Soal Viral TKW Sukabumi, KJRI Jeddah Minta Nenih Jujur


Tkw asal sukabumi

       TKW asal Sukabumi, Nenih, mengaku lukanya hingga berdarah dikarenakan terjatuh di tangga. Namun, KJRI Jeddah meminta Nenih jujur seandainya luka tersebut bukan karena terjatuh. 



"Sebelum BAP kedua, tiga petugas kami meyakinkan Nenih agar tidak perlu takut untuk menyampaikan yang sebenarnya karena keberadaan KJRI untuk membela kepentingan Nenih. Saat diperiksa Nenih bertahan dengan kesaksiannya kalau lukanya terjadi akibat terjatuh dari tangga, dan kejadiannya terjadi sekitar 6 bulan yang lalu," kata Pelaksana Fungsi Konsuler 2 KJRI Jeddah, Rahmat Aming, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (27/8/2017). 

Menurut Rahmat, tidak jarang TKI baru mengaku setelah beberapa kali diperiksa. Mereka akhirnya mengaku kalau disiksa majikan. 

"Ini menyulitkan posisi kami dalam membela kepentingan si BMI. Umumnya mengaku takut untuk jujur, takut dikembalikan kepada majikan dan malah tambah disiksa, padahal kami selalu yakinkan kalau KJRI akan membantu dan tidak akan dikembalikan kepada pengguna jasa," ujar Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin. 

Keterangan Nenih soal terjatuh di tangga telah tertuang dalam BAP Kepolisian AlFaisaliyah Thaif. Tentu apabila Nenih mengganti keterangannya di kemudian hari akan menyulitkan penyelesaian perkaranya. 

"Itulah pentingnya kampanye penyadaran publik agar BMI atau calon BMI memiliki kesiapan mental, keterampilan memadai serta memahami aturan hukum yang berlaku di negara penempatan, sehingga tidak takut lagi saat menuntut hak-haknya," tutur Hery. 

Nenih Rusmiyati merupakan TKW asal Kampung Pasir Pogor, RT 09 RW 02, Desa/Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Nenih dikabarkan kini akan segera pulang ke Indonesia. Keluarga Nenih mengaku sudah bisa berkomunikasi dengan Nenih yang kini sudah berada di Konsulat Jendral RI di Jeddah.

Acun Suryaman (36), adik kandung Nenih, membenarkan informasi itu dan mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Nenih melalui sambungan telepon. 

"Posisinya sudah aman di KJRI Jeddah sudah dalam perlindungan pihak sana dan akan segera pulang setelah gajinya dibayarkan, karena sampai saat ini gajinya belum dibayarkan majikannya," kata Acun kepada detikcom via telepon, Sabtu (26/8). 


Sumber : Detik

No comments

Powered by Blogger.