofesi seperti itu. Kebanyakan orang kampungnya mengadu nasib ke luar negeri, kalau tidak ke luar negeri mereka yang menetap di kampung berprofesi sebagai petani dan buruh tani, serta menggarap lahan milik orang lain dengan berbagai persyaratan yang mereka sepakati. Banyak di antara yang ke luar negeri itu kaum wanita.

Tekad Khaeruddin untuk sukses menjadi peternak pun membuahkan hasil. Yang dulu dia awali dengan 10 ekor kambing, kini ia memelihara 555 kambing yang dirawat dalam 7 kandang. Bukti keseriusannya itu, dia berani menyewa tanah milik orang lain untuk mengembangkan bisnis ternak kambingnya.

Dan tidak salah pula, Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa menjadikan Khaeruddin sebagai mitra pengadaan hewan kurban untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Pengamatan Yuli Pujihardi, Tim Quality Control THK Dompet Dhuafa yang berkunjung ke kandang ternak Khaeruddin, pekan lalu, menyatakan, ternak yang dipelihara Khaeruddin sebagian besar sudah memenuhi syarat untuk kurban program THK.

“Tinggal lagi, seberapa banyak para pekurban yang akan menggunakan jasa Khaeruddin untuk menyebar hewan kurban ke pelosok Cirebon?” pungkas Yuli Pujihardi mengkisahkan tentang Khaeruddin.

Sumber:kbknews

No comments

Powered by Blogger.