Program Asuransi Berakhir, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Peserta TKI



BPJS membidik para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Solo Raya agar mengikuti program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu menyusul berakhirnya program Asuransi TKI pada 31 Juli 2017 kemarin.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Utama Surakarta, Suwilman Rachmat mengatakan, program perlindungan untuk TKI ini sudah dilaunching oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di Tulungagung pada 30 Juli 2017 lalu. Program tersebut mulai berlaku per 1 Agustus.

Program yang diatur dalam Permenaker Nomor 7 Tahun 2017 itu, lanjut dia, merupakan hasil pembahasan panja komisi IX RI RUU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, rekomendasi KPK kepada Kemnaker, serta kajian dari BAPPENAS dan World Bank.

"Program ini diluncurkan seiring berakhirnya program Asuransi TKI yang diselenggarakan oleh Asuransi Konsorsium TKI dan pialang asuransi TKI. Calon TKI maupun TKI wajib mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Sedangkan Jaminan Hari Tua (JHT) masih bersifat Sukarela," kata Suwilwan, Selasa (1/8).

Menurut dia, skema perlindungan untuk TKI maupun calon TKI tersebut dimulai sejak sebelum ditempatkan, saat penempatan, hingga yang bersangkutan kembali ke tanah air. Adapun iuran yang harus dibayarkan sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 370 ribu per bulan.

"Jika ternyata ada TKI yang diperpanjang masa penempatannya, maka iuran yang harus dibayar sebesar Rp 13.500 per bulan. Sedangkan yang ingin mengikuti program Jaminan Hari Tua cukup membayar minimal Rp 105 ribu dan maksimal Rp 600 ribu per bulan. Sebab yang bersangkutan bisa mendapatkan Manfaat Layanan Tambahan seperti pinjaman uang muka perumahan," ujarnya.

"Dengan diberlakukannya Permenaker Nomor 7 Tahun 2017, kami mengimbau kepada Calon TKI dan para pengelola PPTKIS untuk mendaftarkan para calon TKI binaannya ke program BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga para pahlawan devisa ini terlindungi sejak pelatihan, penempatan, hingga kembali ke tanah air nantinya," imbuh Suwilman.

sumber : merdeka

No comments

Powered by Blogger.