Taiwan Protes Indonesia Atas Deportasi Warganya ke China

Ilustrasi

       Pemerintah Taiwan memprotes keputusan Indonesia untuk mendeportasi 22 tersangka penipuan asal Taiwan ke China. Taiwan juga menyampaikan protes kepada pemerintah China.


Protes ini disampaikan setelah kepolisian RI menyatakan pihaknya telah membongkar sindikat penipuan siber senilai US$ 450 juta yang menargetkan para pengusaha dan politisi kaya di China. Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan, warganya yang dideportasi termasuk di antara 143 tersangka asal China dan Taiwan yang ditangkap aparat polisi Indonesia dalam operasi pada 29 Juli lalu di sejumlah lokasi, termasuk Jakarta, Surabaya dan Bali.

"China terus membawa paksa orang Taiwan ke daratan, benar-benar mengabaikan isyarat niat baik dan permintaan kami," demikian statemen Dewan Urusan Daratan, badan resmi Taiwan yang menangani hubungan China, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (4/8/2017).

"Ini merugikan untuk penyelidikan kejahatan-kejahatan lintas batas, dan juga mempengaruhi perkembangan positif hubungan lintas selat," demikian disampaikan badan Taiwan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan pihaknya telah memerintahkan kantornya di Jakarta untuk menyampaikan protes kepada pemerintah Indonesia terkait deportasi warga Taiwan ke China tersebut. 

Insiden ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian deportasi internasional para tersangka asal Taiwan ke China sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berkuasa pada Mei lalu.

Pekan lalu, otoritas Kamboja mendeportasi tujuh warga Taiwan yang diduga terlibat kasus penipuan telekomunikasi ke China. Pada Februari lalu, otoritas Spanyol mengirimkan lebih dari 200 warga Taiwan ke China meski pemerintah Taiwan telah memprotesnya.



Sumber : Detik

No comments

Powered by Blogger.